Dulu Dipelihara Kini Diburu, Ikan Sapu-sapu Jadi Musuh Baru Sungai Indonesia

Senin, 20 April 2026 - 08:16 WIB
loading...
Dulu Dipelihara Kini...
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memimpin langsung aksi bersih-bersih ikan sapu-sapu di Jakarta Utara. Foto/SindoNews
A A A
JAKARTA - Ikan Sapu-sapu (Loricariidae) kini menjadi pemandangan umum di sungai-sungai besar Indonesia, mulai dari Ciliwung hingga aliran sungai di pinggiran Jakarta. Namun, siapa sangka ikan yang dikenal sebagai "petugas kebersihan" ini memiliki sejarah panjang sebelum akhirnya dicap sebagai spesies invasif yang mengancam ekosistem.

Berasal dari perairan Amazon, Amerika Selatan, ikan ini menempuh perjalanan ribuan kilometer hingga menjadi penghuni tetap di perairan Nusantara. Bagaimana perjalanannya? Simak ulasan SindoNews berikut ini.

Sejarah ikan Sapu-sapu di Indonesia dimulai sekitar 1980-an. Saat itu, ikan ini didatangkan oleh para importir sebagai komoditas ikan hias. Kemampuannya memakan lumut dan sisa makanan di dinding kaca menjadikannya primadona bagi pemilik akuarium.

Baca juga: Gelar Aksi Bersih Kali Jakut, Pemprov DKI Tangkap Ikan Sapu-sapu Seberat 200 Kilogram

Masalah mulai muncul ketika ikan-ikan ini tumbuh besar. Ikan Sapu-sapu jenis tertentu bisa mencapai panjang hingga 60 cm. Banyak pemilik akuarium yang tidak tega membunuhnya, namun tidak sanggup lagi memeliharanya, akhirnya memilih jalan pintas: melepaskannya ke sungai terdekat.

Selain sengaja dilepas, banjir besar yang sering melanda kota-kota besar di Indonesia juga berperan menghanyutkan ikan ini dari kolam-kolam budidaya ke perairan umum.

Lihat video: PANTAU LANGSUNG! Gubernur Jakarta Pramono Anung Pimpin Basmi Ikan Sapu-Sapu


Salah satu alasan mengapa populasi ikan Sapu-sapu meledak di Indonesia adalah daya tahannya yang luar biasa. Di saat ikan lokal seperti Nilem atau Wader mati akibat limbah industri dan domestik, ikan Sapu-sapu justru tetap bugar.

Hal itu karena Ikan Sapu-sapu memiliki sistem pernapasan labirin yang memungkinkan mereka bertahan hidup di air dengan kadar oksigen rendah. Selain itu, ikan ini juga memiliki zirah alami. Kulitnya yang keras dan berduri membuatnya tidak memiliki predator alami di sungai-sungai Indonesia.

Kebiasaan ikan-ikan ini membuat lubang di dinding sungai untuk bertelur kerap memicu erosi dan kerusakan infrastruktur tanggul. Tak heran jika ikan ini menjadi ancaman karena bisa merusak bantaran sungai atau tanggul.

Melimpahnya populasi ikan ini sempat dimanfaatkan oknum nakal untuk bahan baku makanan olahan seperti siomay dan bakso karena tekstur dagingnya yang mirip ikan tenggiri namun harga jauh lebih murah.

Namun, Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memberikan edukasi. Mengingat sifat ikan Sapu-sapu yang merupakan filter feeder (penyaring makanan), mereka cenderung menyerap logam berat seperti merkuri dan timbal yang ada di sedimen sungai tercemar. Konsumsi dalam jangka panjang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hore! Stasiun KRL JIS...
Hore! Stasiun KRL JIS Diresmikan Besok
HUT ke-499 DKI, Parade...
HUT ke-499 DKI, Parade Mobil Hias hingga Tarian Khas Jakarta Meriahkan Jakfestival di Ancol
Jakarta Rawan Sinkhole,...
Jakarta Rawan Sinkhole, Wagub DKI Rano: Ada Daerah Berpotensi Ambles
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pramono Bakal Resmikan Ruang Publik di Rasuna Said dan Stasiun KRL JIS
Pemprov DKI Gratiskan...
Pemprov DKI Gratiskan Transportasi, Tempat Wisata, hingga Museum pada 22, 27, dan 28 Juni
Puluhan Siswa SMAN 48...
Puluhan Siswa SMAN 48 Ikuti Pelatihan Pemantauan Cuaca Jakarta
Sepekan Digelar, Jakarta...
Sepekan Digelar, Jakarta Fair 2026 Raih 1,5 Juta Pengunjung
Darurat Pemasangan Kabel...
Darurat Pemasangan Kabel di Area Jakarta
SPMB Jakarta 2026, Pengajuan...
SPMB Jakarta 2026, Pengajuan Akun dan Verifikasi KK Jenjang SMA dan SMK Telah Dibuka
Rekomendasi
Spesial, Investor Patriot...
Spesial, Investor Patriot Bond Dilindungi dari Tuntutan Pidana hingga Pajak
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Bos Blueray Cargo Jalani...
Bos Blueray Cargo Jalani Sidang Tuntutan Korupsi Bea Cukai Hari Ini
Berita Terkini
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke Kejari Jakarta Selatan, TNI-Polri Siaga di Lokasi
Seruan Masyayikh NU...
Seruan Masyayikh NU di Ponpes Al Falah Ploso Redam Ketegangan di PBNU
Bayar PKB Makin Mudah,...
Bayar PKB Makin Mudah, Bapenda DKI Hadirkan Layanan Samsat di PRJ
Pabrik Karet di Tangerang...
Pabrik Karet di Tangerang Kebakaran Sejak Semalam, Sudah 9 Jam Api Masih Berkobar
3.761 Personel Dikerahkan...
3.761 Personel Dikerahkan Amankan Aksi Unjuk Rasa di 2 Lokasi di Jakarta Hari Ini
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Diserahkan ke Kejaksaan Hari Ini
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Glenny H Kairupan, Dirut Baru Garuda Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved