DPRD DKI: Kebijakan Prabowo Tak Naikkan Harga BBM Beri Ketenangan bagi Masyarakat

Jum'at, 10 April 2026 - 10:57 WIB
loading...
DPRD DKI: Kebijakan...
Anggota DPRD DKI Jakarta dari PAN Lukmanul Hakim mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang tidak menaikkan harga BBM. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Kebijakan Presiden Prabowo Subianto tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah situasi dunia yang mencekam akibat perang Israel-Amerika Serikat dengan Iran diapresiasi. Keputusan tersebut memberi kepastian dan ketenangan bagi masyarakat dalam berkegiatan dan melakukan usaha.

“Kita patut berikan pujian, sebagai rasa hormat atas kebijakan pemerintah pimpinan Presiden Prabowo Subianto yang mengedepankan menjaga harga jual BBM dalam negeri meski situasi sedang tidak mudah,” kata legislator DPRD DKI Jakarta dari Partai Amanat Nasional (PAN) Lukmanul Hakim, Jumat (10/4/2026).

“Ini kebijakan yang sangat tepat, yang mengedepankan kepentingan rakyat di tengah himpitan berbagai masalah yang cukup berat. Ada masalah internasional, juga ada masalah dalam negeri yang kita hadapi. Tapi Keputusan Presiden sungguh menenteramkan kita semua. Kita patut angkat topi untuk itu,” sambungnya.

Baca juga: Purbaya Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Sampai Akhir 2026

Sebagaimana diketahui, Pemerintah melalui Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kebijakan subsidi BBM telah disusun melalui perhitungan yang matang dengan mempertimbangkan berbagai skenario, termasuk asumsi harga minyak dunia yang dapat mencapai USD100 per barel hingga akhir tahun. Berdasarkan perhitungan pemerintah, kondisi tersebut akan menyebabkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bisa tetap terjaga di kisaran 2,9%.

Karenanya, Purbaya menjamin bahwa subsidi BBM akan terus disediakan sampai akhir tahun. “Subsidi terhadap BBM akan terus diadakan sampai dengan akhir tahun dan harga BBM bersubsidi tidak akan naik. Anggaran kita cukup,” katanya, pekan lalu.

Lihat video: Menko Airlangga Angkat Bicara Terkait Harga BBM Subsidi Tak Naik


Perhitungan yang dibuat pemerintah untuk tahun anggaran 2026 juga dilandasi pertimbangan karena masih memiliki bantalan fiskal berupa sisa anggaran lebih (SAL) sebesar Rp 420 triliun yang dapat digunakan apabila terjadi tekanan yang lebih besar, seperti lonjakan harga minyak dunia.

Dalam konstelasi politik nasional, politisi yang akrab dengan sapaan Bang Lukman ini, mengajak semua pihak untuk berpikir jernih terhadap kebijakan pemerintah. Menurut dia, boleh saja analisis memakai angka dan trend dunia serta kondisi nasional dilakukan untuk mengkritisi kebijakan harga BBM dalam negeri; termasuk prediski terhadap risiko dan implikasinya. Namun dia berharap setiap analisis perlu dikaitkan dengan konsideran kebijakan, niat besar yang ingin diperjuangkan; yakni menjaga perekonomian nasional agar tetap stabil dan terjaga.

“Harga BBM di dalam negeri menjadi faktor yang pengaruhnya menyapa setiap sektor, setiap lini, dan setiap sendi perekonomian nasional. Tolong pertimbangkan hal itu. Kritik, masukan dan pendapat memang perl dikemukakan. Tapi kalau tidak relevan dengan niat dasar kebijakan, ya tidak usahlah dipaksa-paksakan. Kasihan rakyat kalau dipakai sebagai alasan pembenaran untuk kritik, opini, dan pendapat yang dibuat,” ujar politikus Lukmanul Hakim.

Dalam konteks perekonomian nasional, Lukman berharap para cerdik pandai memberikan perspektif apa saja yang berpeluang dilakukan masyarakat dan dunia usia setelah ada kepastian dan jaminan harga BBM dalam negeri agar perekonomian nasional bisa tumbuh sampai skala yang diharapkan berdampak pada kesejahteraan bersama.

“Masyarakat tidak usah terpengaruh oleh berbagai spekulasi terkait kondisi keuangan negara. Percayakan kepada pemerintah. Setiap kebijakan yang diberikan tentu ada konsekuensi biayanya dan semua itu pasti sudah diperhitungkan,” ucapnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kukuhkan Kepengurusan...
Kukuhkan Kepengurusan Nasional, GPIM Komitmen Sukseskan Program Prabowo
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Ratusan Mahasiswa Trisakti...
Ratusan Mahasiswa Trisakti Bakal Geruduk DPR, Bawa Tiga Tuntutan Rakyat
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
4.576 Polisi Diterjunkan...
4.576 Polisi Diterjunkan untuk Jaga Demo di 5 Titik Jakarta Hari Ini
Istana Bicara soal Kembalikan...
Istana Bicara soal Kembalikan Kepercayaan Publik
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
Didesak Tegaskan Sikap...
Didesak Tegaskan Sikap ke Pemerintahan Prabowo, PDIP: Memangnya Jazilul Siapa?
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
Rekomendasi
Ketum PGRI Prihatin...
Ketum PGRI Prihatin Guru Terpecah dalam Kubu ASN, PPPK dan Honorer
50 Tokoh Pasang Badan...
50 Tokoh Pasang Badan untuk Roy Suryo, Din Syamsuddin dan Oegroseno Ikut Jadi Penjamin
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Berita Terkini
Bangun Sinergitas, Pemkot...
Bangun Sinergitas, Pemkot Bogor Bersama Pelaku Usaha Ikuti Kompetisi Padel
HUT ke-499 DKI, Parade...
HUT ke-499 DKI, Parade Mobil Hias hingga Tarian Khas Jakarta Meriahkan Jakfestival di Ancol
13 Kiai Berkumpul di...
13 Kiai Berkumpul di Ponpes Al Falah Ploso, Serukan Muktamar NU Digelar di Pesantren
Jakarta Rawan Sinkhole,...
Jakarta Rawan Sinkhole, Wagub DKI Rano: Ada Daerah Berpotensi Ambles
Pramono Dampingi Megawati...
Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi
Kukuhkan Kepengurusan...
Kukuhkan Kepengurusan Nasional, GPIM Komitmen Sukseskan Program Prabowo
Infografis
Terkerek PBBKB, Harga...
Terkerek PBBKB, Harga BBM di DKI Jakarta Bakal Naik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved