Pemulihan Pascabencana Aceh Terus Dipercepat, Layanan Publik di 10 Wilayah Kembali Normal
Selasa, 07 April 2026 - 23:18 WIB
loading...
Pemulihan pascabencana di Aceh terus menunjukkan kemajuan signifikan. Kepala Posko Wilayah Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh Safrizal ZA menegaskan capaian rehabilitasi terus dilakukan percepatan. Foto: Ist
A
A
A
BANDA ACEH - Pemulihan pascabencana di Aceh terus menunjukkan kemajuan signifikan. Kepala Posko Wilayah Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh Safrizal ZA dalam media gathering di Banda Aceh menegaskan bahwa capaian rehabilitasi terus dilakukan percepatan dengan sejumlah aspek layanan publik hampir pulih.
Safrizal menuturkan pada aspek pelayanan pemerintahan, dari 18 kabupaten/kota terdampak, 10 wilayah sudah kembali normal.
Baca juga: Tinjau Pemulihan Bencana di Aceh Tamiang, Mendagri Salurkan Bantuan Kemanusiaan
Upaya pembersihan lumpur juga dilaporkan menunjukkan hasil signifikan dengan 92% lokasi berhasil ditangani. Untuk lokasi yang masih membutuhkan penanganan terus dikoordinasikan dalam penyiapan alat berat dan sumber daya pendukung lainnya.
Untuk infrastruktur jembatan darurat, TNI telah menyelesaikan 97 unit, sementara Polri merampungkan 95 persen dari target yang ditetapkan.
Sektor kesehatan pun berangsur pulih dengan seluruh 23 RSUD dan 309 Puskesmas kembali berfungsi penuh, serta 99,6 persen Puskesmas Pembantu sudah beroperasi.
Begitu pula di sektor pendidikan, sebanyak 3.120 sekolah terdampak telah kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara normal.
Sedangkan pada aspek hunian, pembangunan Huntara telah rampung 91 persen, sementara Huntap mulai direalisasikan dengan dukungan lintas lembaga.
Dia menekankan bahwa perkembangan pemulihan ini sangat dinamis. “Data progres selalu bergerak mengikuti dinamika lapangan. Ada jembatan yang baru dilaporkan selesai, namun karena keadaan tertentu bisa kembali rusak, dan pada waktu berikutnya sudah selesai dikerjakan lagi. Begitu pula dengan aspek lain, sehingga capaian persentase bisa berubah dari hari ke hari,” ujar Safrizal.
Safrizal menuturkan pada aspek pelayanan pemerintahan, dari 18 kabupaten/kota terdampak, 10 wilayah sudah kembali normal.
Baca juga: Tinjau Pemulihan Bencana di Aceh Tamiang, Mendagri Salurkan Bantuan Kemanusiaan
Upaya pembersihan lumpur juga dilaporkan menunjukkan hasil signifikan dengan 92% lokasi berhasil ditangani. Untuk lokasi yang masih membutuhkan penanganan terus dikoordinasikan dalam penyiapan alat berat dan sumber daya pendukung lainnya.
Untuk infrastruktur jembatan darurat, TNI telah menyelesaikan 97 unit, sementara Polri merampungkan 95 persen dari target yang ditetapkan.
Sektor kesehatan pun berangsur pulih dengan seluruh 23 RSUD dan 309 Puskesmas kembali berfungsi penuh, serta 99,6 persen Puskesmas Pembantu sudah beroperasi.
Begitu pula di sektor pendidikan, sebanyak 3.120 sekolah terdampak telah kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara normal.
Sedangkan pada aspek hunian, pembangunan Huntara telah rampung 91 persen, sementara Huntap mulai direalisasikan dengan dukungan lintas lembaga.
Dia menekankan bahwa perkembangan pemulihan ini sangat dinamis. “Data progres selalu bergerak mengikuti dinamika lapangan. Ada jembatan yang baru dilaporkan selesai, namun karena keadaan tertentu bisa kembali rusak, dan pada waktu berikutnya sudah selesai dikerjakan lagi. Begitu pula dengan aspek lain, sehingga capaian persentase bisa berubah dari hari ke hari,” ujar Safrizal.
(jon)
Lihat Juga :