Menguak Tabir Hubungan Rahasia Kerajaan Nusantara dan Kesultanan Persia: Diplomasi Rempah yang Mengubah Wajah Indonesia!

Senin, 06 April 2026 - 05:45 WIB
loading...
Menguak Tabir Hubungan...
Peradaban besar Persia (sekarang Iran) telah menjalin ikatan batin dan politik yang sangat kuat dengan kerajaan-kerajaan di Nusantara sejak 1.300 tahun lalu. Di antaranya peninggalannya berupa tradisi Tabot di Bengkulu. Foto/Ist
A A A
SELAMAini, narasi sejarah kita sering kali terpaku pada dominasi pengaruh Arab, India, dan China. Namun, jarang yang menyadari bahwa ribuan kilometer di barat, sebuah peradaban besar bernama Persia (sekarang Iran ) telah menjalin ikatan batin dan politik yang sangat kuat dengan kerajaan-kerajaan di Nusantara.

Bukan sekadar singgah untuk berdagang, para saudagar dan ulama dari tanah para Syah ini ternyata ikut merumuskan tata negara, bahasa, hingga tradisi yang kita anggap sebagai "asli" Indonesia hari ini. Penelusuran SindoNews mengungkap bahwa jejak ini telah tertanam sejak lebih dari 1.300 tahun yang lalu.

Fajar Hubungan: Era Jalur Sutra Laut (674 M–1000 M)


Hubungan ini tidak dimulai di era Kesultanan Islam, melainkan jauh sebelumnya saat pengaruh Buddha dan Hindu masih dominan. Data dari kronik Dinasti Tang menyebutkan bahwa pada tahun 674 M, pemukiman pedagang Arab dan Persia (Ta-shih dan Po-sse) sudah terlihat di pesisir barat Sumatera.

Baca juga: Ibnu Batutah, Saksi Kebesaran Kerajaan Islam Samudera Pasai

Pada masa Kerajaan Sriwijaya, kapal-kapal Persia dari Teluk Persia (Siraf dan Hormuz) telah menjadikan Palembang sebagai pelabuhan transito utama. Mereka membawa air mawar, mutiara, dan karpet untuk ditukar dengan emas dan kapur barus kualitas tertinggi dari Barus. Penemuan arkeologis berupa pecahan keramik pirus asal Persia di situs Bongal, Tapanuli Tengah, menjadi saksi bisu betapa sibuknya jalur ini di abad ke-7 hingga ke-9.


Puncak Intelektual: Samudera Pasai dan Napas Shiraz (Abad 13-14 M)


Memasuki abad ke-13, hubungan ini bergeser dari sekadar ekonomi menjadi pertukaran ideologi dan politik. Kesultanan Samudera Pasai menjadi magnet bagi kaum intelektual Persia.

Tahun 1297 M: Wafatnya Sultan Malikussaleh menandai era baru. Makamnya tidak hanya menunjukkan pengaruh Gujarat, tetapi juga pola hiasan Lajevard yang populer di Persia.

Baca juga: 8 Kerajaan Islam di Indonesia, dari Samudera Pasai hingga Mataram Islam

Kehadiran tokoh besar Ibnu Battuta dalam perjalanannya di tahun 1345 M, terkejut menemukan banyak pejabat istana Pasai yang fasih berbahasa Persia. Salah satunya adalah Syarif Amir Sayyid dari Shiraz dan Tajuddin dari Isfahan. Mereka bukan sekadar tamu, melainkan pengatur strategi politik kesultanan.

Diplomasi Militer: Aceh, Safawi, dan Perlawanan Terhadap Portugis (Abad 16 M)


Hubungan mencapai level tertinggi saat Kesultanan Aceh Darussalam muncul sebagai kekuatan besar di Selat Malaka. Pada abad ke-16, Aceh yang dipimpin Sultan Iskandar Muda memandang Kesultanan Safawi di Persia sebagai sekutu ideologis dan teknologi.

Data sejarah mencatat adanya pertukaran utusan dan teknologi persenjataan. Istilah "Syahbandar" (dari bahasa Persia: Shah berarti Raja, Bandar berarti Pelabuhan) menjadi jabatan resmi paling bergengsi di pelabuhan Aceh untuk mengatur lalu lintas kapal internasional. Pengaruh administrasi birokrasi Persia diadopsi untuk memperkuat sentralisasi kekuasaan Sultan.

Warisan Budaya: Dari Literasi Hingga Tradisi "Tabuik"


Jika Anda mengenal tradisi Tabuik di Pariaman atau Tabot di Bengkulu, itulah "DNA" Persia yang paling nyata. Tradisi yang dimulai secara masif pada tahun 1685 M ini merupakan bentuk asimilasi budaya peringatan tragedi Karbala (wafatnya Husain bin Ali) yang dibawa oleh serdadu berdarah Persia-India yang bekerja untuk Inggris.

Di sektor literasi, naskah-naskah Persia seperti Gulistan karya Sa'di dan Shahnama karya Firdausi menjadi inspirasi lahirnya karya-karya Melayu klasik. Tanpa pengaruh Persia, kita mungkin tidak akan mengenal istilah "Punggawa", "Pahlawan", atau "Dewan".
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
Rekomendasi
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
Dari Sampang, Rihul...
Dari Sampang, Rihul CZ Bangun Peluang Lewat Konten Digital
Berita Terkini
Perbarui IPKP PPKP Daruba,...
Perbarui IPKP PPKP Daruba, BNPP Soroti Transportasi hingga Infrastruktur Morotai
Kunjungi Lampung Tengah,...
Kunjungi Lampung Tengah, Jokowi Jajan Es Kopi dan Keripik Pisang di Sentra UMKM
Kasus Dugaan Pemerasan...
Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda, Ini Tanggapan Kuasa Hukum Tersangka
Medan Tuan Rumah Rakernas...
Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026, Momentum Rebranding Citra Kota
Rembug Tani Jabar di...
Rembug Tani Jabar di Tasikmalaya, Apkarindo Perkuat Sinergi Demi Masa Depan Karet Rakyat
Mahasiswa Gelar Solidarity...
Mahasiswa Gelar Solidarity Campaign di Area CFD Sudirman-MH Thamrin, Buka Percakapan dengan Rakyat
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved