Gubernur Pramono Ungkap Modernisasi Halal Bihalal oleh Muhammadiyah
Sabtu, 04 April 2026 - 11:49 WIB
loading...
A
A
A
"Tepatnya pada 1926 atau bertepatan dengan 1 Syawal 1344 Hijriah, istilah 'Halal Bihalal' kembali muncul dalam Suara Muhammadiyah. Dalam edisi tersebut, istilah ini digunakan lebih jelas sebagai ajakan untuk bersilaturahmi, meski masih sebatas gagasan internal dan belum menjadi keputusan resmi organisasi," katanya.
Popularitas istilah ini mulai meluas secara nasional pada tahun 1948. Saat itu, tokoh Nahdlatul Ulama KH. Wahab Chasbullah bersama Presiden Soekarno mempopulerkannya dalam konteks politik dan kebangsaan di Istana Negara.
Abu Bakar mengatakan, pertemuan silaturahim yang digelar pada hari ini memiliki nilai strategis, karena mampu memperkuat rahmah, yaitu mempererat hubungan yang dilandasi kasih sayang dan kepedulian, tidak hanya dalam ikatan darah, tetapi juga dalam relasi sosial yang lebih luas.
Selain itu juga memperkuat ukhuwah, baik ukhuwah Islamiyah (hubungan sesama Muslim) maupun ukhuwah insaniyah (hubungan sesama manusia), sehingga tercipta kebersamaan dan harmoni dalam kehidupan bermasyarakat.
"Pertemuan ini juga memperkuat niat untuk saling memaafkan dan melakukan ishlah (perbaikan hubungan), sekaligus membersihkan hati yang telah ditempa melalui tarbiyah selama satu bulan penuh lewat ibadah puasa dan berbagai amalan di bulan Ramadan," katanya.
Popularitas istilah ini mulai meluas secara nasional pada tahun 1948. Saat itu, tokoh Nahdlatul Ulama KH. Wahab Chasbullah bersama Presiden Soekarno mempopulerkannya dalam konteks politik dan kebangsaan di Istana Negara.
Abu Bakar mengatakan, pertemuan silaturahim yang digelar pada hari ini memiliki nilai strategis, karena mampu memperkuat rahmah, yaitu mempererat hubungan yang dilandasi kasih sayang dan kepedulian, tidak hanya dalam ikatan darah, tetapi juga dalam relasi sosial yang lebih luas.
Selain itu juga memperkuat ukhuwah, baik ukhuwah Islamiyah (hubungan sesama Muslim) maupun ukhuwah insaniyah (hubungan sesama manusia), sehingga tercipta kebersamaan dan harmoni dalam kehidupan bermasyarakat.
"Pertemuan ini juga memperkuat niat untuk saling memaafkan dan melakukan ishlah (perbaikan hubungan), sekaligus membersihkan hati yang telah ditempa melalui tarbiyah selama satu bulan penuh lewat ibadah puasa dan berbagai amalan di bulan Ramadan," katanya.
(abd)
Lihat Juga :