Kapolda Metro dan Pangdam Jaya Pantau Operasi Yustisi di Jakarta Utara
Jum'at, 18 September 2020 - 19:21 WIB
loading...
Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengunjungi Pos Operasi Yustisi di Danau Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara Jumat (18/9/2020). SINDOnews/Yohannes Tobing
A
A
A
JAKARTA - Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengunjungi Pos Operasi Yustisi di Danau Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara Jumat (18/9/2020).
Kapolda Metro Jaya, Nana Sudjana mengatakan, pemantauan ini untuk memastikan bahwa operasi berjalan dengan baik. "Hari ini sudah menginjak hari keempat, yang kita rencanakan akan digelar selama 2 minggu atau 14 hari ke depan sejak 14 sampai 27 September 2020," katanya.
Nana menuturkan, pengecekan Pos Operasi Yustisi untuk memastikan pengawasan dari pihak pemerintah beserta TNI-Polri terhadap warga yang masih melanggar protokol terkait pencegahan COVID-19.
"Kita ketahui bersama sampai saat ini peningkatan pandemi COVID-19 cukup tinggi dan wilayah DKI dan sekitarnya ini merupakan daerah berisiko tinggi," kata Nana. (Baca juga; DKI Libatkan 6.000 Personel TNI-Polri Disiplinkan Protokol Kesehatan di Pasar dan Mal )
Nana pun berharap dengan operasi Yustisi di setiap wilayah ini bisa membuat masyarakat Jakarta semakin disiplin dan sadar akan bahaya COVID-19. "Kalau tidak kita tidak memberikan shock therapy, ya masyarakat biasa-biasa saja," katanya.
Kapolda Metro Jaya, Nana Sudjana mengatakan, pemantauan ini untuk memastikan bahwa operasi berjalan dengan baik. "Hari ini sudah menginjak hari keempat, yang kita rencanakan akan digelar selama 2 minggu atau 14 hari ke depan sejak 14 sampai 27 September 2020," katanya.
Nana menuturkan, pengecekan Pos Operasi Yustisi untuk memastikan pengawasan dari pihak pemerintah beserta TNI-Polri terhadap warga yang masih melanggar protokol terkait pencegahan COVID-19.
"Kita ketahui bersama sampai saat ini peningkatan pandemi COVID-19 cukup tinggi dan wilayah DKI dan sekitarnya ini merupakan daerah berisiko tinggi," kata Nana. (Baca juga; DKI Libatkan 6.000 Personel TNI-Polri Disiplinkan Protokol Kesehatan di Pasar dan Mal )
Nana pun berharap dengan operasi Yustisi di setiap wilayah ini bisa membuat masyarakat Jakarta semakin disiplin dan sadar akan bahaya COVID-19. "Kalau tidak kita tidak memberikan shock therapy, ya masyarakat biasa-biasa saja," katanya.
Lihat Juga :