Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Bakal Naik Jadi Rp10.000-15.000
Kamis, 12 Maret 2026 - 15:08 WIB
loading...
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan trayek baru Transjabodetabek rute Blok M-Bandara Soekarno Hatta (Soetta). Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan trayek baru Transjabodetabek rute Blok M-Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Kamis (13/3/2026). Tarif awal yang ditetapkan Rp3.500 akan dinaiki menjadi Rp10.000-15.000 dalam tiga bulan ke depan.
Pramono mengatakan salah satu alasan tarif rute tersebut berbeda dengan rute lainnya adalah lantaran beban subsidi yang terlalu besar. Meski telah memberikan kisaran tarif, Pramono menyebut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih akan mengkaji tarif tetapnya.
"Karena memang bebannya terlalu berat dan juga subsidinya terlalu besar, kami akan menaikkan angkanya, range-nya antara Rp10.000 sampai dengan Rp15.000. Kami akan putuskan setelah memberikan tiket ataupun rute dengan harga Rp3.500 selama 3 bulan," ujar Pramono, Kamis (13/3/2026).
Baca juga: Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Mulai Beroperasi, Tarif Rp3.500
Selain itu, kata Pramono, bus Transjabodetabek yang memasuki area bandara juga akan dibebankan tarif parkir. Oleh karenanya, ia menilai tarif Rp10-15 ribu merupakan angka yang pas.
"Rutenya panjang, busnya baru dan khusus untuk itu, sehingga perlu biaya yang harus dikeluarkan dan juga di Terminal 1, 2, 3 tentunya juga bus parkir itu kan nggak gratis gitu ya, ada biaya-biaya yang harus ditanggung. Itulah yang sedang kami finalisasi, kami lakukan perhitungan," sambung dia.
Lihat video: Hadiah Tahun Baru! TransJakarta-MRT-LRT Jakarta Masih Gratis
Meski akan naik, Politikus PDIP itu meyakini Transjabodetabek itu masih akan menjadi pilihan utama masyarakat. Pramono menjelaskan tarif Rp10-15 ribu merupakan pilihan yang lebih murah jika dibandingkan menggunakan layanan Damri atau layanan taksi online.
"Kalau katakanlah ini bisa Rp15.000 saja dibandingkan Damri yang Rp80.000 maupun taksi yang Rp200.000 lebih ataupun melalui Gocar yang rata-rata di atas Rp125.000, saya yakin pasti ini akan menjadi favorit alternatif orang untuk menggunakan Transjabodetabek," tandas dia.
Pramono mengatakan salah satu alasan tarif rute tersebut berbeda dengan rute lainnya adalah lantaran beban subsidi yang terlalu besar. Meski telah memberikan kisaran tarif, Pramono menyebut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih akan mengkaji tarif tetapnya.
"Karena memang bebannya terlalu berat dan juga subsidinya terlalu besar, kami akan menaikkan angkanya, range-nya antara Rp10.000 sampai dengan Rp15.000. Kami akan putuskan setelah memberikan tiket ataupun rute dengan harga Rp3.500 selama 3 bulan," ujar Pramono, Kamis (13/3/2026).
Baca juga: Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Mulai Beroperasi, Tarif Rp3.500
Selain itu, kata Pramono, bus Transjabodetabek yang memasuki area bandara juga akan dibebankan tarif parkir. Oleh karenanya, ia menilai tarif Rp10-15 ribu merupakan angka yang pas.
"Rutenya panjang, busnya baru dan khusus untuk itu, sehingga perlu biaya yang harus dikeluarkan dan juga di Terminal 1, 2, 3 tentunya juga bus parkir itu kan nggak gratis gitu ya, ada biaya-biaya yang harus ditanggung. Itulah yang sedang kami finalisasi, kami lakukan perhitungan," sambung dia.
Lihat video: Hadiah Tahun Baru! TransJakarta-MRT-LRT Jakarta Masih Gratis
Meski akan naik, Politikus PDIP itu meyakini Transjabodetabek itu masih akan menjadi pilihan utama masyarakat. Pramono menjelaskan tarif Rp10-15 ribu merupakan pilihan yang lebih murah jika dibandingkan menggunakan layanan Damri atau layanan taksi online.
"Kalau katakanlah ini bisa Rp15.000 saja dibandingkan Damri yang Rp80.000 maupun taksi yang Rp200.000 lebih ataupun melalui Gocar yang rata-rata di atas Rp125.000, saya yakin pasti ini akan menjadi favorit alternatif orang untuk menggunakan Transjabodetabek," tandas dia.
(cip)
Lihat Juga :