PR Besar, Ribuan Kilometer Jalan di Jabar Minim Fasilitas Lalu Lintas
Jum'at, 18 September 2020 - 09:26 WIB
loading...
A
A
A
"Terutama Ciayumanjakuning, di situ kita punya kawasan strategis Segitiga Rebana (Cirebon-Majalengka-Subang). Nah ini jalan provinsinya masih banyak yang gelap, tidak bermarka dan berambu, mungkin perlu kita kejar," ujarnya.
Hery menyadari bahwa keberadaan fasilitas lalu lintas berkaitan erat dengan keselamatan pengguna jalan menjadi salah satu tugas pokok dan fungsi Dishub Jabar. Pihaknya pun terus berupaya menekan potensi kecelakaan lalu lintas, seperti pemasangan roller berrier di Tanjakan Cikidang, Kabupaten Sukabumi beberapa waktu lalu.
"Lumayan lah, sekarang sudah ada 9 titik yang menggunakan roller barier. Kemarin di Cikidang kan berfungsi ya, ada truk yang menabrak, tapi dia tidak fatal karena terbantu oleh roller barrier. Nah, hal-hal seperti itu harus dilanjutkan dan saat ini PR kita masih panjang," bebernya.
Meski begitu, lanjut Hery, tahun ini, upaya percepatan penyediaan fasilitas lalu lintas di Jabar tersendat menyusul refocusing anggaran untuk penanganan pandemi COVID-19 yang menuntut pihaknya merasionalkan anggaran.(Baca juga: Pemerintah Mesti Edukasi Debitur Soal Pembiayaan Dana PEN )
Meskipun pembangunan fasilitas lalu lintas ditunda hingga 2021 nanti, pihaknya tetap akan berupaya mengejar target pemasangan fasilitas lalu lintas hingga masa jabatan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil berakhir. Menurutnya, untuk meningkatkan kuantitas fasilitas lalu lintas di Jabar, anggaran yang dibutuhkan cukup besar.
"Meningkat 1 persen saja kita butuh minimal, itu belum bicara pemasangan roller barrier ya, kita butuh Rp16 miliar," sebutnya.
Hery menyadari bahwa keberadaan fasilitas lalu lintas berkaitan erat dengan keselamatan pengguna jalan menjadi salah satu tugas pokok dan fungsi Dishub Jabar. Pihaknya pun terus berupaya menekan potensi kecelakaan lalu lintas, seperti pemasangan roller berrier di Tanjakan Cikidang, Kabupaten Sukabumi beberapa waktu lalu.
"Lumayan lah, sekarang sudah ada 9 titik yang menggunakan roller barier. Kemarin di Cikidang kan berfungsi ya, ada truk yang menabrak, tapi dia tidak fatal karena terbantu oleh roller barrier. Nah, hal-hal seperti itu harus dilanjutkan dan saat ini PR kita masih panjang," bebernya.
Meski begitu, lanjut Hery, tahun ini, upaya percepatan penyediaan fasilitas lalu lintas di Jabar tersendat menyusul refocusing anggaran untuk penanganan pandemi COVID-19 yang menuntut pihaknya merasionalkan anggaran.(Baca juga: Pemerintah Mesti Edukasi Debitur Soal Pembiayaan Dana PEN )
Meskipun pembangunan fasilitas lalu lintas ditunda hingga 2021 nanti, pihaknya tetap akan berupaya mengejar target pemasangan fasilitas lalu lintas hingga masa jabatan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil berakhir. Menurutnya, untuk meningkatkan kuantitas fasilitas lalu lintas di Jabar, anggaran yang dibutuhkan cukup besar.
"Meningkat 1 persen saja kita butuh minimal, itu belum bicara pemasangan roller barrier ya, kita butuh Rp16 miliar," sebutnya.
Lihat Juga :