AHY Sebut Jakarta Butuh Ruang Kreatif untuk Anak Muda
Jum'at, 06 Maret 2026 - 13:55 WIB
loading...
A
A
A
Lihat video: Atraksi Imlek Meriahkan Libur Panjang, Festival Pecinan & Barongsai Ramaikan Jakarta
“Saya senang tadi anak-anak muda generasi Z menyampaikan aspirasi bahwa pembangunan infrastruktur itu harus menyentuh semua sektor. Selain infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan, kita juga harus memperhatikan sektor pendidikan agar semakin baik, termasuk fasilitas kesehatan yang harus semakin mudah diakses seluruh masyarakat,” katanya.
AHY menilai kota modern tidak hanya ditandai dengan pembangunan fisik, tetapi juga hadirnya ruang bagi anak muda untuk berkembang dan berkreasi. Menurut AHY, pemerintah ke depan juga perlu menghadirkan lebih banyak sentra kreatif yang memberi ruang luas bagi generasi muda, terutama di Jakarta, untuk mengekspresikan gagasan dan karya mereka.
“Kita berharap ke depan hadir sentra-sentra kreatif yang memberikan ruang lega bagi generasi muda Indonesia, khususnya di Jakarta, untuk terus berkreasi dan mengekspresikan karya-karyanya. Ini adalah ciri kota modern dan kota maju,” imbuhnya.
Menurut AHY, aspirasi generasi muda harus benar-benar menjadi bagian dari proses pengambilan kebijakan agar pembangunan tidak hanya menjadikan mereka sebagai objek.
“Dengan begitu kebijakan yang dihasilkan benar-benar merepresentasikan dan mengakomodasi aspirasi, termasuk generasi muda. Mereka tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subyek pembangunan,” ujarnya.
Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta, Mujiyono, menilai gagasan pembangunan yang melibatkan generasi muda sejalan dengan kebutuhan Jakarta sebagai kota global. Menurut Mujiyono, ruang kreatif dan infrastruktur sosial menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem kota yang ramah bagi anak muda.
“Jakarta membutuhkan lebih banyak ruang kreatif dan fasilitas publik yang mendukung aktivitas generasi muda. Aspirasi anak-anak muda harus menjadi bagian penting dalam perencanaan pembangunan kota,” kata Mujiyono.
Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi kunci agar pembangunan yang dirancang benar-benar berdampak bagi masyarakat, terutama generasi muda yang akan menjadi motor pembangunan di masa depan.
“Saya senang tadi anak-anak muda generasi Z menyampaikan aspirasi bahwa pembangunan infrastruktur itu harus menyentuh semua sektor. Selain infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan, kita juga harus memperhatikan sektor pendidikan agar semakin baik, termasuk fasilitas kesehatan yang harus semakin mudah diakses seluruh masyarakat,” katanya.
AHY menilai kota modern tidak hanya ditandai dengan pembangunan fisik, tetapi juga hadirnya ruang bagi anak muda untuk berkembang dan berkreasi. Menurut AHY, pemerintah ke depan juga perlu menghadirkan lebih banyak sentra kreatif yang memberi ruang luas bagi generasi muda, terutama di Jakarta, untuk mengekspresikan gagasan dan karya mereka.
“Kita berharap ke depan hadir sentra-sentra kreatif yang memberikan ruang lega bagi generasi muda Indonesia, khususnya di Jakarta, untuk terus berkreasi dan mengekspresikan karya-karyanya. Ini adalah ciri kota modern dan kota maju,” imbuhnya.
Menurut AHY, aspirasi generasi muda harus benar-benar menjadi bagian dari proses pengambilan kebijakan agar pembangunan tidak hanya menjadikan mereka sebagai objek.
“Dengan begitu kebijakan yang dihasilkan benar-benar merepresentasikan dan mengakomodasi aspirasi, termasuk generasi muda. Mereka tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subyek pembangunan,” ujarnya.
Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta, Mujiyono, menilai gagasan pembangunan yang melibatkan generasi muda sejalan dengan kebutuhan Jakarta sebagai kota global. Menurut Mujiyono, ruang kreatif dan infrastruktur sosial menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem kota yang ramah bagi anak muda.
“Jakarta membutuhkan lebih banyak ruang kreatif dan fasilitas publik yang mendukung aktivitas generasi muda. Aspirasi anak-anak muda harus menjadi bagian penting dalam perencanaan pembangunan kota,” kata Mujiyono.
Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi kunci agar pembangunan yang dirancang benar-benar berdampak bagi masyarakat, terutama generasi muda yang akan menjadi motor pembangunan di masa depan.
Lihat Juga :