Perkuat Rehabilitasi Mangrove di Kalimantan, Kemenhut Galakkan Program M4CR
Sabtu, 28 Februari 2026 - 21:17 WIB
loading...
A
A
A
Manager M4CR Kalimantan Utara Asman Azis mengatakan, penandatanganan SPKS tersebut menjadi langkah awal dimulainya kegiatan rehabilitasi mangrove secara bertahap di lapangan. “Kami memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai standar teknis dan target luasan yang telah ditetapkan, dengan tetap memperhatikan kesiapan kelompok dan kondisi lokasi,” ujarnya.
Pendekatan silvofishery memungkinkan penanaman mangrove dilakukan tanpa menghentikan aktivitas budidaya tambak masyarakat. Dengan demikian, fungsi ekologis pesisir tetap terjaga sekaligus mempertahankan sumber penghidupan masyarakat.
Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Mahakam Berau menyatakan bahwa pola tersebut mendorong keseimbangan antara pemulihan lingkungan dan produktivitas usaha masyarakat. “Rehabilitasi mangrove dapat berjalan seiring dengan keberlanjutan usaha tambak. Mangrove tumbuh, dan kegiatan budidaya tetap berlangsung,” jelasnya.
Sejak program M4CR berjalan, rehabilitasi mangrove di Kalimantan Utara telah mencapai 6.543 hektare dengan melibatkan 45 kelompok masyarakat dan 2.115 warga pesisir. Penanaman lebih dari 5,6 juta batang bibit mangrove.
Sementara itu di Kalimantan Timur, program M4CR difokuskan pada kawasan pesisir Delta Mahakam, yang memiliki ekosistem mangrove luas namun menghadapi tekanan akibat perubahan fungsi lahan. Program ini mengintegrasikan rehabilitasi mangrove dengan penguatan kapasitas masyarakat melalui Sekolah Lapang (SL) penanaman mangrove dan penghidupan (livelihood), serta dukungan pengembangan usaha melalui skema Matching Grant bagi kelompok masyarakat pesisir.
Pendekatan silvofishery memungkinkan penanaman mangrove dilakukan tanpa menghentikan aktivitas budidaya tambak masyarakat. Dengan demikian, fungsi ekologis pesisir tetap terjaga sekaligus mempertahankan sumber penghidupan masyarakat.
Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Mahakam Berau menyatakan bahwa pola tersebut mendorong keseimbangan antara pemulihan lingkungan dan produktivitas usaha masyarakat. “Rehabilitasi mangrove dapat berjalan seiring dengan keberlanjutan usaha tambak. Mangrove tumbuh, dan kegiatan budidaya tetap berlangsung,” jelasnya.
Sejak program M4CR berjalan, rehabilitasi mangrove di Kalimantan Utara telah mencapai 6.543 hektare dengan melibatkan 45 kelompok masyarakat dan 2.115 warga pesisir. Penanaman lebih dari 5,6 juta batang bibit mangrove.
Sementara itu di Kalimantan Timur, program M4CR difokuskan pada kawasan pesisir Delta Mahakam, yang memiliki ekosistem mangrove luas namun menghadapi tekanan akibat perubahan fungsi lahan. Program ini mengintegrasikan rehabilitasi mangrove dengan penguatan kapasitas masyarakat melalui Sekolah Lapang (SL) penanaman mangrove dan penghidupan (livelihood), serta dukungan pengembangan usaha melalui skema Matching Grant bagi kelompok masyarakat pesisir.
Lihat Juga :