Pasokan Biodesel Dukung Pengembangan Swasembada Energi

Kamis, 26 Februari 2026 - 08:09 WIB
loading...
Pasokan Biodesel Dukung...
Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) menyelenggarakan kegiatan PYC Talks Volume 1 dengan tema Diseminasi Studi: Analisis Rantai Pasok Biodiesel di Kantor Purnomo Yusgiantoro Center, Jakarta Selatan. Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) menyelenggarakan kegiatan “PYC Talks Volume 1” dengan tema “Diseminasi Studi: Analisis Rantai Pasok Biodiesel” di Kantor Purnomo Yusgiantoro Center, Jakarta Selatan, Selasa, 24 Februari 2026.

Acara ini merupakan bagian dari agenda rutin PYC untuk memaparkan hasil kajian mendalam mengenai dinamika rantai pasok biodiesel nasional sekaligus merumuskan rekomendasi kebijakan yang relevan guna mendukung agenda swasembada energi Indonesia.

Ketua Umum Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) Filda C Yusgiantoro menuturkan pengembangan biodiesel merupakan salah satu opsi strategis untuk menurunkan impor minyak mentah dan BBM. “Keberhasilan kebijakan biodiesel sangat bergantung pada dukungan regulasi dan koordinasi lintas sektor guna mengatasi tantangan rantai pasok, mulai dari produktivitas lahan, alokasi CPO, hingga kesiapan infrastruktur distribusi,” ujarnya.

Baca juga: Pertamina Hulu Energi Tegaskan Komitmen Wujudkan Swasembada Energi Nasional

Direktur Bioenergi Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Edi Wibowo menekankan program mandatori biodiesel merupakan upaya strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan bahan bakar nabati berbasis sawit.

Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kesiapan rantai pasok biodiesel, mulai dari ketersediaan CPO, kapasitas produksi, hingga koordinasi dari hulu ke hilir. Tantangan muncul karena CPO juga dibutuhkan untuk pangan dan ekspor serta mayoritas perkebunan dikelola swasta.

Dalam sesi panel, PYC dan IREEM memaparkan hasil kolaborasi studi yang menggunakan pendekatan pemodelan system dynamics untuk memproyeksikan kemampuan rantai pasok biodiesel dalam mendukung pemenuhan target bauran energi nasional.

Research Coordinator PYC Massita Ayu Cindy menyampaikan rekomendasi kebijakan utama yaitu B40 dipertahankan sebagai baseline mandatori. Hasil pemodelan menunjukkan pada baseline B40, rasio supply-demand biodiesel turun di bawah 100% mulai sekitar 2042.

Sementara, skenario eskalasi blending B50–B90 mempercepat tekanan sistem, di mana rasio supply-demand biodiesel turun di bawah 100% mulai 2030, sehingga kebijakan di atas B40 secara praktis mempercepat risiko defisit pasokan.

PYC Talks Vol 1 ini juga diperkaya oleh diskusi dan tanggapan dari Kementerian Pertanian, Lemigas, Apkasindo, serta Gaikindo. Ketua Kelompok Budidaya Kelapa Sawit Togu Rudianto Saragih, Direktorat Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian memberikan tanggapannya bahwa penguatan rantai pasok biodiesel harus diawali dari perbaikan sektor hulu sawit melalui tata kelola yang baik serta implementasi B50 perlu pertimbangaan yang matang.

Ketua Umum Apkasindo Gulat ME Manurung menyampaikan perhatiannya terkait peran para pemangku jabatan yang perlu meningkatkan fokusnya kepada hal-hal esensial pada proses produksi biodiesel.

Dari sisi hilir, Koordinator Pengujian Aplikasi Produk Lemigas Cahyo S Wibowo memberikan pandangan bahwa Lemigas telah melakukan banyak uji teknis terkait kompatibilitas mesin dalam implementasi biodiesel, bahkan negara lain juga banyak melakukan studi terhadap Indonesia.

Abdul Rochim selaku Anggota Kelompok Kerja II: Energi Terbarukan GAIKINDO mengapresiasi inovator biodiesel Indonesia yang selalu gigih dalam melakukan penelitian yang komprehensif sehingga kualitas produksi biodiesel di Indonesia semakin meningkat dan menepis keraguan dunia atas kredibilitas Indonesia dalam memproduksi biodiesel.

Tanggapan ini sangat bermanfaat bagi kajian yang dilakukan, sehingga dapat mendukung perumusan kebijakan biodiesel untuk mendukung ketahanan energi nasional yang berkelanjutan. PYC Talks mengukuhkan kembali komitmen PYC dalam mendukung pengembangan kebijakan energi berkelanjutan yang inklusif dan berbasis inovasi serta sejalan dengan tujuan pembangunan nasional.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
AKLI Siap Dukung Percepatan...
AKLI Siap Dukung Percepatan Pengembangan Energi Listrik Nasional
10 Provinsi Sepakat...
10 Provinsi Sepakat Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi di Rakergub FKD-MPU 2026
ANDALAS Forum VI Digelar...
ANDALAS Forum VI Digelar di Palembang, Sinergi Energi Jadi Sorotan
Dampingi Presiden Resmikan...
Dampingi Presiden Resmikan RDMP Balikpapan, AHY: Bangun Kemandirian Energi Nasional
Warga Garut Diajak Hemat...
Warga Garut Diajak Hemat Energi
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
Hadapi Dinamika Pasar...
Hadapi Dinamika Pasar Energi Global, PLN EPI Perkuat Kompetensi SDM
Rekomendasi
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Permintaan Hunian Tetap...
Permintaan Hunian Tetap Tinggi, Alam Sutera Kembangkan Kawasan Residensial Baru
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
Berita Terkini
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
Bea Cukai Bali Nusra...
Bea Cukai Bali Nusra Musnahkan Barang Ilegal Senilai Lebih dari Rp11,2 Miliar
Infografis
10 Fakta Konflik AS...
10 Fakta Konflik AS - Venezuela: Perebutan Pengaruh dan Energi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved