Satgas Ops Damai Cartenz Buru Penyerang Pos Pengamanan di Nabire yang Tewaskan 2 Orang
Minggu, 22 Februari 2026 - 23:58 WIB
loading...
Satgas Operasi Damai Cartenz melakukan pengejaran terhadap pelaku penyerangan bersenjata di Pos Pengamanan PT Kristal Kilometer 38, Kampung Lagari Jaya, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire. Foto/SindoNews
A
A
A
PAPUA - Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz melakukan pengejaran terhadap pelaku atas insiden penyerangan bersenjata di Pos Pengamanan PT Kristal Kilometer 38, Kampung Lagari Jaya, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire pada Sabtu, 21 Februari 2026. Peristiwa ini mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan kerusakan pada fasilitas perusahaan.
Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan pihaknya langsung melaksanakan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah adanya laporan penyerang. Aparat juga melaksanakan pengamanan di lokasi serta mengevakuasi korban.
“Kami mengucapkan belasungkawa atas kejadian yang menimpa kedua korban. Begitu menerima laporan, Satgas Ops Damai Cartenz bersama Polres Nabire langsung menuju TKP untuk melakukan pengamanan, olah tempat kejadian perkara, serta mengevakuasi korban,” kata Yusuf, Minggu (22/2/2026).
Baca juga: Pos Pengamanan di Nabire Ditembaki dan Dibakar, 2 Orang Ditemukan Tewas
Yusuf menjelaskan, petugas menemukan dua jenazah dalam kondisi hangus terbakar di antara runtuhan bangunan. Kedua jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Nabire untuk proses identifikasi dan autopsi.
Selain itu, petugas juga menemukan satu unit kendaraan milik perusahaan dengan kondisi empat lubang bekas tembakan. Kerusakan juga terlihat pada bagian radiator mesin yang berlubang akibat proyektil.
Kendati demikian, selongsong peluru belum ditemukan di sekitar lokasi, karena diduga penembakan dilakukan dari jarak sekitar 50 hingga 100 meter. Polisi sejauh ini telah melakukan pemeriksaan saksi dari empat orang pegawai perusahaan.
Lihat video: Dua Anggota KKB Penebar Teror Ditangkap, Aparat Ungkap Perannya
Adapun, berdasarkan keterangan saksi, penyerangan didahului dengan suara tembakan, dan terlihat sekitar tiga pelaku di lokasi kejadian. Jumlah tersebut masih dalam pendalaman lebih lanjut.
Terkait klaim tanggung jawab yang beredar di media sosial, aparat menegaskan tidak serta-merta menyimpulkan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi. Proses penyelidikan tetap dilakukan secara profesional dengan mengedepankan alat bukti dan hasil investigasi lapangan.
“Kami tidak mendasarkan kesimpulan pada klaim sepihak. Seluruh proses berjalan sesuai prosedur dan berbasis bukti,” ucap Yusuf.
Pihak kepolisian juga mendalami informasi mengenai dugaan perampasan senjata. Namun hingga saat ini dipastikan tidak ada anggota Polri yang bertugas melakukan penjagaan di lokasi PT tersebut, sehingga informasi terkait senjata masih dalam proses penyidikan.
Sedangkan, Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, menegaskan aparat akan menindaklanjuti kasus ini secara tegas dan terukur.
“Kami mengecam tindakan kekerasan yang menimbulkan korban jiwa. Penegakan hukum akan dilakukan secara profesional dan proporsional. Negara harus hadir untuk memastikan rasa aman bagi masyarakat serta menjaga stabilitas wilayah,” ujarnya.
Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menyampaikan upaya pengejaran terhadap para pelaku telah dilakukan sejak hari kejadian. Aparat juga melakukan pemetaan serta profiling terhadap kelompok yang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut.
“Langkah-langkah pengamanan dan pengejaran terus kami lakukan secara terkoordinasi. Selain itu, tim juga mendalami motif serta kemungkinan keterkaitan dengan jaringan kelompok bersenjata di wilayah ini,” katanya.
Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan pihaknya langsung melaksanakan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah adanya laporan penyerang. Aparat juga melaksanakan pengamanan di lokasi serta mengevakuasi korban.
“Kami mengucapkan belasungkawa atas kejadian yang menimpa kedua korban. Begitu menerima laporan, Satgas Ops Damai Cartenz bersama Polres Nabire langsung menuju TKP untuk melakukan pengamanan, olah tempat kejadian perkara, serta mengevakuasi korban,” kata Yusuf, Minggu (22/2/2026).
Baca juga: Pos Pengamanan di Nabire Ditembaki dan Dibakar, 2 Orang Ditemukan Tewas
Yusuf menjelaskan, petugas menemukan dua jenazah dalam kondisi hangus terbakar di antara runtuhan bangunan. Kedua jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Nabire untuk proses identifikasi dan autopsi.
Selain itu, petugas juga menemukan satu unit kendaraan milik perusahaan dengan kondisi empat lubang bekas tembakan. Kerusakan juga terlihat pada bagian radiator mesin yang berlubang akibat proyektil.
Kendati demikian, selongsong peluru belum ditemukan di sekitar lokasi, karena diduga penembakan dilakukan dari jarak sekitar 50 hingga 100 meter. Polisi sejauh ini telah melakukan pemeriksaan saksi dari empat orang pegawai perusahaan.
Lihat video: Dua Anggota KKB Penebar Teror Ditangkap, Aparat Ungkap Perannya
Adapun, berdasarkan keterangan saksi, penyerangan didahului dengan suara tembakan, dan terlihat sekitar tiga pelaku di lokasi kejadian. Jumlah tersebut masih dalam pendalaman lebih lanjut.
Terkait klaim tanggung jawab yang beredar di media sosial, aparat menegaskan tidak serta-merta menyimpulkan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi. Proses penyelidikan tetap dilakukan secara profesional dengan mengedepankan alat bukti dan hasil investigasi lapangan.
“Kami tidak mendasarkan kesimpulan pada klaim sepihak. Seluruh proses berjalan sesuai prosedur dan berbasis bukti,” ucap Yusuf.
Pihak kepolisian juga mendalami informasi mengenai dugaan perampasan senjata. Namun hingga saat ini dipastikan tidak ada anggota Polri yang bertugas melakukan penjagaan di lokasi PT tersebut, sehingga informasi terkait senjata masih dalam proses penyidikan.
Sedangkan, Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, menegaskan aparat akan menindaklanjuti kasus ini secara tegas dan terukur.
“Kami mengecam tindakan kekerasan yang menimbulkan korban jiwa. Penegakan hukum akan dilakukan secara profesional dan proporsional. Negara harus hadir untuk memastikan rasa aman bagi masyarakat serta menjaga stabilitas wilayah,” ujarnya.
Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menyampaikan upaya pengejaran terhadap para pelaku telah dilakukan sejak hari kejadian. Aparat juga melakukan pemetaan serta profiling terhadap kelompok yang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut.
“Langkah-langkah pengamanan dan pengejaran terus kami lakukan secara terkoordinasi. Selain itu, tim juga mendalami motif serta kemungkinan keterkaitan dengan jaringan kelompok bersenjata di wilayah ini,” katanya.
(cip)
Lihat Juga :