Ramadan, Baznas Gelar Pesantren Jalan Cahaya di 11 Provinsi
Minggu, 22 Februari 2026 - 21:36 WIB
loading...
A
A
A
“Kami ingin menyasar komunitas-komunitas yang terabaikan dari sentuhan dakwah. Harapannya mereka bisa kembali menemukan cahaya – cahaya zakat dan cahaya ilahiyah – agar semakin dekat kepada Allah SWT,” jelas Farid.
Farid menambahkan, pembinaan selama Ramadan ini akan menjadi pintu masuk untuk program lanjutan melalui pendekatan Zakat Community Development, mencakup pemberdayaan ekonomi dan sosial agar perubahan yang dibangun bersifat berkelanjutan. Program ini turut menggandeng sejumlah mitra, salah satunya Yayasan Insan Kudama (Kumpulan Da'i Muda) Indonesia.
Ketua Yayasan Insan Kudama Indonesia, M. Ali Mahfudz, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut. “Kami sangat terbantu dengan adanya program ini, khususnya dalam mendampingi masyarakat rentan. Harapannya kolaborasi ini terus berlanjut dan semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya,” katanya.
Salah satu peserta, Puji, mengaku senang dan berharap kegiatan serupa terus dilakukan. “Alhamdulillah senang dengan adanya program BAZNAS ini. Selain beribadah di bulan Ramadan, kami bisa mempererat silaturahmi dan menimba ilmu agama. Semoga tidak hanya di bulan Ramadan saja,” ujarnya.
Melalui Pesantren Jalan Cahaya, Baznas RI menegaskan komitmennya menghadirkan dakwah yang inklusif dan berkelanjutan, sehingga zakat menjadi instrumen perubahan bagi masyarakat marjinal di berbagai daerah Indonesia.
Farid menambahkan, pembinaan selama Ramadan ini akan menjadi pintu masuk untuk program lanjutan melalui pendekatan Zakat Community Development, mencakup pemberdayaan ekonomi dan sosial agar perubahan yang dibangun bersifat berkelanjutan. Program ini turut menggandeng sejumlah mitra, salah satunya Yayasan Insan Kudama (Kumpulan Da'i Muda) Indonesia.
Ketua Yayasan Insan Kudama Indonesia, M. Ali Mahfudz, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut. “Kami sangat terbantu dengan adanya program ini, khususnya dalam mendampingi masyarakat rentan. Harapannya kolaborasi ini terus berlanjut dan semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya,” katanya.
Salah satu peserta, Puji, mengaku senang dan berharap kegiatan serupa terus dilakukan. “Alhamdulillah senang dengan adanya program BAZNAS ini. Selain beribadah di bulan Ramadan, kami bisa mempererat silaturahmi dan menimba ilmu agama. Semoga tidak hanya di bulan Ramadan saja,” ujarnya.
Melalui Pesantren Jalan Cahaya, Baznas RI menegaskan komitmennya menghadirkan dakwah yang inklusif dan berkelanjutan, sehingga zakat menjadi instrumen perubahan bagi masyarakat marjinal di berbagai daerah Indonesia.
(cip)
Lihat Juga :