Petani Sayuran di Jabar dan Jateng Siap Jaga Pasokan Selama Ramadan dan Lebaran

Minggu, 22 Februari 2026 - 19:13 WIB
loading...
Petani Sayuran di Jabar...
Petani sayuran di sejumlah sentra produksi di Jabar dan Jateng siap menjaga pasokan pangan segar selama Ramadan dan Idulfitri. Foto/istimewa
A A A
JABAR - Memasuki bulan puasa hingga Hari Raya Idulfitri, petani sayuran di sejumlah sentra produksi bersiap menjaga pasokan pangan segar. Namun, ditengah upaya memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat, petani dihadapkan curah hujan tinggi yang memicu beragam penyakit tanaman dan dinamika harga di pasar.

Tantangan yang dihadapi petani ini mencerminkan kompleksitas sistem pangan Indonesia yang saling terhubung dari hulu hingga hilir.

Petani sayur asal Cianjur, Jawa Barat Didin Silahudin menuturkan, persiapan panen jelang Ramadan bukanlah hal baru. Pola konsumsi masyarakat relatif bisa diprediksi, terutama untuk komoditas tertentu seperti cabai, terong dan timun.

Baca juga: Prabowo: Kita Tak Akan Merdeka Tanpa Jasa Petani

“Kami dari jauh-jauh hari sudah membuat pola tanam di mana panen direncakan untuk di bulan puasa. Umumnya untuk hari-hari besar seperti Lebaran biasanya permintaan lebih tinggi,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).

Senada, petani dari Pati, Jawa Tengah Yustam mengatakan, petani di daerahnya telah memahami pola permintaan selama puasa dan menjelang Lebaran. Yustam menegaskan curah hujan yang sangat tinggi selain memicu pertumbuhan penyakit tanaman juga membatasi jam kerja petani di lahan.

“Kami berharap pemerintah bisa menjaga agar harga jual hasil panen dapat stabil. Demikian juga dengan ketersediaan sarana produksi, seperti pupuk dan benih serta teknologi pertanian seperti alat mesin pertanian supaya kami lebih efektif dan efisien dalam produksi,” ujarnya.

Lihat video: Prabowo Gratiskan Ongkos Barang untuk Petani dan Pedagang di Kereta Khusus


Sejak awal Januari 2026 Badan Pusat Statistik (BPS) telah memberikan peringatan agar sejumlah komoditas pangan termasuk cabai rawit untuk diantisipasi karena berpotensi memicu inflasi.

“Komoditas ini mungkin dapat kita segera antisipasi, karena kita sudah mulai memasuki bulan Ramadan," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang disiarkan melalui kanal YouTube Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pertengahan Januari 2026.

Pakar pertanian IPB University Prof. Bayu Krisnamurti mengatakan, petani memegang peranan sentral dalam sistem pangan, khususnya untuk pangan segar seperti sayur dan buah. “Tanpa produksi dari petani, tidak akan ada pangan,” ujarnya.

Menurut Bayu, sistem pangan Indonesia saat ini menghadapi tantangan struktural yang semakin berat, mulai dari krisis iklim, degradasi dan keterbatasan lahan, hingga minimnya infrastruktur pendukung seperti cold chain, alat angkut, dan gudang penyimpanan.

Tantangan-tantangan ini tidak bisa diatasi hanya di tingkat petani, melainkan memerlukan pendekatan sistemik berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi. “Inovasi berbasis riset menjadi sangat penting, bahkan kritikal, untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut,” kata Bayu.

Bayu menegaskan, peran inovasi khususnya di sektor perbenihan dan penanganan pascapanen sebagai salah satu kunci keberlanjutan. Benih yang tahan kekeringan, tahan genangan, atau mampu meningkatkan produktivitas akan sangat menentukan masa depan usaha tani, terutama dalam menghadapi ketidakpastian iklim.

Corporate Secretary PT East West Seed Indonesia (Ewindo), Faisal Reza, menyampaikan peran industri perbenihan tidak hanya pada penyediaan benih, tetapi juga pada penguatan kapasitas petani melalui pendampingan.

“Kami memastikan petani memiliki akses terhadap benih sayuran yang adaptif dan produktif, sekaligus memberikan edukasi yang sesuai dan aplikatif untuk mendapatkan hasil yang optimal dari benih berkualitas yang mereka tanam,” ujarnya.

Faisal menambahkan, benih yang tepat membantu petani menyusun perencanaan tanam dan panen secara lebih terukur, termasuk untuk menghadapi periode permintaan tinggi seperti bulan puasa dan Idulfitri. Namun, penguatan sistem pangan tidak bisa berjalan secara parsial.

Menjaga pasokan pangan bukan semata soal produksi, melainkan tentang bagaimana para aktor di dalamnya bekerja bersama untuk memastikan pangan tersedia, terjangkau, dan berkelanjutan bagi masyarakat. “Ketahanan pangan nasional hanya bisa terwujud jika seluruh mata rantai mulai dari riset, industri, hingga petani saling terhubung dan saling menguatkan,” ucapnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
Peneliti MPSI: PSN Wanam...
Peneliti MPSI: PSN Wanam Jadi Penggerak Kemajuan Papua Selatan dan Ketahanan Pangan
Gelar Rakernas di Yogyakarta,...
Gelar Rakernas di Yogyakarta, APJI Perkuat Kolaborasi dan Profesionalisme
Pembudidaya Ikan Bioflok...
Pembudidaya Ikan Bioflok Karawang Sukses Wujudkan Asta Cita Presiden Prabowo
Apkarindo Gelar Rembug...
Apkarindo Gelar Rembug Petani Karet dan Ketahanan Pangan Jagung di Kaltim
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Canangkan Sensus Ekonomi...
Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sulawesi Selatan, Kepala BPS RI Gaungkan Rumus TIR
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Rekomendasi
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
Bintang Piala Dunia...
Bintang Piala Dunia 2026 Elye Wahi Diduga Terlibat Pengaturan Skor
Berita Terkini
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
Infografis
Bacaan Niat Puasa Ramadan...
Bacaan Niat Puasa Ramadan untuk Harian dan Sebulan Penuh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved