80 RT di Jakarta Masih Tergenang, Terbanyak di Jaktim
Jum'at, 20 Februari 2026 - 22:51 WIB
loading...
Banjir di Jalan Pulo Nangka, Cengkareng, Jakarta Barat, pada hari kedua bulan Ramadan 1447 H, Jumat (20/2/2026). Foto/Dok SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Sebanyak 80 Rukun Tetangga (RT) di wilayah Jakarta masih tergenang air hingga Jumat (20/2/2026) pukul 22.00 WIB. Hal itu disampaikan Kapusdatin BPBD DKI Jakarta Mohammad Yohan.
"Berdasarkan data pukul 22.00 WIB, BPBD mencatat saat ini terdapat 80 RT masih tergenang," ujarnya kepada wartawan, Jumat (20/2/2026).
Menurutnya, 80 RT tersebut rinciannya ada 27 RT di wilayah Jakarta Barat, yakni 11 RT di Kedaung Kali Angke, 11 di RT Rawa Buaya, dan 5 RT di Kedoya Selatan dengan ketinggian 30-80 cm imbas curah hujan dan luapan Kali Angke. Lalu, 8 RT di wilayah Jakarta Selatan, yakni 1 RT di Tanjung Barat, 3 RT di Rawajati, 3 RT di Pesanggrahan, 3 RT di Bintaro, dan 1 RT di Pejaten Timur dengan ketinggian 30-80 cm imbas curah hujan, luapan Kali Ciliwung, dan Kali Pesanggrahan .
Baca Juga: Setahun Pimpin Jakarta, Pramono Akui Banjir dan Kemacetan Masih Jadi PR
Selanjutnya, 45 RT d wilayah Jakarta Timur, yakni 16 RT di Kampung Melayu, 19 RT di Bidara Cina, 1 RT di Balekambang, 7 RT di Cawang, dan 2 RT di Cililitan dengan ketinggian 40-150 cm. Genangan terjadi imbas curah hujan dan luapan Kali Ciliwung.
"Terdapat pengungsi sebanyak 55 KK atau 207 jiwa tersebar di Bintaro, Kedoya Selatan, dan Kembangan Selatan," tuturnya.
Dia menambahkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama dengan para lurah dan camat setempat serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas. Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat.
"BPBD DKI mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam nonstop," katanya.
"Berdasarkan data pukul 22.00 WIB, BPBD mencatat saat ini terdapat 80 RT masih tergenang," ujarnya kepada wartawan, Jumat (20/2/2026).
Menurutnya, 80 RT tersebut rinciannya ada 27 RT di wilayah Jakarta Barat, yakni 11 RT di Kedaung Kali Angke, 11 di RT Rawa Buaya, dan 5 RT di Kedoya Selatan dengan ketinggian 30-80 cm imbas curah hujan dan luapan Kali Angke. Lalu, 8 RT di wilayah Jakarta Selatan, yakni 1 RT di Tanjung Barat, 3 RT di Rawajati, 3 RT di Pesanggrahan, 3 RT di Bintaro, dan 1 RT di Pejaten Timur dengan ketinggian 30-80 cm imbas curah hujan, luapan Kali Ciliwung, dan Kali Pesanggrahan .
Baca Juga: Setahun Pimpin Jakarta, Pramono Akui Banjir dan Kemacetan Masih Jadi PR
Selanjutnya, 45 RT d wilayah Jakarta Timur, yakni 16 RT di Kampung Melayu, 19 RT di Bidara Cina, 1 RT di Balekambang, 7 RT di Cawang, dan 2 RT di Cililitan dengan ketinggian 40-150 cm. Genangan terjadi imbas curah hujan dan luapan Kali Ciliwung.
"Terdapat pengungsi sebanyak 55 KK atau 207 jiwa tersebar di Bintaro, Kedoya Selatan, dan Kembangan Selatan," tuturnya.
Dia menambahkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama dengan para lurah dan camat setempat serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas. Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat.
"BPBD DKI mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam nonstop," katanya.
(zik)
Lihat Juga :