Kecelakaan di Poris: Sopir Truk Diperiksa Polisi, Kereta Bandara Dibawa ke Depo
Jum'at, 20 Februari 2026 - 16:21 WIB
loading...
Petugas gabungan telah berhasil melakukan evakuasi terhadap Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta yang sempat tertemper truk trailer di lintas antara Stasiun Poris dan Stasiun Batu Ceper, Tangerang. Foto: Riyan Rizki Roshali
A
A
A
TANGERANG - Satlantas Polres Metro Tangerang Kota memeriksa saksi dan sopir truk trailer yang tertemper Kereta Api (KA) Bandara Soekarno-Hatta di lintas antara Stasiun Poris dan Stasiun Batu Ceper, Tangerang. Sedangkan kereta bandara tersebut sudah berhasil dievakuasi.
“Kita lakukan pendalaman dan pemeriksaan kepada sopir, saksi-saksi di TKP, termasuk juga petugas yang ada di perlintasan yang bertugas pada hari ini. Sementara masih kita bawa ke unit Gakkum untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Kasat Lantas Polres Metro Tangerang Kota AKBP Nopta Histaris Suzan kepada wartawan, Jumat (20/2/2026).
Dia menerangkan, dari pemeriksaan sementara dari saksi, sopir hingga kamera pengawas, belum ada upaya penutupan palang pintu. Akan tetapi, sirine sudah dibunyikan.
Baca juga: Pascainsiden Truk Tertabrak Kereta Bandara di Poris: 1 Jalur Sudah Bisa Dilalui
"Dari keterangan saksi, sopir, ataupun kami melihat langsung dari CCTV yang ada di lokasi, artinya palang pintu belum ada upaya penutupan. Masih terbuka lebar dan di CCTV juga jelas apa yang sudah terjadi sebelum ditutup itu sudah kami lihat langsung dari rekaman. Tapi, keterangan dari petugas, dia sempat lakukan upaya-upaya untuk memberi tahu masinis dan sirine sudah dibunyikan," ujar dia.
Dia menambahkan, suara sirene itu tidak dihiraukan oleh sopir truk karena dia melihat palang pintu belum ditutup. “Ada sirine, ada upaya tidak mengindahkan, namun posisi palang pintu belum tutup. Jadi, memang nanti kita harus dalami dan kita laporkan perkembangannya lebih lanjut," jelas dia.
Sebagai informasi, berdasarkan informasi resmi dari KAI Commuter, perjalanan Commuter Line Tangerang dari arah Stasiun Duri menuju Stasiun Tangerang sudah bisa melintas menggunakan satu jalur secara bergantian.
“Saat ini pukul 13.00 WIB perjalanan Commuter Line Tangerang dari arah Stasiun Duri menuju Stasiun Tangerang sudah bisa melintas dengan menggunakan satu jalur secara bergantian dengan kecepatan terbatas di lokasi,” demikian info resmi dari KAI Commuter, Jumat (20/2/2026).
Sementara itu, berdasarkan pantauan di lokasi, terlihat rangkaian kereta api commuter line melintas menuju Stasiun Tangerang dengan kecepatan terbatas. Tak hanya itu, para petugas KAI pun masih melakukan proses penanganan untuk normalisasi perjalanan Commuter Line Tangerang.
Sementara itu, berdasarkan pantauan di lokasi, Jumat (20/2/2026), terlihat KA Bandara Soekarno-Hatta yang sebelumnya sempat tertemper dan keluar dari jalur rel sudah berhasil dievakuasi. Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta itu kemudian disatukan dengan rangkaian lainnya.
Terlihat KA Bandara Soekarno-Hatta itu dievakuasi dengan cara di dorong dengan commuter lainnya. Salah satu petugas bernama Rahmat mengatakan, rangkaian KA Bandara Soetta itu selanjutnya akan dibawa ke Depo atau fasilitas khusus untuk dilakukan perbaikan.
“Sudah, sudah (berhasil dievakuasi). Dibawa ke Depo buat dibenerin,” ucap Rahmat.
Meski begitu, hingga saat ini, lajur rel kereta api yang masih bisa digunakan hanya satu. Para petugas masih melakukan perbaikan untuk normalisasi perjalanan Commuter Line Tangerang.
Sebelumnya, Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada pukul 06.05 WIB. Ia mengungkap, tabrakan tersebut berawal dari truk kontainer melaju dari arah Cipondoh menuju Daan Mogot.
“Di mana satu buah mobil kontainer dari arah Cipondoh mengarah ke Daan Mogot,” ujar dia.
Dia menerangkan, saat itu truk kontainer berukuran panjang tersebut sudah masuk ke rel kereta api. Akan tetapi, posisi dari bodi truk masih tertinggal di antara rel kereta.
“Pada saat lintasan kereta api bergerak, mobil masuk ke rel kereta api yang mana kepala mobil sudah melalui rel kereta, namun masih tertinggal bodi atau badan kontainer. Sehingga tidak sempat semuanya melaju,” ungkapnya.
Akibatnya, kecelakaan pun tak terhindarkan. Kontainer tersebut sempat tersebut 100 meter dari lintasan kereta api.
“Akhirnya badan kontainer tertabrak kereta api dan terseret kurang lebih 100 meter dari lintasan kereta api. Saat ini sedang mengevakuasi jalur rel kereta api untuk kita alihkan atau kita bersihkan lintasan kereta api supaya bisa terlintas kembali,” jelas dia.
“Kita lakukan pendalaman dan pemeriksaan kepada sopir, saksi-saksi di TKP, termasuk juga petugas yang ada di perlintasan yang bertugas pada hari ini. Sementara masih kita bawa ke unit Gakkum untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Kasat Lantas Polres Metro Tangerang Kota AKBP Nopta Histaris Suzan kepada wartawan, Jumat (20/2/2026).
Dia menerangkan, dari pemeriksaan sementara dari saksi, sopir hingga kamera pengawas, belum ada upaya penutupan palang pintu. Akan tetapi, sirine sudah dibunyikan.
Baca juga: Pascainsiden Truk Tertabrak Kereta Bandara di Poris: 1 Jalur Sudah Bisa Dilalui
"Dari keterangan saksi, sopir, ataupun kami melihat langsung dari CCTV yang ada di lokasi, artinya palang pintu belum ada upaya penutupan. Masih terbuka lebar dan di CCTV juga jelas apa yang sudah terjadi sebelum ditutup itu sudah kami lihat langsung dari rekaman. Tapi, keterangan dari petugas, dia sempat lakukan upaya-upaya untuk memberi tahu masinis dan sirine sudah dibunyikan," ujar dia.
Dia menambahkan, suara sirene itu tidak dihiraukan oleh sopir truk karena dia melihat palang pintu belum ditutup. “Ada sirine, ada upaya tidak mengindahkan, namun posisi palang pintu belum tutup. Jadi, memang nanti kita harus dalami dan kita laporkan perkembangannya lebih lanjut," jelas dia.
Sebagai informasi, berdasarkan informasi resmi dari KAI Commuter, perjalanan Commuter Line Tangerang dari arah Stasiun Duri menuju Stasiun Tangerang sudah bisa melintas menggunakan satu jalur secara bergantian.
“Saat ini pukul 13.00 WIB perjalanan Commuter Line Tangerang dari arah Stasiun Duri menuju Stasiun Tangerang sudah bisa melintas dengan menggunakan satu jalur secara bergantian dengan kecepatan terbatas di lokasi,” demikian info resmi dari KAI Commuter, Jumat (20/2/2026).
Sementara itu, berdasarkan pantauan di lokasi, terlihat rangkaian kereta api commuter line melintas menuju Stasiun Tangerang dengan kecepatan terbatas. Tak hanya itu, para petugas KAI pun masih melakukan proses penanganan untuk normalisasi perjalanan Commuter Line Tangerang.
Sementara itu, berdasarkan pantauan di lokasi, Jumat (20/2/2026), terlihat KA Bandara Soekarno-Hatta yang sebelumnya sempat tertemper dan keluar dari jalur rel sudah berhasil dievakuasi. Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta itu kemudian disatukan dengan rangkaian lainnya.
Terlihat KA Bandara Soekarno-Hatta itu dievakuasi dengan cara di dorong dengan commuter lainnya. Salah satu petugas bernama Rahmat mengatakan, rangkaian KA Bandara Soetta itu selanjutnya akan dibawa ke Depo atau fasilitas khusus untuk dilakukan perbaikan.
“Sudah, sudah (berhasil dievakuasi). Dibawa ke Depo buat dibenerin,” ucap Rahmat.
Meski begitu, hingga saat ini, lajur rel kereta api yang masih bisa digunakan hanya satu. Para petugas masih melakukan perbaikan untuk normalisasi perjalanan Commuter Line Tangerang.
Kronologi
Sebelumnya, Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada pukul 06.05 WIB. Ia mengungkap, tabrakan tersebut berawal dari truk kontainer melaju dari arah Cipondoh menuju Daan Mogot.
“Di mana satu buah mobil kontainer dari arah Cipondoh mengarah ke Daan Mogot,” ujar dia.
Dia menerangkan, saat itu truk kontainer berukuran panjang tersebut sudah masuk ke rel kereta api. Akan tetapi, posisi dari bodi truk masih tertinggal di antara rel kereta.
“Pada saat lintasan kereta api bergerak, mobil masuk ke rel kereta api yang mana kepala mobil sudah melalui rel kereta, namun masih tertinggal bodi atau badan kontainer. Sehingga tidak sempat semuanya melaju,” ungkapnya.
Akibatnya, kecelakaan pun tak terhindarkan. Kontainer tersebut sempat tersebut 100 meter dari lintasan kereta api.
“Akhirnya badan kontainer tertabrak kereta api dan terseret kurang lebih 100 meter dari lintasan kereta api. Saat ini sedang mengevakuasi jalur rel kereta api untuk kita alihkan atau kita bersihkan lintasan kereta api supaya bisa terlintas kembali,” jelas dia.
(rca)
Lihat Juga :