Banjir Merendam Pulo Nangka Cengkareng, Ketinggian Air Capai 40 Cm
Jum'at, 20 Februari 2026 - 14:31 WIB
loading...
Banjir merendam kawasan padat penduduk di Jalan Pulo Nangka, Cengkareng, Jakarta Barat, pada hari kedua bulan Ramadan 1447 H, Jumat (20/2/2026). Foto: Achmad Al Fiqri
A
A
A
JAKARTA - Banjir merendam kawasan padat penduduk di Jalan Pulo Nangka, Cengkareng, Jakarta Barat, pada hari kedua bulan Ramadan 1447 H, Jumat (20/2/2026). Air merendam kawasan itu setelah hujan tak kunjung reda sejak Kamis (19/2/2026) malam.
"Tadi pagi air masuk, dari semalam hujan nggak reda," ujar Darsih, warga setempat saat berbincang dengan SindoNews, Jumat (20/2/2026).
Selain faktor hujan, banjir juga disebabkan akibat meluapnya Kali Mookevart. Alhasil, banjir merendam kawasan eetempat dengan ketinggian air mencapai 40 sentimeter.
Baca juga: Pasar Cipulir Banjir, Pedagang Sedih Omzet Turun Drastis
"Ini mah masih kecil (ketinggian air). Ada 30-40 sentimeter," ujar Darsih.
Bagi Darsih, banjir menjadi "langganan" tahunan ini kembali datang setelah hujan deras mengguyur sejak malam hari. Genangan air tidak hanya masuk ke rumah-rumah warga di RT 14/RW 02, tetapi juga memutus akses jalan utama di kawasan tersebut.
Kondisi ini memaksa warga untuk menerjang air keruh saat hendak keluar atau masuk rumah untuk beribadah maupun beraktivitas. Sejumlah pengendara sepeda motor terpaksa mengalami mogok mesin karena nekat menerobos genangan.
Kendati demikian, Darsih berharap pemerintah bisa memberi solusi atas masalah banjir yang ada. "Ya pengennya nggak banjir, gimana pemerintahnya, orang di sini banjir terus, iya langganan banjir," pungkasnya.
"Tadi pagi air masuk, dari semalam hujan nggak reda," ujar Darsih, warga setempat saat berbincang dengan SindoNews, Jumat (20/2/2026).
Selain faktor hujan, banjir juga disebabkan akibat meluapnya Kali Mookevart. Alhasil, banjir merendam kawasan eetempat dengan ketinggian air mencapai 40 sentimeter.
Baca juga: Pasar Cipulir Banjir, Pedagang Sedih Omzet Turun Drastis
"Ini mah masih kecil (ketinggian air). Ada 30-40 sentimeter," ujar Darsih.
Bagi Darsih, banjir menjadi "langganan" tahunan ini kembali datang setelah hujan deras mengguyur sejak malam hari. Genangan air tidak hanya masuk ke rumah-rumah warga di RT 14/RW 02, tetapi juga memutus akses jalan utama di kawasan tersebut.
Kondisi ini memaksa warga untuk menerjang air keruh saat hendak keluar atau masuk rumah untuk beribadah maupun beraktivitas. Sejumlah pengendara sepeda motor terpaksa mengalami mogok mesin karena nekat menerobos genangan.
Kendati demikian, Darsih berharap pemerintah bisa memberi solusi atas masalah banjir yang ada. "Ya pengennya nggak banjir, gimana pemerintahnya, orang di sini banjir terus, iya langganan banjir," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :