Melihat Pesona Keindahan Kediri lewat Kayuhan Sepeda
Kamis, 19 Februari 2026 - 20:23 WIB
loading...
Keindahan alam Kediri, salah satu kota tertua dan bersejarah di Indonesia khususnya di Jawa Timur sangat menakjubkan. Foto/istimewa
A
A
A
KEDIRI - Keindahan alam Kediri , salah satu kota tertua dan bersejarah di Indonesia khususnya di Jawa Timur sangat menakjubkan. Kota yang dibangun sejak abad ke-11 di masa Kerajaan Hindu ini memiliki bentangan alam yang indah.
Selain di kelilingi gunung seperti Gunung Wilis, Gunung Kelud dan sebagainya, daerah ini juga terdapat Sungai Brantas yang mengalir dari arah selatan menuju ke utara dengan jarak sebesar 7 Km. Sungai Brantas telah membagi wilayah Kota Kediri menjadi dua yaitu barat dan timur.
Keindahan Kediri diungkap Misbahuddin, konten kreator pecinta alam dan juga rekan Fiersa Besari lewat kayuhan sepeda. Dalam sebuah video berjudul Exploride yang tersemat di akun Instagram Pesona Indonesia, Misbah membawa penonton menyusuri jalan-jalan Kediri, sebuah kota yang kerap diposisikan sebagai titik singgah, bukan kota tujuan.
Baca juga: Destinasi Wisata Spiritual Paling Menarik! Temukan 9 Misteri Jayabaya di Petilasan Bersejarah Ini
Perjalanan dimulai saat mendarat di Bandara Dhoho International yang menyuguhkan layout modern berpadu dengan pewayangan Panji Asmarabangun. Kayuhan sepeda lantas membawanya berpindah dari pusat kota di Jalan Dhoho menuju Goa Selomangleng yang sunyi dan sarat akan sejarah. Goa ini pernah menjadi tempat bertapanya Dewi Kilisuci, putri Raja Airlangga. Konon katanya, Raja Airlangga bertapa pada ceruk-ceruk batu.
Dari Goa Selomangleng, kayuhan berlanjut menyusuri Gereja Puhsarang dan kemudian tiba di Kelok 9 Besuki, dengan jalanan menanjak yang menuntunnya pada Gazebo Wilis, sebuah titik pandang di kawasan lereng Gunung Wilis.
Puas menikmati sejuknya Gunung Wilis, Misbah kembali mengayuh ke arah kota. Sepedanya berhenti pada Klenteng Tjoe Hwie Kiong, sebuah klenteng tertua di Kediri yang sudah berdiri sejak abad ke-19.
Perjalanan kembali dilanjutkan semakin jauh dari pusat kota kembali menuju Goa Jegles. Sebuah goa alami dengan jalan setapak kayu menurun yang langsung disambut dengan kolam ikan koi dan sungai alami mengalir di sisinya.
Lihat video: Viral! Patung Macan Putih Kediri yang "Murah Senyum" Jadi Magnet Wisatawan
Misbah kemudian menyeberangi Alas Simbar, dan berakhir di tempat wisata ikonik Kediri, Gunung Kelud. Dirinya menyaksikan kawah dengan mendirikan tenda sambil menyantap makanan dan kopi hangat.
Exploride tidak sedang mencoba “menjual” Kediri, melainkan mengajak penonton untuk bersepeda, mengelilingi kota, dan membiarkan tempat-tempat wisata memperkenalkan keelokannya masing-masing. Exploride dibuat oleh Polygon Bikes--brand sepeda asal Indonesia--yang bekerja sama dengan Pemda Kediri dan juga para kreator lainya.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mendukung baik setiap inisiasi untuk mengangkat citra daerahnya. Dia juga menegaskan akan memberikan sarana-prasarana terbaik untuk beberapa destinasi wisata ikonik Kediri.
“Beberapa wisata unggulan di Kabupaten Kediri harus dilakukan pembenahan dari berbagai sektor, mulai aksesibilitas hingga fasilitas pendukung,” kata pria yang akrab disapa Mas Dhito, dikutip Kamis (19/2/2026).
Sutradara Exploride Rendi Saputra menceritakan dengan gamblang setiap proses produksi video. Dari riset lokasi, pemilihan rute bersepeda yang mempertimbangkan ritme cerita, pemilihan tim lapangan, hingga setiap keputusan untuk membiarkan momen berjalan apa adanya.
“Kami ingin menempatkan diri sebagai pengunjung yang datang dengan rasa ingin tahu. Dan bersepeda membantu kami memahami jarak, waktu, dan suasana,” ujar Rendi.
Co-producer dari serial Exploride Ivanna Tandiono, menyoroti kerja kolaboratif di balik layar yang menjadi fondasi produksi. Pihaknya memulai Exploride dengan mimpi yang besar bagi Indonesia.
“Exploride selalu kami kerjakan sebagai perjalanan tim, bukan hanya perjalanan di depan kamera. Banyak diskusi kecil hingga tawa yang mewarnai cerita perjalanan kami,” tutur Ivanna.
Sementara itu, marketing communication dari Dhoho International Airport Poppy Finalia menceritakan ketertarikannya terhadap Exploride. Kediri tidak terkenal sebagai kota wisata, hanya tempat singgah atau sekadar lewat saja. “Padahal kenyataannya ada banyak sekali tempat yang bisa kita eksplor,” ucapnya.
Selain di kelilingi gunung seperti Gunung Wilis, Gunung Kelud dan sebagainya, daerah ini juga terdapat Sungai Brantas yang mengalir dari arah selatan menuju ke utara dengan jarak sebesar 7 Km. Sungai Brantas telah membagi wilayah Kota Kediri menjadi dua yaitu barat dan timur.
Keindahan Kediri diungkap Misbahuddin, konten kreator pecinta alam dan juga rekan Fiersa Besari lewat kayuhan sepeda. Dalam sebuah video berjudul Exploride yang tersemat di akun Instagram Pesona Indonesia, Misbah membawa penonton menyusuri jalan-jalan Kediri, sebuah kota yang kerap diposisikan sebagai titik singgah, bukan kota tujuan.
Baca juga: Destinasi Wisata Spiritual Paling Menarik! Temukan 9 Misteri Jayabaya di Petilasan Bersejarah Ini
Perjalanan dimulai saat mendarat di Bandara Dhoho International yang menyuguhkan layout modern berpadu dengan pewayangan Panji Asmarabangun. Kayuhan sepeda lantas membawanya berpindah dari pusat kota di Jalan Dhoho menuju Goa Selomangleng yang sunyi dan sarat akan sejarah. Goa ini pernah menjadi tempat bertapanya Dewi Kilisuci, putri Raja Airlangga. Konon katanya, Raja Airlangga bertapa pada ceruk-ceruk batu.
Dari Goa Selomangleng, kayuhan berlanjut menyusuri Gereja Puhsarang dan kemudian tiba di Kelok 9 Besuki, dengan jalanan menanjak yang menuntunnya pada Gazebo Wilis, sebuah titik pandang di kawasan lereng Gunung Wilis.
Puas menikmati sejuknya Gunung Wilis, Misbah kembali mengayuh ke arah kota. Sepedanya berhenti pada Klenteng Tjoe Hwie Kiong, sebuah klenteng tertua di Kediri yang sudah berdiri sejak abad ke-19.
Perjalanan kembali dilanjutkan semakin jauh dari pusat kota kembali menuju Goa Jegles. Sebuah goa alami dengan jalan setapak kayu menurun yang langsung disambut dengan kolam ikan koi dan sungai alami mengalir di sisinya.
Lihat video: Viral! Patung Macan Putih Kediri yang "Murah Senyum" Jadi Magnet Wisatawan
Misbah kemudian menyeberangi Alas Simbar, dan berakhir di tempat wisata ikonik Kediri, Gunung Kelud. Dirinya menyaksikan kawah dengan mendirikan tenda sambil menyantap makanan dan kopi hangat.
Exploride tidak sedang mencoba “menjual” Kediri, melainkan mengajak penonton untuk bersepeda, mengelilingi kota, dan membiarkan tempat-tempat wisata memperkenalkan keelokannya masing-masing. Exploride dibuat oleh Polygon Bikes--brand sepeda asal Indonesia--yang bekerja sama dengan Pemda Kediri dan juga para kreator lainya.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mendukung baik setiap inisiasi untuk mengangkat citra daerahnya. Dia juga menegaskan akan memberikan sarana-prasarana terbaik untuk beberapa destinasi wisata ikonik Kediri.
“Beberapa wisata unggulan di Kabupaten Kediri harus dilakukan pembenahan dari berbagai sektor, mulai aksesibilitas hingga fasilitas pendukung,” kata pria yang akrab disapa Mas Dhito, dikutip Kamis (19/2/2026).
Sutradara Exploride Rendi Saputra menceritakan dengan gamblang setiap proses produksi video. Dari riset lokasi, pemilihan rute bersepeda yang mempertimbangkan ritme cerita, pemilihan tim lapangan, hingga setiap keputusan untuk membiarkan momen berjalan apa adanya.
“Kami ingin menempatkan diri sebagai pengunjung yang datang dengan rasa ingin tahu. Dan bersepeda membantu kami memahami jarak, waktu, dan suasana,” ujar Rendi.
Co-producer dari serial Exploride Ivanna Tandiono, menyoroti kerja kolaboratif di balik layar yang menjadi fondasi produksi. Pihaknya memulai Exploride dengan mimpi yang besar bagi Indonesia.
“Exploride selalu kami kerjakan sebagai perjalanan tim, bukan hanya perjalanan di depan kamera. Banyak diskusi kecil hingga tawa yang mewarnai cerita perjalanan kami,” tutur Ivanna.
Sementara itu, marketing communication dari Dhoho International Airport Poppy Finalia menceritakan ketertarikannya terhadap Exploride. Kediri tidak terkenal sebagai kota wisata, hanya tempat singgah atau sekadar lewat saja. “Padahal kenyataannya ada banyak sekali tempat yang bisa kita eksplor,” ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :