Perkuat Literasi Tambang Berkelanjutan lewat Talkshow ESG di UI
Kamis, 19 Februari 2026 - 11:02 WIB
loading...
Talkshow bertajuk Sustainability Mining for The Future: ESG Integration & Cross-Disciplinary Perspectives di Universitas Indonesia (UI), Depok, beberapa waktu lalu. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Industri pertambangan Indonesia merupakan sektor strategis yang menopang perekonomian nasional, dengan kontribusi sekitar 12% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor Mineral dan Batubara sebesar Rp140,5 triliun pada tahun 2024. Sektor ini juga menyerap lebih dari 310.000 tenaga kerja secara langsung dan berperan penting dalam penyediaan mineral kritis untuk mendukung transisi energi berkelanjutan.
Namun demikian, sektor ini masih menghadapi tantangan signifikan, mulai dari emisi karbon, dampak sosial terhadap masyarakat sekitar wilayah tambang, hingga pengelolaan lingkungan dan kesehatan kerja pascatambang. Kompleksitas isu tersebut menuntut pendekatan yang tidak hanya teknis, tetapi juga mencakup dimensi sosial, kesehatan dan keselamatan kerja, serta tata kelola yang baik.
Guna memperkuat pemahaman mengenai tata kelola tersebut, PT Vale Indonesia Tbk bersama Universitas Indonesia (UI) dengan dukungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) menyelenggarakan talkshow bertajuk “Sustainability Mining for The Future: ESG Integration & Cross-Disciplinary Perspectives.”
Kegiatan ini berlangsung di Universitas Indonesia sebagai forum edukatif lintas disiplin untuk memperkuat literasi pertambangan berkelanjutan berbasis prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Acara dibuka Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kemahasiswaan, dan Alumni Universitas Indonesia Hamdi Muluk yang menegaskan bahwa topik sustainability in mining merupakan isu penting dan relevan bagi UI sebagai institusi dengan tagline Unggul dan Impactful.
Pertambangan harus dikelola secara bertanggung jawab dan menyeluruh serta membutuhkan kontribusi aktif mahasiswa sebagai generasi intelektual yang peduli terhadap bangsa. Kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, industri, dan pemerintah dinilai sebagai langkah strategis menghadirkan solusi berdampak jangka panjang.
Sesi talkshow yang dimoderatori Timothy Alexander Listyawan, Dosen Teknik Material dan Metalurgi FT UI, Sesi talkshow menghadirkan narasumber Budiawansyah , Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer PT Vale Indonesia Tbk yang memaparkan strategi dan implementasi ESG PT Vale Indonesia dalam praktik pertambangan berkelanjutan, termasuk integrasi aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola dalam operasional perusahaan.
Sekretaris Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Siti Sumilah Rita Susilawati menyampaikan arah kebijakan nasional dalam mendorong praktik pertambangan berkelanjutan dan penguatan regulasi berbasis ESG.
Pemerintah terus memperkuat regulasi dan pengawasan untuk memastikan praktik pertambangan selaras dengan prinsip keberlanjutan dan ESG.
Menurut dia, implementasi ESG harus terintegrasi dalam sistem tata kelola dan pengawasan, bukan hanya menjadi komitmen di atas kertas. Kolaborasi antara pemerintah, industri, dan perguruan tinggi menjadi kunci dalam memastikan pertambangan Indonesia mampu menjawab tuntutan global sekaligus menjaga kepentingan nasional.
Fatma Lestari, Guru Besar Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja FKM UI menyoroti pentingnya aspek kesehatan dan keselamatan kerja dalam memastikan keberlanjutan industri pertambangan yang berorientasi pada manusia.
Dia menekankan keberlanjutan industri harus berorientasi pada manusia (human-centered sustainability) dengan memastikan perlindungan pekerja dan masyarakat sekitar wilayah tambang.
Sementara, Duta Minerba Goes to Vale Indonesia Site 2025 Mohammad Daneth Faizurrizqi menyampaikan perspektif generasi muda terhadap praktik pertambangan berkelanjutan dan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam transformasi industri.
Dalam pemaparannya, Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer PT Vale Indonesia Tbk Budiawansyah menekankan bahwa industri pertambangan saat ini harus bergerak dari sekadar good mining menuju responsible mining. ESG bukan lagi sekadar kewajiban administratif, melainkan fondasi dalam pengambilan keputusan bisnis.
“Tidak ada masa depan tanpa pertambangan dan tidak ada pula pertambangan tanpa memikirkan masa depan,” ujarnya.
Namun demikian, sektor ini masih menghadapi tantangan signifikan, mulai dari emisi karbon, dampak sosial terhadap masyarakat sekitar wilayah tambang, hingga pengelolaan lingkungan dan kesehatan kerja pascatambang. Kompleksitas isu tersebut menuntut pendekatan yang tidak hanya teknis, tetapi juga mencakup dimensi sosial, kesehatan dan keselamatan kerja, serta tata kelola yang baik.
Guna memperkuat pemahaman mengenai tata kelola tersebut, PT Vale Indonesia Tbk bersama Universitas Indonesia (UI) dengan dukungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) menyelenggarakan talkshow bertajuk “Sustainability Mining for The Future: ESG Integration & Cross-Disciplinary Perspectives.”
Kegiatan ini berlangsung di Universitas Indonesia sebagai forum edukatif lintas disiplin untuk memperkuat literasi pertambangan berkelanjutan berbasis prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Acara dibuka Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kemahasiswaan, dan Alumni Universitas Indonesia Hamdi Muluk yang menegaskan bahwa topik sustainability in mining merupakan isu penting dan relevan bagi UI sebagai institusi dengan tagline Unggul dan Impactful.
Pertambangan harus dikelola secara bertanggung jawab dan menyeluruh serta membutuhkan kontribusi aktif mahasiswa sebagai generasi intelektual yang peduli terhadap bangsa. Kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, industri, dan pemerintah dinilai sebagai langkah strategis menghadirkan solusi berdampak jangka panjang.
Sesi talkshow yang dimoderatori Timothy Alexander Listyawan, Dosen Teknik Material dan Metalurgi FT UI, Sesi talkshow menghadirkan narasumber Budiawansyah , Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer PT Vale Indonesia Tbk yang memaparkan strategi dan implementasi ESG PT Vale Indonesia dalam praktik pertambangan berkelanjutan, termasuk integrasi aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola dalam operasional perusahaan.
Sekretaris Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Siti Sumilah Rita Susilawati menyampaikan arah kebijakan nasional dalam mendorong praktik pertambangan berkelanjutan dan penguatan regulasi berbasis ESG.
Pemerintah terus memperkuat regulasi dan pengawasan untuk memastikan praktik pertambangan selaras dengan prinsip keberlanjutan dan ESG.
Menurut dia, implementasi ESG harus terintegrasi dalam sistem tata kelola dan pengawasan, bukan hanya menjadi komitmen di atas kertas. Kolaborasi antara pemerintah, industri, dan perguruan tinggi menjadi kunci dalam memastikan pertambangan Indonesia mampu menjawab tuntutan global sekaligus menjaga kepentingan nasional.
Fatma Lestari, Guru Besar Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja FKM UI menyoroti pentingnya aspek kesehatan dan keselamatan kerja dalam memastikan keberlanjutan industri pertambangan yang berorientasi pada manusia.
Dia menekankan keberlanjutan industri harus berorientasi pada manusia (human-centered sustainability) dengan memastikan perlindungan pekerja dan masyarakat sekitar wilayah tambang.
Sementara, Duta Minerba Goes to Vale Indonesia Site 2025 Mohammad Daneth Faizurrizqi menyampaikan perspektif generasi muda terhadap praktik pertambangan berkelanjutan dan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam transformasi industri.
Dalam pemaparannya, Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer PT Vale Indonesia Tbk Budiawansyah menekankan bahwa industri pertambangan saat ini harus bergerak dari sekadar good mining menuju responsible mining. ESG bukan lagi sekadar kewajiban administratif, melainkan fondasi dalam pengambilan keputusan bisnis.
“Tidak ada masa depan tanpa pertambangan dan tidak ada pula pertambangan tanpa memikirkan masa depan,” ujarnya.
(jon)
Lihat Juga :