Dirjen Polpum Kemendagri Dorong Banjarbaru Jadi Percontohan Gerakan Nasional ASRI
Sabtu, 14 Februari 2026 - 15:35 WIB
loading...
Dirjen Polpum Kemendagri Akmal Malik dorong Kota Banjarbaru menjadi percontohan gerakan nasional ASRI. Foto/istimewa
A
A
A
BANJARBARU - Kementerian Dalam Negeri ( Kemendagri ) mendorong Kota Banjarbaru menjadi daerah percontohan nasional Gerakan Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI). Termasuk penguatan ketahanan pangan melalui pendidikan kewirausahaan sejak usia dini di daerah tersebut.
Hal itu disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Akmal Malik saat kunjungan kerja yang dirangkaikan dengan kegiatan “Ngobras Wasbang” (Ngobrol Asik Santai Wawasan Kebangsaan) di Aula Gawi Sabarataan, Kantor Balai Kota Banjarbaru, Jumat, 13 Februari 2026.
Kegiatan ini menekankan penguatan wawasan kebangsaan yang relevan dengan tantangan global, khususnya kedaulatan pangan dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Baca juga: Ketahanan Pangan Nasional sebagai Pilar Kedaulatan
Di hadapan 100 peserta dari unsur siswa SD dan SMP serta guru pendamping, Akmal menegaskan wawasan kebangsaan saat ini tidak boleh lepas dari realitas tantangan global, terutama kedaulatan pangan. Akmal mengutip visi Presiden Prabowo Subianto yang menerjemahkan ideologi bangsa ke dalam kemandirian nasional.
"Dunia tengah berubah. Negara-negara pionir teknologi kini mulai bergeser fokus ke sektor pangan karena ledakan populasi dan terbatasnya lahan. Jika kita tidak memiliki ideologi ketahanan pangan, kita akan menjadi negara yang ketergantungan dan mengemis kepada bangsa lain," jelasnya.
Lihat video: Presiden Prabowo Minta DPR Kebut Pembangunan Irigasi untuk Ketahanan Pangan
Akmal juga mengingatkan pentingnya membangun orientasi generasi muda agar tidak semata terfokus pada teknologi digital, tetapi tetap menyadari jati diri Indonesia sebagai negara agraris. Akmal mendorong dunia pendidikan agar menanamkan semangat kewirausahaan dan keterampilan hidup sejak dini termasuk di bidang pangan.
Akmal menilai Banjarbaru memiliki potensi menjadi model integrasi kurikulum wawasan kebangsaan dengan penguatan entrepreneurship. "Ada potensi 80 juta siswa di Indonesia. Jika kita mampu mengorkestrasi separuhnya saja untuk bertindak melakukan Gerakan ASRI dan mencintai sektor pangan, kita memiliki modal manpower yang luar biasa,” jelasnya.
Akmal menegaskan sekolah seharusnya membentuk peserta didik dengan pola pikir kewirausahaan, bukan melahirkan generasi yang minim keterampilan dan berpotensi menjadi beban di masa depan. Siswa perlu dibekali soft skill agar mampu bersaing, bekerja, dan menjawab tantangan zaman.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Akmal berharap Banjarbaru dapat membuktikan bahwa wawasan kebangsaan diwujudkan melalui aksi konkret dalam menjaga kedaulatan pangan dan kemandirian ekonomi.
Akmal bersama Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby melakukan penanaman pohon di SMPN 2 Banjarbaru sebagai simbol dimulainya gerakan menanam di lingkungan sekolah. Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan Pendulangan Intan Cempaka.
Dalam peninjauan ini, terjadi pertukaran gagasan strategis untuk mengelola kawasan legendaris tersebut sebagai destinasi wisata unggulan yang berdampak pada penguatan ekonomi lokal. Hadir dalam peninjauan itu Direktur Pol PP dan Linmas Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) serta jajaran Direktorat Bina Ideologi Karakter dan Wawasan Kebangsaan Ditjen Polpum. Selain itu hadir pula Kepala Oragnisasi Perangkat Daerah (OPD) dan camat se-Kota Banjarbaru.
Hal itu disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Akmal Malik saat kunjungan kerja yang dirangkaikan dengan kegiatan “Ngobras Wasbang” (Ngobrol Asik Santai Wawasan Kebangsaan) di Aula Gawi Sabarataan, Kantor Balai Kota Banjarbaru, Jumat, 13 Februari 2026.
Kegiatan ini menekankan penguatan wawasan kebangsaan yang relevan dengan tantangan global, khususnya kedaulatan pangan dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Baca juga: Ketahanan Pangan Nasional sebagai Pilar Kedaulatan
Di hadapan 100 peserta dari unsur siswa SD dan SMP serta guru pendamping, Akmal menegaskan wawasan kebangsaan saat ini tidak boleh lepas dari realitas tantangan global, terutama kedaulatan pangan. Akmal mengutip visi Presiden Prabowo Subianto yang menerjemahkan ideologi bangsa ke dalam kemandirian nasional.
"Dunia tengah berubah. Negara-negara pionir teknologi kini mulai bergeser fokus ke sektor pangan karena ledakan populasi dan terbatasnya lahan. Jika kita tidak memiliki ideologi ketahanan pangan, kita akan menjadi negara yang ketergantungan dan mengemis kepada bangsa lain," jelasnya.
Lihat video: Presiden Prabowo Minta DPR Kebut Pembangunan Irigasi untuk Ketahanan Pangan
Akmal juga mengingatkan pentingnya membangun orientasi generasi muda agar tidak semata terfokus pada teknologi digital, tetapi tetap menyadari jati diri Indonesia sebagai negara agraris. Akmal mendorong dunia pendidikan agar menanamkan semangat kewirausahaan dan keterampilan hidup sejak dini termasuk di bidang pangan.
Akmal menilai Banjarbaru memiliki potensi menjadi model integrasi kurikulum wawasan kebangsaan dengan penguatan entrepreneurship. "Ada potensi 80 juta siswa di Indonesia. Jika kita mampu mengorkestrasi separuhnya saja untuk bertindak melakukan Gerakan ASRI dan mencintai sektor pangan, kita memiliki modal manpower yang luar biasa,” jelasnya.
Akmal menegaskan sekolah seharusnya membentuk peserta didik dengan pola pikir kewirausahaan, bukan melahirkan generasi yang minim keterampilan dan berpotensi menjadi beban di masa depan. Siswa perlu dibekali soft skill agar mampu bersaing, bekerja, dan menjawab tantangan zaman.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Akmal berharap Banjarbaru dapat membuktikan bahwa wawasan kebangsaan diwujudkan melalui aksi konkret dalam menjaga kedaulatan pangan dan kemandirian ekonomi.
Akmal bersama Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby melakukan penanaman pohon di SMPN 2 Banjarbaru sebagai simbol dimulainya gerakan menanam di lingkungan sekolah. Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan Pendulangan Intan Cempaka.
Dalam peninjauan ini, terjadi pertukaran gagasan strategis untuk mengelola kawasan legendaris tersebut sebagai destinasi wisata unggulan yang berdampak pada penguatan ekonomi lokal. Hadir dalam peninjauan itu Direktur Pol PP dan Linmas Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) serta jajaran Direktorat Bina Ideologi Karakter dan Wawasan Kebangsaan Ditjen Polpum. Selain itu hadir pula Kepala Oragnisasi Perangkat Daerah (OPD) dan camat se-Kota Banjarbaru.
(cip)
Lihat Juga :