Rocket 2026 di Jaksel Ajang Cetak Wirausaha Muda dan Lapangan Kerja
Rabu, 11 Februari 2026 - 17:57 WIB
loading...
Sandination Academy bersama YIS menggelar kegiatan Offline Mentoring Rocket Incubation 2026 di Aula Masjid At-Taqwa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (7/2/2026). Kegiatan ini diharapkan melahirkan wirausahawan tangguh. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Sandination Academy bersama Yayasan Indonesia Setara (YIS) menggelar kegiatan Offline Mentoring Rocket Incubation 2026 di Aula Masjid At-Taqwa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (7/2/2026). Kegiatan ini diharapkan melahirkan wirausahawan tangguh.
Kegiatan yang diikuti 50 peserta yang mewakili 50 merek terpilih dari Batch 1 Gelombang 1 Program Rocket Incubation 2026 itu merupakan pelaku usaha muda dan calon wirausahawan dari berbagai sektor bisnis.
Baca juga: UMPRI-YIS Gelar Workshop UMKM dan Mahasiswa di Lampung, Sandiaga Uno: Buka Lapangan Kerja
Founder Yayasan Indonesia Setara & Sandination Academy Sandiaga Uno mengatakan, kegiatan mentoring ini merupakan bagian dari tahapan inkubasi Rocket Incubation 2026 yang dirancang untuk membina dan mengakselerasi pelaku usaha muda di Indonesia.
"Program ini difokuskan pada pendampingan yang aplikatif dan berorientasi pada pengembangan bisnis agar para pelaku usaha muda memiliki fondasi yang kuat dan berkelanjutan," ujar Sandiaga, Rabu (11/2/2026).
Tak hanya meningkatkan kemampuan dalam kewirausahaan, Rocket Incubation 2026 bertujuan membentuk karakter, integritas para pelaku usaha muda. Sehingga, wirausahawan muda sebagai generasi penggerak ekonomi mampu mandiri dan berdampak sosial.
Diketahui, Rangkaian Rocket Incubation 2026 berlangsung selama 6 bulan dengan metode offline dan online mentorship. Rangkaian kegiatan disusun secara terstruktur dan berkesinambungan dimulai dari registrasi peserta, sesi pembukaan, hingga pendampingan intensif.
Pada sesi mentoring pertama, peserta mendapatkan materi mengenai Value Proposition Design (VPD). Materi ini bertujuan membekali peserta dengan kemampuan menyusun proposisi nilai yang relevan dengan kebutuhan pasar.
Peserta juga diminta mempresentasikan value produk atau usaha yang dijalankan sebagai bentuk pengujian awal atas proposisi nilai yang dimiliki. Sesi tersebut dilengkapi dengan praktik penyusunan dan penyempurnaan VPD yang didampingi mentor serta post test untuk mengukur pemahaman peserta.
Selanjutnya, peserta mengikuti sesi literasi keuangan dan permainan interaktif yang difasilitasi oleh OCBC Syariah. Sesi ini bertujuan meningkatkan pemahaman dasar pengelolaan keuangan usaha melalui pendekatan yang interaktif dan partisipatif. Memasuki sesi mentoring kedua, peserta dibekali materi analisis kompetitor dan riset pasar.
Materi ini mencakup teknik mengidentifikasi peluang pasar, menganalisis pesaing, serta memanfaatkan data sebagai dasar pengambilan keputusan bisnis. Sesi ini juga dilengkapi dengan praktik berbasis studi kasus dan post test.
Kegiatan yang diikuti 50 peserta yang mewakili 50 merek terpilih dari Batch 1 Gelombang 1 Program Rocket Incubation 2026 itu merupakan pelaku usaha muda dan calon wirausahawan dari berbagai sektor bisnis.
Baca juga: UMPRI-YIS Gelar Workshop UMKM dan Mahasiswa di Lampung, Sandiaga Uno: Buka Lapangan Kerja
Founder Yayasan Indonesia Setara & Sandination Academy Sandiaga Uno mengatakan, kegiatan mentoring ini merupakan bagian dari tahapan inkubasi Rocket Incubation 2026 yang dirancang untuk membina dan mengakselerasi pelaku usaha muda di Indonesia.
"Program ini difokuskan pada pendampingan yang aplikatif dan berorientasi pada pengembangan bisnis agar para pelaku usaha muda memiliki fondasi yang kuat dan berkelanjutan," ujar Sandiaga, Rabu (11/2/2026).
Tak hanya meningkatkan kemampuan dalam kewirausahaan, Rocket Incubation 2026 bertujuan membentuk karakter, integritas para pelaku usaha muda. Sehingga, wirausahawan muda sebagai generasi penggerak ekonomi mampu mandiri dan berdampak sosial.
Diketahui, Rangkaian Rocket Incubation 2026 berlangsung selama 6 bulan dengan metode offline dan online mentorship. Rangkaian kegiatan disusun secara terstruktur dan berkesinambungan dimulai dari registrasi peserta, sesi pembukaan, hingga pendampingan intensif.
Pada sesi mentoring pertama, peserta mendapatkan materi mengenai Value Proposition Design (VPD). Materi ini bertujuan membekali peserta dengan kemampuan menyusun proposisi nilai yang relevan dengan kebutuhan pasar.
Peserta juga diminta mempresentasikan value produk atau usaha yang dijalankan sebagai bentuk pengujian awal atas proposisi nilai yang dimiliki. Sesi tersebut dilengkapi dengan praktik penyusunan dan penyempurnaan VPD yang didampingi mentor serta post test untuk mengukur pemahaman peserta.
Selanjutnya, peserta mengikuti sesi literasi keuangan dan permainan interaktif yang difasilitasi oleh OCBC Syariah. Sesi ini bertujuan meningkatkan pemahaman dasar pengelolaan keuangan usaha melalui pendekatan yang interaktif dan partisipatif. Memasuki sesi mentoring kedua, peserta dibekali materi analisis kompetitor dan riset pasar.
Materi ini mencakup teknik mengidentifikasi peluang pasar, menganalisis pesaing, serta memanfaatkan data sebagai dasar pengambilan keputusan bisnis. Sesi ini juga dilengkapi dengan praktik berbasis studi kasus dan post test.
(jon)
Lihat Juga :