Modernisasi Pertanian Nagekeo, Anggota DPRD Kosmas Lawa Bagho Serahkan Hand Tractor untuk Petani
Selasa, 10 Februari 2026 - 14:49 WIB
loading...
A
A
A
Bagi petani skala kecil, hand tractor bisa memangkas waktu olah tanah dari hitungan hari menjadi jam, menghemat tenaga, sekaligus menekan biaya produksi. Dengan lahan yang lebih cepat siap tanam, indeks pertanaman pun berpeluang meningkat. Skema kelompok menjadi penekanan utama. Hand tractor tidak dimiliki secara individual, melainkan dikelola bersama oleh anggota kelompok. Pendekatan ini, menurut Kosmas penting agar alat benar-benar produktif dan berumur panjang.
Lihat video: MNC Peduli Salurkan Bantuan Alat Pertanian Hand Traktor & Cultivator
“Kami berharap alat ini dikelola secara profesional dan berkelanjutan. Perawatan, pengelolaan hingga pengadaan suku cadang harus dibicarakan dan diputuskan bersama di dalam kelompok agar alat tidak cepat rusak dan benar-benar memberi manfaat,” katanya.
Lebih dari sekadar bantuan fisik, program ini diharapkan menjadi pintu masuk transformasi pertanian lokal menuju sistem yang lebih modern dan berkelanjutan. Pemerintah daerah menilai peningkatan produktivitas sawah akan berdampak langsung pada pendapatan keluarga petani, memperkuat ekonomi desa, sekaligus berkontribusi pada ketahanan pangan daerah dan nasional.
Langkah ini juga melengkapi berbagai program lain yang telah direalisasikan Kosmas sepanjang 2025, seperti pembangunan tower telekomunikasi, bantuan meteran listrik gratis, serta dukungan modal bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) sebesar Rp2,5 juta per kelompok, yang sejauh ini telah menjangkau lima KWT dan direncanakan berlanjut bagi 20 KWT lainnya pada tahun anggaran 2026.
Lihat video: MNC Peduli Salurkan Bantuan Alat Pertanian Hand Traktor & Cultivator
“Kami berharap alat ini dikelola secara profesional dan berkelanjutan. Perawatan, pengelolaan hingga pengadaan suku cadang harus dibicarakan dan diputuskan bersama di dalam kelompok agar alat tidak cepat rusak dan benar-benar memberi manfaat,” katanya.
Lebih dari sekadar bantuan fisik, program ini diharapkan menjadi pintu masuk transformasi pertanian lokal menuju sistem yang lebih modern dan berkelanjutan. Pemerintah daerah menilai peningkatan produktivitas sawah akan berdampak langsung pada pendapatan keluarga petani, memperkuat ekonomi desa, sekaligus berkontribusi pada ketahanan pangan daerah dan nasional.
Langkah ini juga melengkapi berbagai program lain yang telah direalisasikan Kosmas sepanjang 2025, seperti pembangunan tower telekomunikasi, bantuan meteran listrik gratis, serta dukungan modal bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) sebesar Rp2,5 juta per kelompok, yang sejauh ini telah menjangkau lima KWT dan direncanakan berlanjut bagi 20 KWT lainnya pada tahun anggaran 2026.
(cip)
Lihat Juga :