KKB Aniaya Guru hingga Tewas, Kawan Indonesia: Ancaman Bagi Masa Depan Anak Papua

Selasa, 10 Februari 2026 - 14:58 WIB
loading...
KKB Aniaya Guru hingga...
KKB menyerang Sekolah Yakpesmi, di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan yang menewaskan satu orang guru beberapa waktu lalu. Foto/tangkapan layar
A A A
PAPUA - Aksi keji kembali dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. Seorang guru bernama Frengki (55) tewas usai diserang secara brutal di ruang guru saat aktivitas belajar mengajar masih berlangsung di Sekolah Yakpesmi, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Senin, 2 Februari 2026.

Koordinator Nasional (Kornas) Kawan Indonesia, Arief Darmawan, menyebut pembunuhan tersebut sebagai teror terbuka terhadap dunia pendidikan dan ancaman serius bagi pembangunan generasi muda Papua.

“Perbuatan keji KKB ini bukan sekadar pembunuhan guru. Ini pembunuhan masa depan anak-anak Papua. Ketika sekolah dijadikan medan pembantaian, yang dibunuh bukan hanya satu nyawa, tapi harapan satu generasi,” kata Arief Darmawan, Selasa (10/2/2026).

Baca juga: Guru Tewas Diserang KKB di Yahukimo, MPSI: Ini Kejahatan Kemanusiaan

Menurut Arief, peristiwa berdarah itu terjadi setelah terdengar letusan senjata api dari belakang sekolah. Korban yang berusaha menyelamatkan diri justru dikejar tiga pelaku bersenjata dan diparang hingga tewas di ruang guru. Para siswa yang masih berada di kelas terpaksa diamankan dan akhirnya dipulangkan karena situasi tidak lagi aman.

“Anak-anak seharusnya belajar membaca dan berhitung, bukan menyaksikan ketakutan dan kekerasan bersenjata. Ini trauma jangka panjang yang akan menghancurkan proses tumbuh kembang mereka,” ujar Arief.

Lihat video: 3 Anggota OPM Puncak Nyatakan Ikrar Kembali ke NKRI


Arief menegaskan, tragedi pembunuhan Frengki bukan yang pertama. Pada 21 Maret 2025, seorang guru perempuan bernama Rosalia Rerek Sogen (30) juga menjadi korban serangan KKB di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, di mana ia ditemukan tewas setelah penyerangan terhadap tenaga pendidik dan tenaga kesehatan di lokasi tersebut. Rosalia dikenal sebagai guru yang berdedikasi tinggi sejak bertugas di pedalaman Papua.

“Dulu Bu Guru Rosalia Rerek Sogen, kini guru Frengki. Korbannya pendidik lagi, lokasinya wilayah pendidikan. Ini menunjukkan pola teror yang berulang dan disengaja,” tegas Arief, Selasa (10/2/2026).

Menurut Arief, pembunuhan terhadap guru perempuan dan laki-laki di wilayah yang sama menunjukkan bahwa KKB menjadikan tenaga pendidik sebagai target strategis untuk menciptakan ketakutan dan kekosongan pendidikan. “Jika bu guru dan guru terus dibunuh, siapa yang mau mengajar di Yahukimo? Ini bukan kebetulan, ini strategi teror,” ujarnya.

Arief menambahkan, dalam tiga tahun terakhir, kekerasan KKB terhadap guru dan tenaga pendidikan terus terjadi, mulai dari pembunuhan, penembakan, pengusiran paksa, hingga perusakan fasilitas pendidikan di wilayah pegunungan Papua, termasuk Yahukimo.

“Setiap guru yang dibunuh atau dipaksa pergi berarti ribuan jam belajar hilang, sekolah ditutup, anak-anak putus sekolah. Ini efek domino yang merusak fondasi pembangunan SDM Papua,” katanya.

Menurut Arief, kekerasan bersenjata terhadap dunia pendidikan akan memperlebar ketertinggalan dan memperpanjang lingkaran kemiskinan struktural di Papua.

“Bagaimana mungkin bicara Papua Emas dan keadilan pembangunan jika guru diburu dan sekolah dijadikan sasaran teror? Pembangunan generasi muda Papua bisa gagal total,” ujarnya.

Arief menegaskan, tindakan KKB justru menghancurkan anak-anak Papua sendiri. “Ini ironi paling kejam. Mengatasnamakan Papua, tapi yang dihancurkan justru pendidikan anak Papua,” kata Arief.

Dari sisi hukum, Arief menilai pembunuhan guru di Yahukimo memenuhi unsur kejahatan kemanusiaan sebagaimana diatur dalam UU Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM, karena dilakukan secara sengaja, berulang, dan menargetkan penduduk sipil.

“Sekolah adalah ruang sipil yang dilindungi hukum. Menyerang sekolah dan guru adalah kejahatan berat menurut hukum nasional dan prinsip HAM internasional,” katanya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketua Komisi I DPRK...
Ketua Komisi I DPRK Mimika: Perlindungan Warga Sipil Papua Butuh Kolaborasi
7 Tahun Warga Mengungsi,...
7 Tahun Warga Mengungsi, Leri Gwijangge Desak Pemerintah Akhiri Krisis Kemanusiaan di Nduga
Banyuwangi Kota Pembuka...
Banyuwangi Kota Pembuka Satu Indonesia Awards 2026, Bupati: SDM Kunci Kemajuan Daerah
Perlindungan Warga Sipil...
Perlindungan Warga Sipil Jadi Kunci Keberlanjutan Pembangunan Papua
Pemilu 2029 Didominasi...
Pemilu 2029 Didominasi Pemilih Muda, PKB Jabar Siapkan Ribuan Pengurus Muda
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
Danamon Gelar DIVE-Chapter...
Danamon Gelar DIVE-Chapter Youth, Kenalkan Perbankan ke Generasi Muda
60 Ribu Guru Dipanggil...
60 Ribu Guru Dipanggil PPG 2026 Tahap 2, Ini Tahapan dan Dokumen yang Wajib Disiapkan
Ungkap Penyebab Gaji...
Ungkap Penyebab Gaji Guru Tidak Naik, Prabowo: Uangnya Nggak Ada
Rekomendasi
Jokowi Pakai Baju Berlogo...
Jokowi Pakai Baju Berlogo PSI: Artinya Tahu Sendiri
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Bangun Integrasi Hukum...
Bangun Integrasi Hukum dan Seni Lewat Pustaka Nada
Berita Terkini
HUT ke-499, Pramono-Rano...
HUT ke-499, Pramono-Rano Resmi Luncurkan Logo 5 Abad Jakarta
3 Prioritas Pramono...
3 Prioritas Pramono Anung Jelang 5 Abad Kota Jakarta
3 Karyawan Percetakan...
3 Karyawan Percetakan Disekap, 2 Pelaku Ditangkap
Kunjungi Maliosewu,...
Kunjungi Maliosewu, Jokowi Jajan Es Teh Manis
Harapan Pramono Anung...
Harapan Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Warga Hidupnya Nyaman, Gampang, Bahagia, dan Mudah
Markas Judi Online Hayam...
Markas Judi Online Hayam Wuruk Mirip di Kamboja dan Myanmar
Infografis
Ada Ronaldo, Berikut...
Ada Ronaldo, Berikut Daftar Striker Masa Depan Timnas Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved