Saksi Roy Suryo Cs Bakal Beberkan Pertemuan di UGM Tentang Kasus Ijazah Jokowi
Selasa, 10 Februari 2026 - 13:07 WIB
loading...
Roy Suryo Cs menghadirkan Edi Mulyadi sebagai saksi untuk diperiksa Polda Metro Jaya dalam kasus dugaan ijazah palsu mantan Presiden Jokowi, Selasa (10/2/2026). Foto/Ari Sandita Murti
A
A
A
JAKARTA - Roy Suryo Cs menghadirkan seorang pria bernama Edi Mulyadi sebagai saksi untuk diperiksa Polda Metro Jaya dalam kasus dugaan ijazah palsu mantan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) pada Selasa (10/2/2026). Dia pun bakal mengungkapkan tentang pertemuan Roy Suryo Cs bersama para aktivis di Universitas Gajah Mada (UGM).
"Saya diminta RRT menjadi saksi terkait kedatangan RRT dan tim UGM 14 atau 15 April, saya lupa tanggal pastinya. Jadi, sampaikan saja apa yang saya dengar, lihat, alami ketika di UGM itu. Ini nanti akan saya sampaikan kepada penyidik, saya memang datang bersama rombongan, tapi saya berangkat sendiri," ujar Edi Mulyadi pada wartawan, Selasa (10/2/2026).
Baca juga: 2 Saksi dari Roy Suryo Cs Diperiksa Polda Metro Jaya Soal Kasus Ijazah Jokowi
Menurutnya, sebagai wartawan senior, dia turut hadir dalam pertemuan di UGM itu untuk melakukan pekerjaannya. Dalam pertemuan itu, hadir Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma (dokter Tifa). Hingga akhirnya Roy Suryo Cs memberikan keterangan tentang tujuan mereka datang ke UGM.
"Nah, yang mau saya sampaikan, baik Roy maupun Tifa mengatakan mereka datang sebagai peneliti, sebagai alumni (IGM), sebagai peneliti yang memang datang untuk melihat data-data yang dibutuhkan. Di situ, mereka mengatakan mereka kecewa," tuturnya.
Dia menerangkan, Roy Suryo Cs kala itu mengungkap kekecewaannya lantaran UGM tidak memberikan informasi yang memadai tentang penelitiannya tersebut. Data-data yang dibutuhkan mereka sama sekali tidak disediakan UGM.
Baca juga: Roy Suryo Cs Ajukan 6 Ahli Soal Ijazah Jokowi, Termasuk Mantan Wakapolri Oegroseno
"Tadinya mereka berharap ada (data) di meja untuk dilihat, diperiksa, tapi ternyata tidak ada, Roy atau Tifa mengatakan kecewa, bahkan sempat mau deadlock, Roy mengatakan intensitas meninggi karena saling bantah. Roy juga mengatakan terkejut, begitu masuk mereka cuma bertiga dan di dalam ada 16 orang, bukan cuma pejabat rektorat atau dekanat, tapi ada orang yang katanya alumni UGM, termasuk orang yang sering membela Jokowi," jelasnya.
Dia menambahkan, Roy kala itu juga mengaku pertemuan itu tidak fair lantaran pihak UGM mendatang orang-orang yang tidak memiliki kepentingan seperti mereka dalam pertemuan tersebut. Alhasil, Roy Suryo Cs memilih walk out, tapi hendak walk out itulah pihak UGM lantas memperlihatkan skripsi Jokowi.
"Skripsnya dikeluarkan kata Roy, Rismon memoto-moto melihat kadang-kadang, karena sebelumnya sudah melihat dahulu ke perpustakaan, dia diizinkan, waktu itu Rismon memoto-moto dan Roy juga moto-moto," bebernya.
"Disampaikan bawa kamera khusus, jadi hasilnya lebih bagus sehingga bisa diketahui beberapa kejanggalan, misalnya soal fontnya, soal di lembar pengesan tidak ada nama-nama dosen, yang paling penting tidak ada kelas Mujo (Kasmudjo), yang disebut-sebut sebagai dosen pembimbing atau dosen akademiknya," sebut Edi.
"Saya diminta RRT menjadi saksi terkait kedatangan RRT dan tim UGM 14 atau 15 April, saya lupa tanggal pastinya. Jadi, sampaikan saja apa yang saya dengar, lihat, alami ketika di UGM itu. Ini nanti akan saya sampaikan kepada penyidik, saya memang datang bersama rombongan, tapi saya berangkat sendiri," ujar Edi Mulyadi pada wartawan, Selasa (10/2/2026).
Baca juga: 2 Saksi dari Roy Suryo Cs Diperiksa Polda Metro Jaya Soal Kasus Ijazah Jokowi
Menurutnya, sebagai wartawan senior, dia turut hadir dalam pertemuan di UGM itu untuk melakukan pekerjaannya. Dalam pertemuan itu, hadir Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma (dokter Tifa). Hingga akhirnya Roy Suryo Cs memberikan keterangan tentang tujuan mereka datang ke UGM.
"Nah, yang mau saya sampaikan, baik Roy maupun Tifa mengatakan mereka datang sebagai peneliti, sebagai alumni (IGM), sebagai peneliti yang memang datang untuk melihat data-data yang dibutuhkan. Di situ, mereka mengatakan mereka kecewa," tuturnya.
Dia menerangkan, Roy Suryo Cs kala itu mengungkap kekecewaannya lantaran UGM tidak memberikan informasi yang memadai tentang penelitiannya tersebut. Data-data yang dibutuhkan mereka sama sekali tidak disediakan UGM.
Baca juga: Roy Suryo Cs Ajukan 6 Ahli Soal Ijazah Jokowi, Termasuk Mantan Wakapolri Oegroseno
"Tadinya mereka berharap ada (data) di meja untuk dilihat, diperiksa, tapi ternyata tidak ada, Roy atau Tifa mengatakan kecewa, bahkan sempat mau deadlock, Roy mengatakan intensitas meninggi karena saling bantah. Roy juga mengatakan terkejut, begitu masuk mereka cuma bertiga dan di dalam ada 16 orang, bukan cuma pejabat rektorat atau dekanat, tapi ada orang yang katanya alumni UGM, termasuk orang yang sering membela Jokowi," jelasnya.
Dia menambahkan, Roy kala itu juga mengaku pertemuan itu tidak fair lantaran pihak UGM mendatang orang-orang yang tidak memiliki kepentingan seperti mereka dalam pertemuan tersebut. Alhasil, Roy Suryo Cs memilih walk out, tapi hendak walk out itulah pihak UGM lantas memperlihatkan skripsi Jokowi.
"Skripsnya dikeluarkan kata Roy, Rismon memoto-moto melihat kadang-kadang, karena sebelumnya sudah melihat dahulu ke perpustakaan, dia diizinkan, waktu itu Rismon memoto-moto dan Roy juga moto-moto," bebernya.
"Disampaikan bawa kamera khusus, jadi hasilnya lebih bagus sehingga bisa diketahui beberapa kejanggalan, misalnya soal fontnya, soal di lembar pengesan tidak ada nama-nama dosen, yang paling penting tidak ada kelas Mujo (Kasmudjo), yang disebut-sebut sebagai dosen pembimbing atau dosen akademiknya," sebut Edi.
(shf)
Lihat Juga :