Nara Kupu Jogja Ajak Keluarga Dekat dengan Alam lewat Wisata Sains Malam

Senin, 09 Februari 2026 - 16:53 WIB
loading...
Nara Kupu Jogja Ajak...
Foto: Doc. Istimewa
A A A
Nara Kupu Jogja kembali menghadirkan ruang belajar berbasis alam bagi masyarakat melalui kegiatan bertajuk Jelajah Serangga Nocturnal. Program edukasi yang digelar selama bulan Ramadhan ini mengajak peserta mengenal keanekaragaman hayati lewat observasi langsung serangga malam dengan suasana santai, ramah keluarga, dan terbuka untuk semua usia.

Manager sekaligus Event Manager Nara Kupu Jogja, Joyobadik, menjelaskan bahwa kegiatan akan berlangsung dalam empat kali pertemuan, yaitu pada 22 Februari, 1 Maret, 8 Maret, dan 15 Maret 2026. Setiap sesi dirancang menjadi pengalaman utuh, memadukan edukasi sains, kebersamaan, serta aktivitas religi khas Ramadhan.

Acara dimulai pukul 16.30 WIB dengan dongeng sains sebagai pengantar yang ringan dan menyenangkan. Setelah itu peserta mengikuti buka puasa bersama, lalu menunaikan shalat Isya. Malam harinya, peserta diajak berkeliling kebun organik Nara Kupu Jogja menuju titik observasi untuk mengenal lebih dekat kehidupan serangga nocturnal.

Pada sesi inti, penyelenggara menggunakan metode Light Trapping, yakni teknik membentangkan kain putih yang disorot lampu untuk menarik kedatangan serangga malam. Melalui cara ini, peserta dapat melihat langsung beragam jenis serangga, mempelajari bentuk tubuh, perilaku, hingga peran ekologisnya secara sederhana dan mudah dipahami.

Pemilik agroeduwisata Nara Kupu Jogja, Rayhan Christian Siego, menambahkan bahwa kegiatan ini dirancang agar masyarakat semakin dekat dengan alam.

“Melalui kegiatan Jelajah Serangga Nocturnal, kami ingin menghadirkan ruang belajar yang dekat dengan alam dan mudah diakses oleh siapa saja. Serangga sering dianggap kecil dan sepele, padahal perannya sangat besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Harapannya, peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman baru, tetapi juga tumbuh rasa peduli dan cinta terhadap alam beserta habitatnya,” ungkapnya.

Rayhan juga menekankan pentingnya edukasi berbasis pengalaman langsung bagi anak-anak dan keluarga.

“Kami melihat pentingnya mengenalkan alam sejak usia dini melalui pengalaman nyata. Dengan observasi serangga malam, anak-anak diajak belajar secara langsung. Nara Kupu Jogja ingin menjadi ruang aman dan menyenangkan bagi keluarga untuk belajar, bertanya, dan berinteraksi dengan alam,” tambahnya.

Kegiatan ini sekaligus menjadi kampanye cinta lingkungan dengan pesan utama Cintai Alam, Cintai Lingkungan Beserta Habitatnya. Peserta diajak memahami bahwa serangga memiliki peran penting dalam keseimbangan ekosistem, mulai dari proses penyerbukan hingga rantai makanan yang menopang kehidupan manusia.

Tanpa syarat pendaftaran yang rumit, program ini mendapat sambutan hangat. Dalam tiga hari sejak dibuka, lebih dari 350 orang telah mendaftarkan diri. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat akan ruang edukasi alternatif yang dekat dengan alam.

Joyobadik menegaskan bahwa misi utama kegiatan ini adalah menghadirkan edukasi gratis yang inklusif. Nara Kupu Jogja ingin anak-anak, remaja, hingga orang tua bisa belajar dengan cara menyenangkan, tidak melulu lewat layar gawai, tetapi melalui pengalaman nyata di lapangan.

Untuk memperkuat kualitas materi, Nara Kupu Jogja menggandeng Agenda Sekolah Alam, KSE Biologi UGM, dan KSH Biologi UGM sebagai kolaborator. Para pendidik dan relawan dari komunitas tersebut akan mendampingi peserta selama observasi serta berbagi pengetahuan praktis seputar dunia serangga.

Melalui program ini, Nara Kupu Jogja berharap tumbuh generasi yang lebih peka terhadap alam dan lingkungan. Ke depan, berbagai konsep kegiatan baru berbasis ruang terbuka hijau juga sedang disiapkan agar masyarakat memiliki semakin banyak pilihan belajar yang sehat, rekreatif, dan bermakna.
(unt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Suara 1.000 Bedug Siap...
Suara 1.000 Bedug Siap Menggema di Bundaran HI saat Malam Takbiran
Jurus Dharma Jaya Tekan...
Jurus Dharma Jaya Tekan Harga Ayam Hidup: Gandeng Penyewa RPH Pulogadung
Jalan Sudirman-Thamrin...
Jalan Sudirman-Thamrin Ditutup Sejak Pukul 18.00 WIB saat Car Free Night Malam Takbiran
Gelar Bazar Sembako...
Gelar Bazar Sembako Murah, Sandiaga Uno: Menginspirasi untuk Beramal Baik
Bukber RANGER Titik...
Bukber RANGER Titik Awal Konsolidasi Lintas Generasi Dukung Pramono
Libur Hari Raya Idulfitri,...
Libur Hari Raya Idulfitri, Ganjil Genap di Jakarta Hari Ini Ditiadakan hingga 24 Maret
Ramadan Penuh Makna:...
Ramadan Penuh Makna: Berbagi dan Menjaga Kepedulian Sosial di Bulan Suci
Pasar Keuangan Berubah...
Pasar Keuangan Berubah selama Ramadan? Pemeriksaan Realitas Berbasis Data
BNPP Catat 5.436 Pelintas...
BNPP Catat 5.436 Pelintas di 15 PLBN, Entikong Paling Padat
Rekomendasi
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Berita Terkini
Jelang Hari Bhayangkara,...
Jelang Hari Bhayangkara, Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Pramono Anung Siapkan 500 Ondel-ondel Karya Desainer Top
Warga Rawa Buaya Bersyukur...
Warga Rawa Buaya Bersyukur Terima Bantuan Kursi Roda dari Dina Masyusin dan Dinsos
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Infografis
Oarfish, Ikan Kiamat...
Oarfish, Ikan Kiamat yang Dikaitkan dengan Bencana Alam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved