Rakernas Perdana, Amdatara Berkomitmen Lahirkan Industri AMDK Berdaya Saing Tinggi
Rabu, 04 Februari 2026 - 09:18 WIB
loading...
Perkumpulan Usaha Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (Amdatara) berkomitmen melahirkan industri AMDK yang berdaya saing tinggi. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Perkumpulan Usaha Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (Amdatara) berkomitmen melahirkan industri Air Minum Dalam Kemasan ( AMDK ) yang berdaya saing tinggi. Sekaligus memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Hal itu terungkap dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pertama yang digelar di Jakarta beberapa waktu lalu. Forum strategis ini dilakukan untuk memperkuat kolaborasi dan merumuskan arah kebijakan organisasi dalam mendorong pertumbuhan industri AMDK yang sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Ketua Umum Amdatara Karyanto Wibowo menyatakan dalam satu setengah bulan berdiri, Amdatara sudah melakukan dialog dengan berbagai pemangku kepentingan terkait yang strategis seperti Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
“Alhamdulillah kita mendapat dukungan dari Pemerintah selaku mitra strategis kami,” ujar Karyanto di Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Baca juga: Komunikasi Merek AMDK Harus Eksplisit soal Air dari Akuifer Terlindungi
Selain itu, Amdatara juga sudah memperkuat jaringan DPD sebagai bagian dari struktur organisasi DPW. Menurutnya, ini sangat penting untuk memberikan layanan ke anggota untuk menjalani kolaborasi dengan pemerintah daerah “Karena sebagian besar perusahaan AMDK berada di daerah sehingga memang sangat penting bagi kita untuk memperkuat jaringan kita di daerah,” ucapnya.
Sebagai perkumpulan baru, Amdatara akan memperkuat dua hal. Pertama adalah melakukan strategi komunikasi melalui media sosial termasuk melakukan kolaborasi offline. Langkah kedua, Amdatara akan memperkuat sekretariat.
Lihat video: Upaya Dorong Penyediaan Akses Air Minum Capai 100 Persen
Rakernas pertama Amdatara bertema "Rapatkan Barisan, Perkuat Kolaborasi, Tingkatkan Daya Saing". Rakernas membahas dan menetapkan kebijakan strategis organisasi, merumuskan solusi atas isu-isu industri seperti regulasi, standar mutu, keamanan pangan, berkelanjutan untuk memastikan industri AMDK terus memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Agenda ini menjadi ruang konsolidasi nasional guna menyatukan visi menjadi asosiasi inklusif, kolaboratif, dan berintegritas yang mendorong keunggulan industri AMDK Indonesia melalui peningkatan kualitas, inovasi, ramah lingkungan, serta kepatuhan regulasi.
Langkah ini diharapkan memperkuat industri AMDK melalui penguatan organisasi internal, advokasi kebijakan yang mendukung keberlanjutan (termasuk harmonisasi regulasi, SNI, Perizinan Air, Halal, dan EPR), peningkatan kompetensi dan sinergi anggota, penerapan tata kelola akuntabel dengan standar mutu dan keamanan produk tinggi, serta membangun kolaborasi solid.
Industri AMDK menjadi salah satu sektor paling dinamis dalam industri makanan-minuman dengan pertumbuhan industri yang konsisten di kisaran 5-8% per tahun. Kontribusi industri ini juga signifikan terhadap perekonomian nasional dengan kapasitas produksi mencapai 47 miliar liter per tahun, melibatkan lebih dari 700 perusahaan dan menyerap sekitar 46.000 tenaga kerja langsung.
Artinya, sektor bisnis ini telah menciptakan lapangan kerja, menguatkan rantai pasok, menguatkan dan mengembangkan industri UMKM hingga menciptakan multiplier effect bagi sektor-sektor ekonomi lainnya.
Sebagai organisasi yang berdiri sejak 2025 dan kini menaungi lebih dari 80 perusahaan dengan lebih dari 150 merek AMDK di Indonesia, Amdatara menegaskan posisinya sebagai rumah bersama bagi pelaku industri dalam membangun ekosistem usaha yang profesional, inklusif, dan bertanggung jawab.
Amdatara meyakini industri AMDK yang kuat, aman, dan berkelanjutan akan menjadi pondasi penting dalam mendukung kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat struktur ekonomi nasional. Amdatara juga berkomitmen terus mendorong kolaborasi, inovasi, dan tata kelola yang baik sebagai kunci kemajuan industri AMDK Indonesia.
Rakernas I Amdatara di Hotel Novotel Jakarta Pulomas turut dihadiri Direktur Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Wilayah Pesisir & Laut Kementerian Lingkungan Hidup, Sayid Muhadhar, Kasubdit Operasi dan Pemeliharaan Air Tanah, Air Baku, Irigasi dan Rawa Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Bhakti.
Selain itu hadir pula, Dewan Pengawas Amdatara, Pakar Hidrogeologi, Profesor Heru Hendrayana; Pakar Hidrasi Sehat Fakultas Kedokteran UI, Diana Sunardi; Guru Besar Bidang Gizi Masyarakat IPB, Ahmad Sulaeman; Pakar Teknologi Pangan dan Kemasan IPB, Nugraha Edi Suyatma; Dewan Pengawas, pengurus pusat dan daerah Amdatara dari delapan wilayah, anggota kehormatan, serta mitra strategis dan suplier industri AMDK.
“Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan komitmen bersama untuk membangun sinergi lintas sektor demi penguatan industri nasional,” ucapnya.
Hal itu terungkap dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pertama yang digelar di Jakarta beberapa waktu lalu. Forum strategis ini dilakukan untuk memperkuat kolaborasi dan merumuskan arah kebijakan organisasi dalam mendorong pertumbuhan industri AMDK yang sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Ketua Umum Amdatara Karyanto Wibowo menyatakan dalam satu setengah bulan berdiri, Amdatara sudah melakukan dialog dengan berbagai pemangku kepentingan terkait yang strategis seperti Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
“Alhamdulillah kita mendapat dukungan dari Pemerintah selaku mitra strategis kami,” ujar Karyanto di Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Baca juga: Komunikasi Merek AMDK Harus Eksplisit soal Air dari Akuifer Terlindungi
Selain itu, Amdatara juga sudah memperkuat jaringan DPD sebagai bagian dari struktur organisasi DPW. Menurutnya, ini sangat penting untuk memberikan layanan ke anggota untuk menjalani kolaborasi dengan pemerintah daerah “Karena sebagian besar perusahaan AMDK berada di daerah sehingga memang sangat penting bagi kita untuk memperkuat jaringan kita di daerah,” ucapnya.
Sebagai perkumpulan baru, Amdatara akan memperkuat dua hal. Pertama adalah melakukan strategi komunikasi melalui media sosial termasuk melakukan kolaborasi offline. Langkah kedua, Amdatara akan memperkuat sekretariat.
Lihat video: Upaya Dorong Penyediaan Akses Air Minum Capai 100 Persen
Rakernas pertama Amdatara bertema "Rapatkan Barisan, Perkuat Kolaborasi, Tingkatkan Daya Saing". Rakernas membahas dan menetapkan kebijakan strategis organisasi, merumuskan solusi atas isu-isu industri seperti regulasi, standar mutu, keamanan pangan, berkelanjutan untuk memastikan industri AMDK terus memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Agenda ini menjadi ruang konsolidasi nasional guna menyatukan visi menjadi asosiasi inklusif, kolaboratif, dan berintegritas yang mendorong keunggulan industri AMDK Indonesia melalui peningkatan kualitas, inovasi, ramah lingkungan, serta kepatuhan regulasi.
Langkah ini diharapkan memperkuat industri AMDK melalui penguatan organisasi internal, advokasi kebijakan yang mendukung keberlanjutan (termasuk harmonisasi regulasi, SNI, Perizinan Air, Halal, dan EPR), peningkatan kompetensi dan sinergi anggota, penerapan tata kelola akuntabel dengan standar mutu dan keamanan produk tinggi, serta membangun kolaborasi solid.
Industri AMDK menjadi salah satu sektor paling dinamis dalam industri makanan-minuman dengan pertumbuhan industri yang konsisten di kisaran 5-8% per tahun. Kontribusi industri ini juga signifikan terhadap perekonomian nasional dengan kapasitas produksi mencapai 47 miliar liter per tahun, melibatkan lebih dari 700 perusahaan dan menyerap sekitar 46.000 tenaga kerja langsung.
Artinya, sektor bisnis ini telah menciptakan lapangan kerja, menguatkan rantai pasok, menguatkan dan mengembangkan industri UMKM hingga menciptakan multiplier effect bagi sektor-sektor ekonomi lainnya.
Sebagai organisasi yang berdiri sejak 2025 dan kini menaungi lebih dari 80 perusahaan dengan lebih dari 150 merek AMDK di Indonesia, Amdatara menegaskan posisinya sebagai rumah bersama bagi pelaku industri dalam membangun ekosistem usaha yang profesional, inklusif, dan bertanggung jawab.
Amdatara meyakini industri AMDK yang kuat, aman, dan berkelanjutan akan menjadi pondasi penting dalam mendukung kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat struktur ekonomi nasional. Amdatara juga berkomitmen terus mendorong kolaborasi, inovasi, dan tata kelola yang baik sebagai kunci kemajuan industri AMDK Indonesia.
Rakernas I Amdatara di Hotel Novotel Jakarta Pulomas turut dihadiri Direktur Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Wilayah Pesisir & Laut Kementerian Lingkungan Hidup, Sayid Muhadhar, Kasubdit Operasi dan Pemeliharaan Air Tanah, Air Baku, Irigasi dan Rawa Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Bhakti.
Selain itu hadir pula, Dewan Pengawas Amdatara, Pakar Hidrogeologi, Profesor Heru Hendrayana; Pakar Hidrasi Sehat Fakultas Kedokteran UI, Diana Sunardi; Guru Besar Bidang Gizi Masyarakat IPB, Ahmad Sulaeman; Pakar Teknologi Pangan dan Kemasan IPB, Nugraha Edi Suyatma; Dewan Pengawas, pengurus pusat dan daerah Amdatara dari delapan wilayah, anggota kehormatan, serta mitra strategis dan suplier industri AMDK.
“Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan komitmen bersama untuk membangun sinergi lintas sektor demi penguatan industri nasional,” ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :