Giant se-Bogor Tutup karena Ada Pegawainya Meninggal, Ini Penjelasan Satgas Covid-19
Kamis, 17 September 2020 - 10:18 WIB
loading...
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor, Dedie A. Rachim.Foto/SINDOnews/Dok
A
A
A
BOGOR - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor , Dedie A. Rachim membenarkan terkait pesan berantai tentang tutupnya swalayan Giant se-Bogor karena ada pegawainya yang meninggal dunia diduga positif Covid-19 .
"Benar, info terkini yang meninggal adalah pegawai Giant dari pusat, dan merupakan warga Kabupaten Bogor," kata Dedie yang juga Wakil Wali Kota Bogor, Kamis (16/9/2020). Menurut Dedie berdasarkan laporan yang diterimanya, pegawai dengan jabatan strategis di swalayan itu, sebelum meninggal aktivitasnya cukup mobile.
Bahkan sebelum meninggal, kata Dedie, yang bersangkutan rutin melakukan kunjungan ke seluruh swalayan di wilayahnya dan terakhir pada 29 Agustus 2020. Kemudian, jatuh sakit dan sempat menjalani perawatan selama kurang lebih dua pekan, hingga akhirnya 15 September 2020 kemarin dikabarkan meninggal dunia dengan status sebagai pasien terkonfirmasi positif Covid-19.
Dedie memaparkan, yang bersangkutan sempat menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Jalan Raya Pajajaran. Meski demikian, pihaknya sudah melakukan pelacakan, baik identitas maupun domisilinya. Bahkan, hingga saat ini, Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kota dan Kabupaten Bogor masih melakukan tracing atau penulusuran tentang riwayat semasa hidupnya.
"Tapi data sementara, karena bukan warga Kota Bogor, maka kita akan berkordinasi terus dengan Kabupaten Bogor untuk menindaklanjutinya, baik pelacakan maupun sterilisasi," katanya. Namun demikian, Dedie membantah, penghentian operasional seluruh cabang Giant di Kota Bogor tutup atas perintahnya menyusul ditemukannya kasus pasien meninggal dunia karean terpapar Covid-19.
"Benar, info terkini yang meninggal adalah pegawai Giant dari pusat, dan merupakan warga Kabupaten Bogor," kata Dedie yang juga Wakil Wali Kota Bogor, Kamis (16/9/2020). Menurut Dedie berdasarkan laporan yang diterimanya, pegawai dengan jabatan strategis di swalayan itu, sebelum meninggal aktivitasnya cukup mobile.
Bahkan sebelum meninggal, kata Dedie, yang bersangkutan rutin melakukan kunjungan ke seluruh swalayan di wilayahnya dan terakhir pada 29 Agustus 2020. Kemudian, jatuh sakit dan sempat menjalani perawatan selama kurang lebih dua pekan, hingga akhirnya 15 September 2020 kemarin dikabarkan meninggal dunia dengan status sebagai pasien terkonfirmasi positif Covid-19.
Dedie memaparkan, yang bersangkutan sempat menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Jalan Raya Pajajaran. Meski demikian, pihaknya sudah melakukan pelacakan, baik identitas maupun domisilinya. Bahkan, hingga saat ini, Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kota dan Kabupaten Bogor masih melakukan tracing atau penulusuran tentang riwayat semasa hidupnya.
"Tapi data sementara, karena bukan warga Kota Bogor, maka kita akan berkordinasi terus dengan Kabupaten Bogor untuk menindaklanjutinya, baik pelacakan maupun sterilisasi," katanya. Namun demikian, Dedie membantah, penghentian operasional seluruh cabang Giant di Kota Bogor tutup atas perintahnya menyusul ditemukannya kasus pasien meninggal dunia karean terpapar Covid-19.
Lihat Juga :