Operasi Keselamatan Jaya 2026 Bakal Sasar Pengendara Lawan Arus hingga Pelat Palsu
Senin, 02 Februari 2026 - 10:24 WIB
loading...
Polda Metro Jaya menggelar Operasi Keselamatan Jaya 2026 mulai dari 2-15 Februari 2026. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Polda Metro Jaya menggelar Operasi Keselamatan Jaya 2026 mulai dari 2-15 Februari 2026. Adapun salah satu yang menjadi sasaran utama yakni pengendara yang melawan arus.
“Beberapa target yang kami sasar di antaranya, belakangan ini fenomena yang muncul, di antaranya pengendara-pengendara yang melawan arus. Ini akan menjadi sasaran utama kami,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin, Senin (2/2/2026).
Komarudin menuturkan, pengendara melawan arus kerap ditemukan di ruas-ruas jalan tertentu. Komarudin menegaskan, hal itu membahayakan keselamatan para pengendara.
Baca juga: Apel Operasi Keselamatan Jaya 2026, Wakapolda Metro Ajak Masyarakat Tertib Berlalu Lintas
“Karena ini tentunya bukan hanya mengancam keselamatan dirinya, tapi orang di sekitarnya pun ikut terancam. Ini akan menjadi sasaran utama kami,” ujar dia.
Pelanggaran lalu lintas lainnya juga menjadi sasaran dari Operasi Keselamatan Jaya 2026. Terutama potensi gangguan ancaman dan keselamatan masyarakat.
“Di antaranya melebihi batas kecepatan. Kemudian pengendara yang masih di bawah umur. kita juga melihat banyak anak-anak yang masih di bawah umur sudah membawa kendaraan ke sekolah dan lain sebagainya, juga menjadi sasaran kita,” ungkapnya.
Lihat video: Cegah Kecelakaan, Korlantas Gelar Operasi Keselamatan Lalu Lintas
Selain itu, pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm, Knalpot brong dan pelat kendaraan palsu turut menjadi sasaran.
“Banyak juga ditemukan penggunaan-penggunaan TNKB ataupun kendaraan-kendaraan yang menggunakan TNKB yang boleh dikatakan palsu. TNKB kementerian/lembaga yang digunakan, banyak kita temukan, ini pun akan kita sasar,” jelas dia.
Komarudin menambahkan, dalam Operasi Keselamatan Jaya 2026 ini turut melibatkan 2.939 personel gabungan yang tersebar di wilayah Jakarta.
“Konsep operasi ini, kita akan melaksanakan kegiatan dengan bobot kegiatan Preemptive sebanyak 40%. kita akan banyak bersosialisasi, kemudian 40% Preventive penggelaran personil pada titik-titik yang berpotensi kecelakaan tadi ataupun pelanggaran, yang terakhir adalah penegakan hukum,” jelas dia.
“Beberapa target yang kami sasar di antaranya, belakangan ini fenomena yang muncul, di antaranya pengendara-pengendara yang melawan arus. Ini akan menjadi sasaran utama kami,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin, Senin (2/2/2026).
Komarudin menuturkan, pengendara melawan arus kerap ditemukan di ruas-ruas jalan tertentu. Komarudin menegaskan, hal itu membahayakan keselamatan para pengendara.
Baca juga: Apel Operasi Keselamatan Jaya 2026, Wakapolda Metro Ajak Masyarakat Tertib Berlalu Lintas
“Karena ini tentunya bukan hanya mengancam keselamatan dirinya, tapi orang di sekitarnya pun ikut terancam. Ini akan menjadi sasaran utama kami,” ujar dia.
Pelanggaran lalu lintas lainnya juga menjadi sasaran dari Operasi Keselamatan Jaya 2026. Terutama potensi gangguan ancaman dan keselamatan masyarakat.
“Di antaranya melebihi batas kecepatan. Kemudian pengendara yang masih di bawah umur. kita juga melihat banyak anak-anak yang masih di bawah umur sudah membawa kendaraan ke sekolah dan lain sebagainya, juga menjadi sasaran kita,” ungkapnya.
Lihat video: Cegah Kecelakaan, Korlantas Gelar Operasi Keselamatan Lalu Lintas
Selain itu, pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm, Knalpot brong dan pelat kendaraan palsu turut menjadi sasaran.
“Banyak juga ditemukan penggunaan-penggunaan TNKB ataupun kendaraan-kendaraan yang menggunakan TNKB yang boleh dikatakan palsu. TNKB kementerian/lembaga yang digunakan, banyak kita temukan, ini pun akan kita sasar,” jelas dia.
Komarudin menambahkan, dalam Operasi Keselamatan Jaya 2026 ini turut melibatkan 2.939 personel gabungan yang tersebar di wilayah Jakarta.
“Konsep operasi ini, kita akan melaksanakan kegiatan dengan bobot kegiatan Preemptive sebanyak 40%. kita akan banyak bersosialisasi, kemudian 40% Preventive penggelaran personil pada titik-titik yang berpotensi kecelakaan tadi ataupun pelanggaran, yang terakhir adalah penegakan hukum,” jelas dia.
(cip)
Lihat Juga :