Warga Keluhkan Bau Sampah, DLH DKI Jakarta: Operasional RDF Plant Rorotan Bertahap
Minggu, 01 Februari 2026 - 17:24 WIB
loading...
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menegaskan operasional RDF Plant Rorotan tidak dijalankan secara penuh. Melainkan bertahap dan dengan pengawasan ketat. Foto/Danandaya Aria Putra
A
A
A
JAKARTA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menegaskan operasional RDF Plant Rorotan tidak dijalankan secara penuh. Melainkan bertahap dan dengan pengawasan ketat sejak proses pengangkutan hingga pengolahan sampah.
Hal ini sebagai jawaban di tengah kekhawatiran masyarakat terkait potensi bau, pencemaran, dan dampak lingkungan. Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto menyampaikan bahwa RDF Plant Rorotan saat ini masih beroperasi secara terbatas, lima hari dalam seminggu dengan dua shift kerja.
Baca juga: Minimalisir Bau Tak Sedap, RDF Plant Rorotan Tingkatkan Teknologi Pengendalian Pencemaran Udara
Sementara itu, hari Sabtu dan Minggu dimanfaatkan khusus untuk kegiatan pembersihan dan penataan area operasional.
“Kami memahami kekhawatiran warga. Karena itu, operasional RDF Rorotan tidak langsung dijalankan pada kapasitas maksimal 2.500 ton per hari. Kami mulai dari 200 ton per hari, kemudian naik menjadi 400 ton, 600 ton, dan secara bertahap menuju kapasitas 1.000 ton per hari sesuai arahan Bapak Gubernur,” ujar Asep dalam keterangannya, Minggu (1/2/2026).
Hal ini sebagai jawaban di tengah kekhawatiran masyarakat terkait potensi bau, pencemaran, dan dampak lingkungan. Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto menyampaikan bahwa RDF Plant Rorotan saat ini masih beroperasi secara terbatas, lima hari dalam seminggu dengan dua shift kerja.
Baca juga: Minimalisir Bau Tak Sedap, RDF Plant Rorotan Tingkatkan Teknologi Pengendalian Pencemaran Udara
Sementara itu, hari Sabtu dan Minggu dimanfaatkan khusus untuk kegiatan pembersihan dan penataan area operasional.
“Kami memahami kekhawatiran warga. Karena itu, operasional RDF Rorotan tidak langsung dijalankan pada kapasitas maksimal 2.500 ton per hari. Kami mulai dari 200 ton per hari, kemudian naik menjadi 400 ton, 600 ton, dan secara bertahap menuju kapasitas 1.000 ton per hari sesuai arahan Bapak Gubernur,” ujar Asep dalam keterangannya, Minggu (1/2/2026).
Lihat Juga :