800 Personel SAR Dikerahkan Percepat Operasi Pencarian Korban Longsor Cisarua
Selasa, 27 Januari 2026 - 10:22 WIB
loading...
Sebanyak 800 personel SAR gabungan dikerahkan untuk mempercepat proses evakuasi dan identifikasi korban longsor di kawasan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Foto/BNPB
A
A
A
BANDUNG BARAT - Upaya pencarian dan pertolongan korban longsor di kawasan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat terus dimaksimalkan. Sebanyak 800 personel Tim SAR gabungan dikerahkan untuk mempercepat proses evakuasi dan identifikasi korban yang masih tertimbun material longsor.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, mengatakan operasi pencarian hari ini, Selasa (27/1/2026), dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan penguatan personel dan peralatan berat di sejumlah sektor terdampak.
Baca juga: Tim DVI Berhasil Identifikasi 20 Jenazah Korban Longsor Cisarua
“Tim SAR gabungan yang dikerahkan hari ini mencapai 800 personel, seluruhnya bekerja sama dalam upaya operasi pencarian dan pertolongan,” kata Abdul Muhari.
Untuk memperluas area pencarian, tim juga mengerahkan sembilan unit excavator yang difokuskan di sektor A dan sektor B, yang menjadi titik utama tertimbunnya korban. Penambahan alat berat ini diharapkan mampu mempercepat proses penggalian material longsor yang menutup akses menuju lokasi korban.
Hingga Senin (26/1/2026) pukul 18.30 WIB, Tim SAR telah mengevakuasi 38 kantong jenazah, dengan 20 di antaranya berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga. Sementara itu, 18 jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI).
Baca juga: 23 Anggota Marinir Tertimbun Longsor di Cisarua, 4 Meninggal Dunia dan 19 Belum Ditemukan
Selain upaya evakuasi, penanganan pengungsi juga terus dilakukan. Sebanyak 685 warga terdampak saat ini mengungsi di Kantor Desa Pasirlangu, terdiri dari 353 jiwa di GOR desa dan 332 jiwa di aula desa.
Untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi, BNPB telah menyalurkan bantuan logistik berupa 200 paket sembako, 100 pouch makanan siap saji, 50 kasur lipat, 100 selimut, 100 matras, serta 50 paket alat kebersihan.
Pemerintah bersama seluruh unsur terkait memastikan operasi pencarian akan terus dilanjutkan hingga seluruh korban berhasil ditemukan, sekaligus menjamin kebutuhan para pengungsi tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, mengatakan operasi pencarian hari ini, Selasa (27/1/2026), dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan penguatan personel dan peralatan berat di sejumlah sektor terdampak.
Baca juga: Tim DVI Berhasil Identifikasi 20 Jenazah Korban Longsor Cisarua
“Tim SAR gabungan yang dikerahkan hari ini mencapai 800 personel, seluruhnya bekerja sama dalam upaya operasi pencarian dan pertolongan,” kata Abdul Muhari.
Untuk memperluas area pencarian, tim juga mengerahkan sembilan unit excavator yang difokuskan di sektor A dan sektor B, yang menjadi titik utama tertimbunnya korban. Penambahan alat berat ini diharapkan mampu mempercepat proses penggalian material longsor yang menutup akses menuju lokasi korban.
Hingga Senin (26/1/2026) pukul 18.30 WIB, Tim SAR telah mengevakuasi 38 kantong jenazah, dengan 20 di antaranya berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga. Sementara itu, 18 jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI).
Baca juga: 23 Anggota Marinir Tertimbun Longsor di Cisarua, 4 Meninggal Dunia dan 19 Belum Ditemukan
Selain upaya evakuasi, penanganan pengungsi juga terus dilakukan. Sebanyak 685 warga terdampak saat ini mengungsi di Kantor Desa Pasirlangu, terdiri dari 353 jiwa di GOR desa dan 332 jiwa di aula desa.
Untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi, BNPB telah menyalurkan bantuan logistik berupa 200 paket sembako, 100 pouch makanan siap saji, 50 kasur lipat, 100 selimut, 100 matras, serta 50 paket alat kebersihan.
Pemerintah bersama seluruh unsur terkait memastikan operasi pencarian akan terus dilanjutkan hingga seluruh korban berhasil ditemukan, sekaligus menjamin kebutuhan para pengungsi tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.
(shf)
Lihat Juga :