Kerahkan 200 Eskavator, Pramono Perintahkan Pengerukan Kali Dilaksanakan Nonstop
Senin, 26 Januari 2026 - 17:02 WIB
loading...
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memerintah Dinas Sumber Daya Air (SDA) melakukan pengerukan kali di Jakarta secara terus menerus. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memerintah Dinas Sumber Daya Air (SDA) melakukan pengerukan kali di Jakarta secara terus menerus. Sebanyak 200 alat berat dikerahkan untuk mendukung proses pengerjaan.
"Jadi yang pertama untuk kali di Jakarta saya sudah perintahkan sumber daya air untuk dilakukan pengerukan itu terus menerus. Karena kita punya 200 eskavator dan seterusnya," kata Pramono di Kali Sepak Kembangan, Jakarta Barat, Senin (26/1/2026).
Pengerukan kali ini dimaksud untuk menampung curah hujan tinggi demi menekan potensi banjir. Akan tetapi pengerukan Kali juga bukan solusi jitu dalam pencegahan banjir di Ibu Kota.
Baca juga: Pramono: Normalisasi Kali Ciliwung Dikerjakan Bareng Pemerintah Pusat, Akan Dibangun Tanggul
Pramono mengaku kapasitas daya tampung Kali di Jakarta saat ini masih sangat terbatas, meski dilakukan pengerukan. Kemampuan Kali di Jakarta hanya mampu menampung curah hujan sekitar 150 milimeter per hari.
"Persoalannya adalah karena catchment-nya ini tidak mencukupi. Jadi walaupun dikeruk semuanya nggak ada tambahan sedimen itu cuma mampu di Jakarta ini menampung untuk curah hujan 150 millimeter per hari," ucap dia.
Lihat video: Hujan Datang, Banjir Mengancam, Pramono: Kali Ciliwung Akan Dinormalisasi
Dalam kesempatan itu, Pramono kembali mengingat hujan seharian yang terjadi di Jakarta pada 22 Januari 2026. Tingginya curah hujan diperparah dengan kirim air dari hulu menyebabkan ratusan RT di Jakarta terendam banjir.
"Karena tanggal 22 sebenarnya averagenya kurang lebih 150 tapi 8 jam dan kemudian ada pengiriman juga dari hulu, dengan memikirkan saya tetap untuk pengurukan itu dilakukan terus menerus," katanya.
"Jadi yang pertama untuk kali di Jakarta saya sudah perintahkan sumber daya air untuk dilakukan pengerukan itu terus menerus. Karena kita punya 200 eskavator dan seterusnya," kata Pramono di Kali Sepak Kembangan, Jakarta Barat, Senin (26/1/2026).
Pengerukan kali ini dimaksud untuk menampung curah hujan tinggi demi menekan potensi banjir. Akan tetapi pengerukan Kali juga bukan solusi jitu dalam pencegahan banjir di Ibu Kota.
Baca juga: Pramono: Normalisasi Kali Ciliwung Dikerjakan Bareng Pemerintah Pusat, Akan Dibangun Tanggul
Pramono mengaku kapasitas daya tampung Kali di Jakarta saat ini masih sangat terbatas, meski dilakukan pengerukan. Kemampuan Kali di Jakarta hanya mampu menampung curah hujan sekitar 150 milimeter per hari.
"Persoalannya adalah karena catchment-nya ini tidak mencukupi. Jadi walaupun dikeruk semuanya nggak ada tambahan sedimen itu cuma mampu di Jakarta ini menampung untuk curah hujan 150 millimeter per hari," ucap dia.
Lihat video: Hujan Datang, Banjir Mengancam, Pramono: Kali Ciliwung Akan Dinormalisasi
Dalam kesempatan itu, Pramono kembali mengingat hujan seharian yang terjadi di Jakarta pada 22 Januari 2026. Tingginya curah hujan diperparah dengan kirim air dari hulu menyebabkan ratusan RT di Jakarta terendam banjir.
"Karena tanggal 22 sebenarnya averagenya kurang lebih 150 tapi 8 jam dan kemudian ada pengiriman juga dari hulu, dengan memikirkan saya tetap untuk pengurukan itu dilakukan terus menerus," katanya.
(cip)
Lihat Juga :