Tinjau Mahasiswa Pascabencana Aceh, Billy Mambrasar: Pemprov di Papua Harus Beri Perhatian
Senin, 26 Januari 2026 - 08:59 WIB
loading...
Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua Billy Mambrasar mengunjungi tempat tinggal mahasiswa Papua di Aceh pascabencana. foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua Billy Mambrasar melakukan kunjungan langsung ke kontrakan mahasiswa Papua di Aceh pascabencana. Dalam kunjungan tersebut, Billy mendapati kondisi tempat tinggal mahasiswa yang sangat memprihatinkan dan jauh dari kata layak.
Dalam kesempatan ini, Billy juga mengawal langsung penyaluran bantuan hasil donasi dari Yayasan Kitong Bisa bersama Direktur Utama Yayasan Kitong Bisa Andi Muhammad Risquillah. Donasi diberikan kepada mahasiswa Papua yang terdampak, sebagai bagian dari upaya pemulihan pasca bencana.
Selain meninjau lokasi, Billy mendengarkan langsung aspirasi para mahasiswa Papua. Salah satunya Sonny Orocomna, mahasiswa asal Papua yang tengah menempuh pendidikan di Lhokseumawe. Sonny menyampaikan hingga saat ini bantuan yang baru diterima berasal dari Provinsi Papua Barat, sementara dari provinsi-provinsi lain di wilayah Papua belum ada bantuan yang masuk.
Baca juga: 3 Kapolda Baru setelah Mutasi 15 Januari 2026, Alfred Papare Pimpin Polda Papua Barat
“Kami sangat berharap ada perhatian dari provinsi-provinsi lain di Papua. Saat ini baru Papua Barat yang mengirimkan bantuan,” ungkapnya, Senin (26/1/2026).
Senada, Boaz Tambuni, mahasiswa asal Papua lainnya berharap adanya dukungan berkelanjutan, khususnya dalam bentuk bantuan beasiswa pendidikan dari pemerintah provinsi di wilayah Papua bagi mahasiswa yang sedang menempuh studi di luar daerah.
“Selain bantuan darurat, kami juga berharap ada dukungan pendidikan seperti beasiswa agar kami bisa tetap melanjutkan kuliah dengan tenang,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Billy Mambrasar menegaskan pemerintah provinsi di seluruh wilayah Papua harus hadir dan memberikan perhatian serius kepada mahasiswa Papua yang berkuliah di luar daerah, khususnya di Aceh yang saat ini masih dalam kondisi pascabencana.
Lihat video: Prabowo Datangi Lokasi Huntara Banjir Aceh, 198 Unit Siap Dihuni
“Pemerintah provinsi harus bisa membantu adik-adik mahasiswa Papua yang sedang menempuh pendidikan di luar Papua, terutama di Aceh. Bantuan itu tidak hanya soal pendidikan, tapi juga menyangkut kondisi tempat tinggal mereka,” tegas Billy.
Billy juga mengingatkan dan menegaskan agar pemerintah daerah di wilayah Papua menjalankan amanat penggunaan Dana Otonomi Khusus (Otsus), di mana 30% anggaran wajib dialokasikan untuk sektor pendidikan.
“Dana Otsus sudah jelas mengamanatkan 30% untuk pendidikan. Ini harus benar-benar dimaksimalkan, termasuk untuk membantu mahasiswa Papua yang sedang kuliah di luar daerah, apalagi dalam situasi darurat seperti ini,” ujar Billy.
Billy turut menyoroti kondisi hunian mahasiswa di Banda Aceh yang juga dikunjungi, yang dinilainya masih belum layak dan membutuhkan penanganan segera. “Kondisi di Banda Aceh juga masih sangat kurang layak. Ini perlu menjadi perhatian bersama agar mahasiswa kita bisa tinggal dengan aman dan manusiawi,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Utama Yayasan Kitong Bisa, Andi Muhammad Risquillah Rodhi Putra, menyampaikan bantuan yang disalurkan merupakan hasil penggalangan dana publik.
“Kami di sini menyalurkan bantuan dari hasil crowd funding yang dijalankan Kitong Bisa, dengan harapan hasil dari donasi ini dapat membantu adik-adik mahasiswa Papua di Aceh dalam proses pemulihan pasca bencana,” ujarnya.
Kunjungan ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kebijakan di wilayah Papua untuk memperkuat solidaritas dan kolaborasi lintas provinsi, demi memastikan keberlangsungan pendidikan serta kesejahteraan mahasiswa Papua di tengah situasi pasca bencana.
Dalam kesempatan ini, Billy juga mengawal langsung penyaluran bantuan hasil donasi dari Yayasan Kitong Bisa bersama Direktur Utama Yayasan Kitong Bisa Andi Muhammad Risquillah. Donasi diberikan kepada mahasiswa Papua yang terdampak, sebagai bagian dari upaya pemulihan pasca bencana.
Selain meninjau lokasi, Billy mendengarkan langsung aspirasi para mahasiswa Papua. Salah satunya Sonny Orocomna, mahasiswa asal Papua yang tengah menempuh pendidikan di Lhokseumawe. Sonny menyampaikan hingga saat ini bantuan yang baru diterima berasal dari Provinsi Papua Barat, sementara dari provinsi-provinsi lain di wilayah Papua belum ada bantuan yang masuk.
Baca juga: 3 Kapolda Baru setelah Mutasi 15 Januari 2026, Alfred Papare Pimpin Polda Papua Barat
“Kami sangat berharap ada perhatian dari provinsi-provinsi lain di Papua. Saat ini baru Papua Barat yang mengirimkan bantuan,” ungkapnya, Senin (26/1/2026).
Senada, Boaz Tambuni, mahasiswa asal Papua lainnya berharap adanya dukungan berkelanjutan, khususnya dalam bentuk bantuan beasiswa pendidikan dari pemerintah provinsi di wilayah Papua bagi mahasiswa yang sedang menempuh studi di luar daerah.
“Selain bantuan darurat, kami juga berharap ada dukungan pendidikan seperti beasiswa agar kami bisa tetap melanjutkan kuliah dengan tenang,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Billy Mambrasar menegaskan pemerintah provinsi di seluruh wilayah Papua harus hadir dan memberikan perhatian serius kepada mahasiswa Papua yang berkuliah di luar daerah, khususnya di Aceh yang saat ini masih dalam kondisi pascabencana.
Lihat video: Prabowo Datangi Lokasi Huntara Banjir Aceh, 198 Unit Siap Dihuni
“Pemerintah provinsi harus bisa membantu adik-adik mahasiswa Papua yang sedang menempuh pendidikan di luar Papua, terutama di Aceh. Bantuan itu tidak hanya soal pendidikan, tapi juga menyangkut kondisi tempat tinggal mereka,” tegas Billy.
Billy juga mengingatkan dan menegaskan agar pemerintah daerah di wilayah Papua menjalankan amanat penggunaan Dana Otonomi Khusus (Otsus), di mana 30% anggaran wajib dialokasikan untuk sektor pendidikan.
“Dana Otsus sudah jelas mengamanatkan 30% untuk pendidikan. Ini harus benar-benar dimaksimalkan, termasuk untuk membantu mahasiswa Papua yang sedang kuliah di luar daerah, apalagi dalam situasi darurat seperti ini,” ujar Billy.
Billy turut menyoroti kondisi hunian mahasiswa di Banda Aceh yang juga dikunjungi, yang dinilainya masih belum layak dan membutuhkan penanganan segera. “Kondisi di Banda Aceh juga masih sangat kurang layak. Ini perlu menjadi perhatian bersama agar mahasiswa kita bisa tinggal dengan aman dan manusiawi,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Utama Yayasan Kitong Bisa, Andi Muhammad Risquillah Rodhi Putra, menyampaikan bantuan yang disalurkan merupakan hasil penggalangan dana publik.
“Kami di sini menyalurkan bantuan dari hasil crowd funding yang dijalankan Kitong Bisa, dengan harapan hasil dari donasi ini dapat membantu adik-adik mahasiswa Papua di Aceh dalam proses pemulihan pasca bencana,” ujarnya.
Kunjungan ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kebijakan di wilayah Papua untuk memperkuat solidaritas dan kolaborasi lintas provinsi, demi memastikan keberlangsungan pendidikan serta kesejahteraan mahasiswa Papua di tengah situasi pasca bencana.
(cip)
Lihat Juga :