Waspada Cuaca Ekstrem! BMKG Pantau Awan Konvektif Signifikan di Kalimantan hingga Papua
Senin, 26 Januari 2026 - 08:49 WIB
loading...
BMKG mencatat wilayah yang masuk zona waspada hujan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang. Wilayah tersebut meliputi Pulau Kalimantan, NTB, serta hampir seluruh Papua. Foto: Dok Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau pertumbuhan awan konvektif signifikan di sejumlah wilayah Indonesia berdasarkan analisis citra satelit inframerah Himawari-9, Minggu (25/1/2026) malam.
Dilihat dari data BMKG per Senin (26/1/2026), menunjukkan konsentrasi awan konvektif yang cukup padat di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur. Kondisi ini berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat atau petir serta angin kencang.
Baca juga: Jakarta Siaga 1: BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem 2026, Ini Cara Selamatkan Mobil dari Water Hammer
BMKG mencatat wilayah yang masuk dalam zona waspada meliputi Pulau Kalimantan, khususnya Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Utara.
Selain itu, potensi cuaca ekstrem juga terpantau di Nusa Tenggara Barat (NTB) serta hampir seluruh wilayah Papua mencakup Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
Dalam peta suhu puncak awan terlihat gradasi warna oranye hingga merah tua di wilayah-wilayah tersebut. Hal ini menunjukkan suhu puncak awan yang sangat dingin (mencapai -60 hingga -80 derajat Celcius) yang menjadi indikator adanya pertumbuhan awan cumulonimbus yang sangat aktif dan menjulang tinggi.
Kondisi ini umumnya berkaitan erat dengan potensi cuaca ekstrem di permukaan bumi seperti hujan lebat dalam durasi singkat maupun panjang.
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan air atau banjir di dataran rendah, tanah longsor di wilayah perbukitan, pohon tumbang akibat angin kencang, serta bahaya sambaran petir saat beraktivitas di luar ruangan.
Dilihat dari data BMKG per Senin (26/1/2026), menunjukkan konsentrasi awan konvektif yang cukup padat di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur. Kondisi ini berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat atau petir serta angin kencang.
Baca juga: Jakarta Siaga 1: BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem 2026, Ini Cara Selamatkan Mobil dari Water Hammer
BMKG mencatat wilayah yang masuk dalam zona waspada meliputi Pulau Kalimantan, khususnya Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Utara.
Selain itu, potensi cuaca ekstrem juga terpantau di Nusa Tenggara Barat (NTB) serta hampir seluruh wilayah Papua mencakup Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
Dalam peta suhu puncak awan terlihat gradasi warna oranye hingga merah tua di wilayah-wilayah tersebut. Hal ini menunjukkan suhu puncak awan yang sangat dingin (mencapai -60 hingga -80 derajat Celcius) yang menjadi indikator adanya pertumbuhan awan cumulonimbus yang sangat aktif dan menjulang tinggi.
Kondisi ini umumnya berkaitan erat dengan potensi cuaca ekstrem di permukaan bumi seperti hujan lebat dalam durasi singkat maupun panjang.
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan air atau banjir di dataran rendah, tanah longsor di wilayah perbukitan, pohon tumbang akibat angin kencang, serta bahaya sambaran petir saat beraktivitas di luar ruangan.
(jon)
Lihat Juga :