Atasi Banjir Jakarta, Pramono Instruksikan Normalisasi 3 Sungai
Sabtu, 24 Januari 2026 - 19:33 WIB
loading...
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan Dinas Sumber Daya Air melakukan normalisasi sungai. Hal ini untuk mengatasi banjir Jakarta yang terus terjadi. Foto: Dok Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan Dinas Sumber Daya Air melakukan normalisasi sungai. Hal ini untuk mengatasi banjir Jakarta yang terus terjadi.
Terdapat tiga sungai yang dinormalisasi yakni Sungai Ciliwung, Krukut, dan Cakung Barat. "Saya sudah instruksikan Dinas Sumber Daya Air mulai normalisasi Sungai Ciliwung, Krukut, dan Cakung Barat sebagai upaya mengatasi banjir agar tidak terulang," ujar Pramono, Sabtu (24/1/2026).
Baca juga: Penyempitan Kali Cakung Lama Jadi Biang Kerok Banjir Kelapa Gading, Pramono: Kita Normalisasi
Penanganan jangka pendek masalah banjir akan dilakukan dengan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Pemprov Jakarta juga terus melakukan pengurasan saluran.
Curah hujan yang mengguyur Jakarta sejak 12 Januari 2026 hingga saat ini rata-rata 200 milimeter. Bahkan, intensitas curah hujan pada 18 Januari di beberapa titik mencapai 260 milimeter. "Kami terus berusaha semaksimal mungkin mengatasi banjir," ucapnya.
Pramono juga mengungkapkan salah satu penyebab Jakarta Barat (Jakbar) termasuk yang dilanda banjir terparah beberapa hari ini, selain curah hujan tinggi juga banjir tidak lepas dari daerah kiriman air hujan.
Air kiriman yang biasanya datang dari Bogor dan sekitarnya, kali ini kiriman datang dari sekitaran Tangerang. "Kali ini (kiriman) dari Tangerang, Tangerang Selatan dan sebagainya baik dari Sungai Angke, Pesanggrahan, Mookervart, dan lain-lain yang hulunya itu semuanya di Cengkareng Drain," ujar Pramono di Rawa Buaya, Jakarta Barat, Sabtu (24/1/2026).
Menurut dia, permukaan air di Cengkareng Drain mulai berangsur-angsur menurun. Berdasarkan data yang dia terima, tinggi permukaan air saat ini berada di angka 315 di mana pada hari sebelumnya menyentuh angka 350.
"Batas amannya itu 310. Saya sedang mengejar itu, kalau 310 berarti di tempat ini dan tempat-tempat lain pasti sudah surut," katanya.
"Termasuk yang menjadi perhatian publik, Daan Mogot dan Flyover Pesing. Sekarang ini Daan Mogot tinggal satu titik genangan di kilometer 13, sedangkan yang lain sudah bisa dilalui berjalan dengan baik," sambungnya.
Terdapat tiga sungai yang dinormalisasi yakni Sungai Ciliwung, Krukut, dan Cakung Barat. "Saya sudah instruksikan Dinas Sumber Daya Air mulai normalisasi Sungai Ciliwung, Krukut, dan Cakung Barat sebagai upaya mengatasi banjir agar tidak terulang," ujar Pramono, Sabtu (24/1/2026).
Baca juga: Penyempitan Kali Cakung Lama Jadi Biang Kerok Banjir Kelapa Gading, Pramono: Kita Normalisasi
Penanganan jangka pendek masalah banjir akan dilakukan dengan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Pemprov Jakarta juga terus melakukan pengurasan saluran.
Curah hujan yang mengguyur Jakarta sejak 12 Januari 2026 hingga saat ini rata-rata 200 milimeter. Bahkan, intensitas curah hujan pada 18 Januari di beberapa titik mencapai 260 milimeter. "Kami terus berusaha semaksimal mungkin mengatasi banjir," ucapnya.
Pramono juga mengungkapkan salah satu penyebab Jakarta Barat (Jakbar) termasuk yang dilanda banjir terparah beberapa hari ini, selain curah hujan tinggi juga banjir tidak lepas dari daerah kiriman air hujan.
Air kiriman yang biasanya datang dari Bogor dan sekitarnya, kali ini kiriman datang dari sekitaran Tangerang. "Kali ini (kiriman) dari Tangerang, Tangerang Selatan dan sebagainya baik dari Sungai Angke, Pesanggrahan, Mookervart, dan lain-lain yang hulunya itu semuanya di Cengkareng Drain," ujar Pramono di Rawa Buaya, Jakarta Barat, Sabtu (24/1/2026).
Menurut dia, permukaan air di Cengkareng Drain mulai berangsur-angsur menurun. Berdasarkan data yang dia terima, tinggi permukaan air saat ini berada di angka 315 di mana pada hari sebelumnya menyentuh angka 350.
"Batas amannya itu 310. Saya sedang mengejar itu, kalau 310 berarti di tempat ini dan tempat-tempat lain pasti sudah surut," katanya.
"Termasuk yang menjadi perhatian publik, Daan Mogot dan Flyover Pesing. Sekarang ini Daan Mogot tinggal satu titik genangan di kilometer 13, sedangkan yang lain sudah bisa dilalui berjalan dengan baik," sambungnya.
(jon)
Lihat Juga :