Nestapa Warga Korban Banjir Kebon Pala Jakarta Timur
Jum'at, 23 Januari 2026 - 12:36 WIB
loading...
Kawasan padat penduduk di wilayah Kebon Pala, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, masih terendam banjir Jumat (23/1/2026) pagi. Foto/Achmad Al Fiqri
A
A
A
JAKARTA - Kawasan padat penduduk di wilayah Kebon Pala, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, masih terendam banjir Jumat (23/1/2026) pagi. Di tengah genangan banjir, para warga di sana masih berjuang untuk bertahan hidup.
Suaeb, misalnya, warga RT 11/RW 05 Kebon Pala. Ia harus berjuang seorang diri menyelamatkan nyawanya saat banjir setinggi leher orang dewasa menerjang rumahnya.
Ia menuturkan, dirinya baru mengetahui banjir setelah mendapat kabar siaga dari Bendung Katulampa usai maghrib, Kamis (22/1/2026). Air begitu cepat, tak memberikan Suaib banyak waktu untuk berpikir.
![Nestapa Warga Korban Banjir Kebon Pala Jakarta Timur]()
Baca juga: Banjir Rendam Pondok Karya Setinggi 60 Cm, Ini Penampakannya
"Orang bilangnya Katulampa 90 (cm), ya udah saya jalan. Udah nggak bisa berenang, orang (air) udah seleher," tutur Suaeb saat ditemui di lokasi banjir, Jumat (23/1/2026).
Di tengah terjangan banjir, ia seorang diri mengevakuasi diri. Tak ada perabotan, pakaian, atau barang berharga lain yang bisa ia selamatkan.
"Nggak ada yang kebawa, cuma surat-surat doang," ucapnya lirih.
Saat ditanya nasib kulkas dan televisinya, ia hanya bisa pasrah. "Tau dah, TV di atas itu."
Kini, rumahnya terendam total. Untuk sekadar melepas lelah dan memejamkan mata, Suaeb harus menumpang di kediaman warga lain yang lebih aman.
"Tidur di rumah orang di bawah, di Gang 14. Numpang," katanya.
Tak hanya itu, ia harus menahan lapar hingga ada yang berbaik hati memberinya makanan. Sejak semalam, belum sebutir nasi pun ia makan.
"Malam dapat dari mana tuh, makan mi doang. Dikasih orang. Iya, baru mi doang, dari sore ya mi aja," ucap Suaeb.
Kendati demikian, Suaeb memiliki harapan sederhana untuk saat ini, yakni sebuah tempat pengungsian yang layak agar tidak lagi merepotkan orang lain.
"Ya kalau disediain (posko pengungsian) mah ya kita ngungsi. Ada mah enak," tandas Suaeb.
Suaeb, misalnya, warga RT 11/RW 05 Kebon Pala. Ia harus berjuang seorang diri menyelamatkan nyawanya saat banjir setinggi leher orang dewasa menerjang rumahnya.
Ia menuturkan, dirinya baru mengetahui banjir setelah mendapat kabar siaga dari Bendung Katulampa usai maghrib, Kamis (22/1/2026). Air begitu cepat, tak memberikan Suaib banyak waktu untuk berpikir.

Baca juga: Banjir Rendam Pondok Karya Setinggi 60 Cm, Ini Penampakannya
"Orang bilangnya Katulampa 90 (cm), ya udah saya jalan. Udah nggak bisa berenang, orang (air) udah seleher," tutur Suaeb saat ditemui di lokasi banjir, Jumat (23/1/2026).
Di tengah terjangan banjir, ia seorang diri mengevakuasi diri. Tak ada perabotan, pakaian, atau barang berharga lain yang bisa ia selamatkan.
"Nggak ada yang kebawa, cuma surat-surat doang," ucapnya lirih.
Saat ditanya nasib kulkas dan televisinya, ia hanya bisa pasrah. "Tau dah, TV di atas itu."
Kini, rumahnya terendam total. Untuk sekadar melepas lelah dan memejamkan mata, Suaeb harus menumpang di kediaman warga lain yang lebih aman.
"Tidur di rumah orang di bawah, di Gang 14. Numpang," katanya.
Tak hanya itu, ia harus menahan lapar hingga ada yang berbaik hati memberinya makanan. Sejak semalam, belum sebutir nasi pun ia makan.
"Malam dapat dari mana tuh, makan mi doang. Dikasih orang. Iya, baru mi doang, dari sore ya mi aja," ucap Suaeb.
Kendati demikian, Suaeb memiliki harapan sederhana untuk saat ini, yakni sebuah tempat pengungsian yang layak agar tidak lagi merepotkan orang lain.
"Ya kalau disediain (posko pengungsian) mah ya kita ngungsi. Ada mah enak," tandas Suaeb.
(rca)
Lihat Juga :