Penyempitan Kali Cakung Lama Jadi Biang Kerok Banjir Kelapa Gading, Pramono: Kita Normalisasi
Jum'at, 23 Januari 2026 - 11:26 WIB
loading...
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung Kali Cakung Lama segmen Sungai Begog dan Pedongkelan, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (23/1/2026). Foto: Danandaya
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung Kali Cakung Lama segmen Sungai Begog dan Pedongkelan, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (23/1/2026). Dalam tinjauannya Pramono menemukan bottleneck atau hambatan air di kali tersebut.
Penyempitan tersebut yang selama ini menjadi penyebab utama banjir di Kelapa Gading dan sejumlah daerah lainnya.
Baca juga: Kawasan Kemang Utara IX Terendam Banjir, Akses Jalan Terputus
"Memang di Kali Cakung Lama ini terjadi bottleneck dan ini menyebabkan beberapa daerah kemudian banjir di antaranya Kelapa Gading, Sukapura, dan Cilincing, Pegangsaan Dua, dan sebagainya. Ini penyebab bottleneck utama sebelum air turun ke laut," ujar Pramono usia peninjauan Kali Cakung Lama.
Dengan diketahuinya permasalahan tersebut, Pramono langsung memerintahkan Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta untuk melakukan normalisasi sungai sepanjang 2 km.
Warga bantaran Kali Cakung Lama kini setuju dengan ide Pramono untuk melakukan normalisasi. Sebab, warga juga telah mengeluhkan wilayahnya selalu menjadi langganan banjir.
"Tapi karena dari waktu ke waktu di sini selalu banjir, apalagi dalam dua minggu ini terjadi banjir yang sama, sekarang ini sebagian besar masyarakat sudah bersedia untuk dinormalisasi," kata Pramono.
Berdasarkan data SDA DKI Jakarta, Kali Begog yang merupakan bagian dari Kali Cakung Lama mengalami penyempitan sehingga lebar efektif saluran hanya tersisa sekitar 2-3 meter dari kondisi awal sekitar 20 meter.
Penyempitan ini disertai tingginya endapan sedimen dan okupansi bangunan di bantaran kali yang menyebabkan pendangkalan dan berkurangnya daya tampung aliran, terutama saat debit air meningkat akibat hujan.
Kondisi ini rentan menimbulkan genangan hingga banjir di Kecamatan Cilincing (Semper barat dan timur), Kelapa Gading (Pegangsaan), serta Koja (Tugu Selatan).
Penyempitan tersebut yang selama ini menjadi penyebab utama banjir di Kelapa Gading dan sejumlah daerah lainnya.
Baca juga: Kawasan Kemang Utara IX Terendam Banjir, Akses Jalan Terputus
"Memang di Kali Cakung Lama ini terjadi bottleneck dan ini menyebabkan beberapa daerah kemudian banjir di antaranya Kelapa Gading, Sukapura, dan Cilincing, Pegangsaan Dua, dan sebagainya. Ini penyebab bottleneck utama sebelum air turun ke laut," ujar Pramono usia peninjauan Kali Cakung Lama.
Dengan diketahuinya permasalahan tersebut, Pramono langsung memerintahkan Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta untuk melakukan normalisasi sungai sepanjang 2 km.
Warga bantaran Kali Cakung Lama kini setuju dengan ide Pramono untuk melakukan normalisasi. Sebab, warga juga telah mengeluhkan wilayahnya selalu menjadi langganan banjir.
"Tapi karena dari waktu ke waktu di sini selalu banjir, apalagi dalam dua minggu ini terjadi banjir yang sama, sekarang ini sebagian besar masyarakat sudah bersedia untuk dinormalisasi," kata Pramono.
Berdasarkan data SDA DKI Jakarta, Kali Begog yang merupakan bagian dari Kali Cakung Lama mengalami penyempitan sehingga lebar efektif saluran hanya tersisa sekitar 2-3 meter dari kondisi awal sekitar 20 meter.
Penyempitan ini disertai tingginya endapan sedimen dan okupansi bangunan di bantaran kali yang menyebabkan pendangkalan dan berkurangnya daya tampung aliran, terutama saat debit air meningkat akibat hujan.
Kondisi ini rentan menimbulkan genangan hingga banjir di Kecamatan Cilincing (Semper barat dan timur), Kelapa Gading (Pegangsaan), serta Koja (Tugu Selatan).
(jon)
Lihat Juga :