Habitat for Humanity Salurkan Shelter Kit dan Aneka Alat Pembersihan Puing
Rabu, 21 Januari 2026 - 13:55 WIB
loading...
Habitat for Humanity Indonesia mendorong keterlibatan aktif perempuan dalam keberlanjutan pemulihan pascabencana. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
SIBOLGA - Habitat Indonesia menyalurkan bantuan berupa 200 paket Shelter Kits & Rubble Removal dari total target 1.000 paket untuk korban banjir dan longsor di wilayah Sibolga, Tapanuli Tengah, dan sekitarnya. Aksi kemanusiaan ini terwujud berkat dukungan dana dari para donatur.
Momentum distribusi bantuan ini juga diperkuat dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Habitat for Humanity Indonesia dengan Wali Kota Sibolga Akhmad Syukri Nazry Penarik dan Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu. Kerja sama resmi ini dilakukan untuk mensinergikan data penerima manfaat serta memastikan bahwa proses pemulihan fisik rumah warga berjalan selaras dengan rencana tata ruang dan mitigasi bencana pemerintah daerah.
”Melalui kolaborasi strategis dengan Pemkot Sibolga dan Pemkab Tapanuli Tengah, kami memastikan bahwa proses pemulihan ini tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan selaras dengan mitigasi bencana daerah,” kata National Director Habitat for Humanity Indonesia, Handoko Ngadiman dalam siaran tertulis, Rabu (21/1/2026). Baca juga: Satgas Percepatan Rehabilitasi Pakai 7 Indikator untuk Pantau Pemulihan Pascabencana Aceh-Sumatera
Dengan dukungan legalitas ini, Habitat Indonesia mendapatkan akses lebih luas dalam mengoordinasikan bantuan teknis dan logistik di lapangan. Distribusi bantuan dipimpin langsung oleh Handoko Ngadiman dan Program Director Habitat for Humanity Indonesia, Arwin Soelaksono. Hal ini untuk memastikan perlengkapan diterima langsung oleh keluarga yang membutuhkan untuk memulai perbaikan hunian secara mandiri.
Berdasarkan kebutuhan di lapangan, paket yang dibagikan mencakup perlengkapan teknis untuk perbaikan rumah dan pembersihan sisa material banjir (rubble removal). Selain bantuan per keluarga, Habitat juga menyediakan Community Shelter Kit. Mencakup peralatan bersama seperti kereta sorong (wheelbarrow) sebanyak 5 unit per kelompok untuk mempercepat pembersihan lingkungan.
Penyaluran Shelter Kit ini menandai dimulainya komitmen jangka panjang Habitat Indonesia selama satu tahun ke depan. Fokusnya pada perbaikan rumah dan retrofitting serta pembangunan hunian baru pada tahun kedua.
Pertama, perbaikan rumah dan retrofitting untuk 500 rumah rusak ringan dan rusak sedang, yang merupakan perbaikan dan perkuatan struktur rumah agar lebih aman dari ancaman bencana di masa depan. Kedua, bagi warga yang rumahnya rusak berat, pembangunan kembali rumah bagi warga yang kehilangan tempat tinggal pada tahun kedua.
Ketiga, pemberdayaan perempuan di bidang pembangunan kembali untuk mendorong peran perempuan sebagai penggerak pembangunan kembali pasca bencana. Program ini menitikberatkan pada keterlibatan ibu-ibu dalam memimpin proses pemulihan dan pembangunan rumah bagi keluarga mereka. Secara khusus, program ini mendorong perempuan sebagai penggerak utama pembangunan. Baca juga: Seluruh Wilayah Sumatera Terdampak Bencana Masuk Fase Transisi Pemulihan
Distribusi shelter kit ini langkah awal dari komitmen jangka panjang kami di Sumatera Utara. Mereka juga juga membangun ketangguhan komunitas, terutama peran perempuan. ”Agar mereka mampu menjaga dan mewariskan hunian yang lebih aman bagi generasi mendatang,” ujar Handoko.
Habitat for Humanity Indonesia yakin keterlibatan aktif perempuan sangat krusial dalam keberlanjutan pemulihan pascabencana. Sebagai sosok yang paling memahami kebutuhan domestik dan keamanan anggota keluarganya, perempuan memiliki ketelitian serta ketahanan emosional yang tinggi dalam mengelola perbaikan hunian.
Momentum distribusi bantuan ini juga diperkuat dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Habitat for Humanity Indonesia dengan Wali Kota Sibolga Akhmad Syukri Nazry Penarik dan Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu. Kerja sama resmi ini dilakukan untuk mensinergikan data penerima manfaat serta memastikan bahwa proses pemulihan fisik rumah warga berjalan selaras dengan rencana tata ruang dan mitigasi bencana pemerintah daerah.
”Melalui kolaborasi strategis dengan Pemkot Sibolga dan Pemkab Tapanuli Tengah, kami memastikan bahwa proses pemulihan ini tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan selaras dengan mitigasi bencana daerah,” kata National Director Habitat for Humanity Indonesia, Handoko Ngadiman dalam siaran tertulis, Rabu (21/1/2026). Baca juga: Satgas Percepatan Rehabilitasi Pakai 7 Indikator untuk Pantau Pemulihan Pascabencana Aceh-Sumatera
Dengan dukungan legalitas ini, Habitat Indonesia mendapatkan akses lebih luas dalam mengoordinasikan bantuan teknis dan logistik di lapangan. Distribusi bantuan dipimpin langsung oleh Handoko Ngadiman dan Program Director Habitat for Humanity Indonesia, Arwin Soelaksono. Hal ini untuk memastikan perlengkapan diterima langsung oleh keluarga yang membutuhkan untuk memulai perbaikan hunian secara mandiri.
Berdasarkan kebutuhan di lapangan, paket yang dibagikan mencakup perlengkapan teknis untuk perbaikan rumah dan pembersihan sisa material banjir (rubble removal). Selain bantuan per keluarga, Habitat juga menyediakan Community Shelter Kit. Mencakup peralatan bersama seperti kereta sorong (wheelbarrow) sebanyak 5 unit per kelompok untuk mempercepat pembersihan lingkungan.
Penyaluran Shelter Kit ini menandai dimulainya komitmen jangka panjang Habitat Indonesia selama satu tahun ke depan. Fokusnya pada perbaikan rumah dan retrofitting serta pembangunan hunian baru pada tahun kedua.
Pertama, perbaikan rumah dan retrofitting untuk 500 rumah rusak ringan dan rusak sedang, yang merupakan perbaikan dan perkuatan struktur rumah agar lebih aman dari ancaman bencana di masa depan. Kedua, bagi warga yang rumahnya rusak berat, pembangunan kembali rumah bagi warga yang kehilangan tempat tinggal pada tahun kedua.
Ketiga, pemberdayaan perempuan di bidang pembangunan kembali untuk mendorong peran perempuan sebagai penggerak pembangunan kembali pasca bencana. Program ini menitikberatkan pada keterlibatan ibu-ibu dalam memimpin proses pemulihan dan pembangunan rumah bagi keluarga mereka. Secara khusus, program ini mendorong perempuan sebagai penggerak utama pembangunan. Baca juga: Seluruh Wilayah Sumatera Terdampak Bencana Masuk Fase Transisi Pemulihan
Distribusi shelter kit ini langkah awal dari komitmen jangka panjang kami di Sumatera Utara. Mereka juga juga membangun ketangguhan komunitas, terutama peran perempuan. ”Agar mereka mampu menjaga dan mewariskan hunian yang lebih aman bagi generasi mendatang,” ujar Handoko.
Habitat for Humanity Indonesia yakin keterlibatan aktif perempuan sangat krusial dalam keberlanjutan pemulihan pascabencana. Sebagai sosok yang paling memahami kebutuhan domestik dan keamanan anggota keluarganya, perempuan memiliki ketelitian serta ketahanan emosional yang tinggi dalam mengelola perbaikan hunian.
(poe)
Lihat Juga :