Pesawat ATR Jatuh di Sulsel Pernah Ikut Bantu Cari Korban Kapal Terbakar

Selasa, 20 Januari 2026 - 18:24 WIB
loading...
Pesawat ATR Jatuh di...
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M Syafii mengungkapkan bahwa pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Maros, Sulawesi Selatan, pernah diterjunkan membantu Tim SAR dalam misi pencarian korban kapal terbakar di perairan Lampung. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Kepala Badan SAR Nasional ( Basarnas ) Marsekal Madya TNI M Syafi'i mengungkapkan bahwa pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Maros, Sulawesi Selatan, pernah diterjunkan membantu Tim SAR dalam misi pencarian korban kapal terbakar di perairan Lampung. Kapal yang dimaksud adalah KM Maulana-30 yang terbakar di perairan Belimbing, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, Sabtu (20/12/2025).

Syafi'i mengatakan, kecelakaan pesawat ATR 42-500 menjadi duka mendalam bagi pihaknya. "Ini menjadi kesan mendalam bagi kami, karena pada saat operasi ini (KM Maulana-30), kami dibantu oleh pesawat yang saat ini sedang kami cari," kata Syafi'i dalam rapat bersama Komisi V DPR, di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Bahkan, dia menyebut bahwa tiga orang yang menjadi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 turut mencari korban KM Maulana-30. Syafi'i menegaskan Basarnas mengenal betul tiga personel tersebut.

Baca Juga: Basarnas Temukan 1 Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500

"Begitu juga tiga penumpang yang terlibat dalam pesawat ATR ini merupakan tiga personel yang juga kami kenal dalam misi tersebut," ujarnya.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyampaikan perkembangan penanganan pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT yang dioperasikan oleh Indonesia Air Transport (IAT) yang dilaporkan mengalami hilang kontak (lost contact) saat melaksanakan penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Tim SAR Gabungan berhasil menemukan serpihan pesawat di kawasan Gunung Bulusaraung yang berada di perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Lokasi tersebut berjarak sekitar 26,49 kilometer dari Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, dan berdekatan dengan posko Basarnas terdekat.

Penemuan serpihan pesawat pada Minggu pagi, 18 Januari 2026, melalui operasi pencarian terpadu yang mengombinasikan pencarian darat dan udara. TNI Angkatan Udara mengerahkan pesawat tanpa awak (drone) sejak pukul 06.15 Wita yang kemudian dilanjutkan dengan penyisiran menggunakan helikopter TNI AU.

Pada pukul 07.46 Wita, tim berhasil mengidentifikasi secara visual serpihan pesawat berupa jendela yang menjadi penanda awal lokasi kecelakaan. Selang tiga menit kemudian, tepatnya pada pukul 07.49 Wita, ditemukan serpihan berukuran besar yang diduga merupakan bagian badan pesawat beserta ekornya.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa menegaskan bahwa pada tahap ini belum berada dalam posisi untuk menyimpulkan penyebab kejadian. Seluruh aspek yang berkaitan dengan proses investigasi, termasuk faktor penyebab kecelakaan pesawat, sepenuhnya menjadi kewenangan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan akan disampaikan secara resmi oleh KNKT sesuai ketentuan yang berlaku.



Jumlah orang di dalam pesawat (Persons on Board/POB) tercatat sebanyak 10 orang, yang terdiri atas 7 awak pesawat dan 3 penumpang, dengan rincian sebagai berikut:

Awak Pesawat:
1. Capt. Andy Dahananto
2. SIC / FO M. Farhan Gunawan
3. FOO Hariadi
4. EOB Restu Adi P
5. EOB Dwi Murdiono
6. FA Florencia Lolita
7. FA Esther Aprilita S

Penumpang:
1. Deden
2. Ferry
3. Yoga

Proses evakuasi masih terus dilaksanakan oleh Basarnas bersama unsur gabungan TNI/Polri serta dukungan masyarakat setempat. Basarnas telah mendirikan Posko Topo Bulu yang berjarak sekitar 4,6 kilometer dari lokasi kecelakaan. Dua korban sudah ditemukan. Evakuasi terkendala cuaca buruk.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Polemik Paskibraka Sulsel,...
Polemik Paskibraka Sulsel, Pengamat Wanti-wanti Tidak Jadi Ajang Politik Praktis
27.969 Bidang Tanah...
27.969 Bidang Tanah Milik Pemda di Sulsel Senilai Rp27,5 Triliun Belum Bersertifikat
Ekor Helikopter PK-CFX...
Ekor Helikopter PK-CFX yang Hilang Kontak Ditemukan di Sekadau Kalbar
Jenazah Pilot Pesawat...
Jenazah Pilot Pesawat Pelita Air yang Jatuh di Krayan Dibawa ke Jakarta Besok
Ini Penampakan Pesawat...
Ini Penampakan Pesawat Pengangkut BBM yang Jatuh di Kaltara
Pilot Pelita Air yang...
Pilot Pelita Air yang Jatuh Dievakuasi ke RS Pratama Long Bawan, Ini Identitasnya
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Rekomendasi
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Deretan Fakta Menarik...
Deretan Fakta Menarik Usai Belanda Hajar Swedia 5-1
Berita Terkini
Rano Karno Sebut Jakarta...
Rano Karno Sebut Jakarta Masuk 53 Kota Terbaik Dunia Kalahkan Washington DC
Kaesang Kaget Foto Jokowi...
Kaesang Kaget Foto Jokowi Lebih Banyak di Rakorwil PSI Kaltim
Polda Metro Tangkap...
Polda Metro Tangkap Perampok Minimarket di Bekasi, Pelaku Tercatat sebagai Mahasiswa
GKSI Berdayakan Peternak...
GKSI Berdayakan Peternak dan Koperasi Susu untuk Perkuat Program MBG
Bangun Sinergitas, Pemkot...
Bangun Sinergitas, Pemkot Bogor Bersama Pelaku Usaha Ikuti Kompetisi Padel
HUT ke-499 DKI, Parade...
HUT ke-499 DKI, Parade Mobil Hias hingga Tarian Khas Jakarta Meriahkan Jakfestival di Ancol
Infografis
3 Tujuan Rusia Menempatkan...
3 Tujuan Rusia Menempatkan Pesawat Tempur di Papua
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved