IPA Tambun Utara Diaktifkan Lagi demi Pulihkan Layanan Air Bersih Warga
Senin, 19 Januari 2026 - 20:18 WIB
loading...
Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tambun Utara kembali diaktifkan lagi oleh Perumda Tirta Bhagasasi Kabupaten Bekasi setelah lima bulan tidak beroperasi. Foto/Ist
A
A
A
BEKASI - Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tambun Utara kembali diaktifkan lagi oleh Perumda Tirta Bhagasasi Kabupaten Bekasi, Jawa Barat setelah lima bulan tidak beroperasi. Langkah ini diambil untuk memulihkan pelayanan air bersih bagi ribuan pelanggan di Kecamatan Tambun Utara yang sempat terdampak gangguan pasokan.
Direktur Utama Perumda Tirta Bhagasasi Reza Luthfi Hasan mengatakan, reaktivasi instalasi tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab pelayanan publik BUMD dalam memastikan akses air bersih bagi masyarakat.
Baca juga: Baznas Salurkan 160.000 Liter Air Bersih untuk Warga di Aceh Tamiang
“Air bersih adalah kebutuhan dasar. Reaktivasi IPA Tambun Utara kami lakukan agar pelayanan kepada warga kembali optimal dan berkelanjutan,” ujar Reza di Cikarang, Senin (19/1/2026).
IPA Tambun Utara yang berlokasi di Desa Karangsatria memiliki kapasitas terpasang 50 liter per detik. Saat ini, instalasi tersebut mampu memproduksi sekitar 24 liter per detik untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, khususnya rumah tangga di wilayah Tambun Utara.
Reza mengakui, instalasi itu sebelumnya berhenti beroperasi akibat sejumlah kendala teknis, sehingga berdampak pada kontinuitas layanan. Oleh karena itu, manajemen meminta perbaikan dilakukan secara menyeluruh, dengan mengedepankan kualitas air yang aman dan layak konsumsi.
Baca juga: Sediakan Air Bersih, BNPB Kebut Pembangunan 100 Sumur Bor di Aceh Utara
“Kami tidak ingin hanya sekadar beroperasi, tapi memastikan air yang diterima masyarakat benar-benar memenuhi standar,” katanya.
Kepala Kantor Cabang Pembantu Tirta Bhagasasi Tambun Utara, Nailul Author, menyampaikan proses reaktivasi dilakukan secara bertahap dengan pengujian kualitas air oleh tim teknis dan laboratorium.
“Begitu masih tercium bau, distribusi langsung kami hentikan. Kami pastikan dulu air baku jernih, tidak berbau, dan aman sebelum dialirkan ke pelanggan,” ujar Nailul.
Ia menambahkan, normalisasi sungai oleh pemerintah daerah turut membantu memperbaiki kualitas air baku, sehingga proses pengolahan menjadi lebih stabil dan aman bagi warga.
Sementara itu, Anggota Dewan Pengawas Tirta Bhagasasi Romli Romliandi menegaskan reaktivasi IPA Tambun Utara tidak hanya berdampak jangka pendek, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan air bersih di Kabupaten Bekasi.
“Saat ini layanan perpipaan baru menjangkau sekitar 40 persen penduduk atau 330 ribu kepala keluarga. Target kami mencapai 60 persen pada 2029, sehingga semakin banyak warga mendapat layanan air bersih yang layak,” ujarnya.
Untuk mendukung perluasan layanan tersebut, Tirta Bhagasasi menargetkan penambahan sekitar 15.000–16.000 sambungan langganan per tahun, termasuk ke wilayah-wilayah yang selama ini belum terjangkau jaringan perpipaan.
“Pemerataan layanan air bersih adalah prioritas. Kami berharap dukungan penyertaan modal dari pemerintah daerah dan kerja sama investasi agar pembangunan jaringan bisa dipercepat,” kata Romli.
Dengan reaktivasi IPA Tambun Utara, Tirta Bhagasasi berharap pelayanan air bersih bagi masyarakat Tambun Utara kembali stabil, sekaligus menjadi langkah awal pemulihan kepercayaan publik terhadap layanan BUMD air minum di Kabupaten Bekasi.
Direktur Utama Perumda Tirta Bhagasasi Reza Luthfi Hasan mengatakan, reaktivasi instalasi tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab pelayanan publik BUMD dalam memastikan akses air bersih bagi masyarakat.
Baca juga: Baznas Salurkan 160.000 Liter Air Bersih untuk Warga di Aceh Tamiang
“Air bersih adalah kebutuhan dasar. Reaktivasi IPA Tambun Utara kami lakukan agar pelayanan kepada warga kembali optimal dan berkelanjutan,” ujar Reza di Cikarang, Senin (19/1/2026).
IPA Tambun Utara yang berlokasi di Desa Karangsatria memiliki kapasitas terpasang 50 liter per detik. Saat ini, instalasi tersebut mampu memproduksi sekitar 24 liter per detik untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, khususnya rumah tangga di wilayah Tambun Utara.
Reza mengakui, instalasi itu sebelumnya berhenti beroperasi akibat sejumlah kendala teknis, sehingga berdampak pada kontinuitas layanan. Oleh karena itu, manajemen meminta perbaikan dilakukan secara menyeluruh, dengan mengedepankan kualitas air yang aman dan layak konsumsi.
Baca juga: Sediakan Air Bersih, BNPB Kebut Pembangunan 100 Sumur Bor di Aceh Utara
“Kami tidak ingin hanya sekadar beroperasi, tapi memastikan air yang diterima masyarakat benar-benar memenuhi standar,” katanya.
Kepala Kantor Cabang Pembantu Tirta Bhagasasi Tambun Utara, Nailul Author, menyampaikan proses reaktivasi dilakukan secara bertahap dengan pengujian kualitas air oleh tim teknis dan laboratorium.
“Begitu masih tercium bau, distribusi langsung kami hentikan. Kami pastikan dulu air baku jernih, tidak berbau, dan aman sebelum dialirkan ke pelanggan,” ujar Nailul.
Ia menambahkan, normalisasi sungai oleh pemerintah daerah turut membantu memperbaiki kualitas air baku, sehingga proses pengolahan menjadi lebih stabil dan aman bagi warga.
Sementara itu, Anggota Dewan Pengawas Tirta Bhagasasi Romli Romliandi menegaskan reaktivasi IPA Tambun Utara tidak hanya berdampak jangka pendek, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan air bersih di Kabupaten Bekasi.
“Saat ini layanan perpipaan baru menjangkau sekitar 40 persen penduduk atau 330 ribu kepala keluarga. Target kami mencapai 60 persen pada 2029, sehingga semakin banyak warga mendapat layanan air bersih yang layak,” ujarnya.
Untuk mendukung perluasan layanan tersebut, Tirta Bhagasasi menargetkan penambahan sekitar 15.000–16.000 sambungan langganan per tahun, termasuk ke wilayah-wilayah yang selama ini belum terjangkau jaringan perpipaan.
“Pemerataan layanan air bersih adalah prioritas. Kami berharap dukungan penyertaan modal dari pemerintah daerah dan kerja sama investasi agar pembangunan jaringan bisa dipercepat,” kata Romli.
Dengan reaktivasi IPA Tambun Utara, Tirta Bhagasasi berharap pelayanan air bersih bagi masyarakat Tambun Utara kembali stabil, sekaligus menjadi langkah awal pemulihan kepercayaan publik terhadap layanan BUMD air minum di Kabupaten Bekasi.
(shf)
Lihat Juga :