Layanan Komunikasi Satelit di Daerah 3T Terus Diperkuat
Sabtu, 17 Januari 2026 - 16:21 WIB
loading...
Direktur Utama Telkomsat Lukman Hakim Abd Rauf mengatakan, pihaknya berkomitmen layanan komunikasi satelit menjangkau daerah 3T. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Layanan komunikasi satelit di Indonesia, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) semakin diperkuat. Dengan demikian, masyarakat dapat dengan mudah melakukan komunikasi.
Hal itu berkat kerja sama antara PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat), China Telecom Corporation Limited Satellite Communications Branch (CTSC), PT China Telecom Indonesia (CTID), dan PT Skyconn Satelit Indonesia (Skyconn).
Para pihak berkomitmen untuk mempercepat kesiapan teknis dan operasional layanan komunikasi satelit agar dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat, termasuk untuk kebutuhan komunikasi darurat serta penyediaan layanan komunikasi di wilayah underserved dan unserved, terutama di daerah 3T.
Baca juga: Satelit Merah Putih 2 Berperan Strategis dalam Penguatan Pertahanan Nasional
Para pihak juga sepakat untuk mendorong pengembangan dan kesiapan teknis sistem komunikasi satelit guna mendukung pemanfaatan layanan komunikasi secara berkelanjutan. Kolaborasi ini mencakup pula koordinasi intensif dengan para pemangku kepentingan terkait untuk memastikan kepatuhan terhadap aspek regulasi, perizinan, serta kesiapan operasional layanan di Indonesia.
“Sebagai operator satelit yang melayani negara kepulauan dengan tantangan geografis yang unik, kami sangat selaras dengan misi China Telecom Satellite untuk memastikan konektivitas yang inklusif dan andal,” ujar Direktur Utama Telkomsat Lukman Hakim Abd Rauf, Sabtu (17/1/2026).
Lihat video: Detik-detik Satelit Nusantara Lima Milik Indonesia Mengangkasa dari Florida
Lukman menambahkan, saat ini Telkomsat mengoperasikan lima satelit aktif dengan total kapasitas lebih dari 70 Gbps, serta mengelola lebih dari 30.000 node aktif yang menghubungkan lebih dari 3,5 juta pengguna, termasuk sekitar 10.000 pengguna di luar Indonesia. Pengembangan layanan komunikasi satelit tidak hanya berorientasi pada kemajuan teknologi, tetapi juga pada dampak sosial yang nyata bagi masyarakat.
“Menjembatani kesenjangan digital bukan hanya tantangan teknologi, tetapi juga tanggung jawab bersama kepada rakyat dan negara. Inovasi-inovasi menunjukkan bahwa teknologi satelit dapat memberikan dampak nyata dan bermakna, terutama dalam situasi kritis dan di daerah terpencil atau yang kurang terlayani,” ucapnya.
Hal itu berkat kerja sama antara PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat), China Telecom Corporation Limited Satellite Communications Branch (CTSC), PT China Telecom Indonesia (CTID), dan PT Skyconn Satelit Indonesia (Skyconn).
Para pihak berkomitmen untuk mempercepat kesiapan teknis dan operasional layanan komunikasi satelit agar dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat, termasuk untuk kebutuhan komunikasi darurat serta penyediaan layanan komunikasi di wilayah underserved dan unserved, terutama di daerah 3T.
Baca juga: Satelit Merah Putih 2 Berperan Strategis dalam Penguatan Pertahanan Nasional
Para pihak juga sepakat untuk mendorong pengembangan dan kesiapan teknis sistem komunikasi satelit guna mendukung pemanfaatan layanan komunikasi secara berkelanjutan. Kolaborasi ini mencakup pula koordinasi intensif dengan para pemangku kepentingan terkait untuk memastikan kepatuhan terhadap aspek regulasi, perizinan, serta kesiapan operasional layanan di Indonesia.
“Sebagai operator satelit yang melayani negara kepulauan dengan tantangan geografis yang unik, kami sangat selaras dengan misi China Telecom Satellite untuk memastikan konektivitas yang inklusif dan andal,” ujar Direktur Utama Telkomsat Lukman Hakim Abd Rauf, Sabtu (17/1/2026).
Lihat video: Detik-detik Satelit Nusantara Lima Milik Indonesia Mengangkasa dari Florida
Lukman menambahkan, saat ini Telkomsat mengoperasikan lima satelit aktif dengan total kapasitas lebih dari 70 Gbps, serta mengelola lebih dari 30.000 node aktif yang menghubungkan lebih dari 3,5 juta pengguna, termasuk sekitar 10.000 pengguna di luar Indonesia. Pengembangan layanan komunikasi satelit tidak hanya berorientasi pada kemajuan teknologi, tetapi juga pada dampak sosial yang nyata bagi masyarakat.
“Menjembatani kesenjangan digital bukan hanya tantangan teknologi, tetapi juga tanggung jawab bersama kepada rakyat dan negara. Inovasi-inovasi menunjukkan bahwa teknologi satelit dapat memberikan dampak nyata dan bermakna, terutama dalam situasi kritis dan di daerah terpencil atau yang kurang terlayani,” ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :