Update Bencana Sumatera: 1.198 Orang Meninggal, Korban Hilang 144 Orang

Sabtu, 17 Januari 2026 - 07:13 WIB
loading...
Update Bencana Sumatera:...
Sejumlah pekerja sedang menyelesaikan pembangunan tahap pertama hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir di Desa Ulee Rubek Timur, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, pada Kamis (15/1/2026). Foto/BNPB
A A A
JAKARTA - Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara mencapai 1.198 orang. Hal tersebut berdasarkan data hingga Jumat, 16 Januari 2026.

“Dalam perkembangan terkini, ada peningkatan jumlah korban jiwa. Total korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi di tiga provinsi mencapai 1.198 orang, sementara korban hilang tercatat sebanyak 144 orang,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari dalam keterangannya, Sabtu (17/1/2026).

Pria yang kerap disapa Aam itu menuturkan, penambahan korban meninggal dunia tersebut berada di Provinsi Aceh dengan 8 orang. Selain itu ia menuturkan, hingga saat ini tercatat 166.579 jiwa yang masih berada di lokasi pengungsian.

Baca juga: 1,6 Ton Garam Ditebar di Langit Selat Sunda untuk Modifikasi Cuaca di Jakarta



“Adapun penambahan korban meninggal dunia ada di Provinsi Aceh sebanyak 8 orang. Jumlah penduduk terdampak yang masih berada di lokasi pengungsian tercatat sebanyak 166.579 jiwa,” ujar dia.

Ia menambahkan, untuk percepatan pembangunan hunian sementara (huntara), pembukaan dan pembersihan akses jalan dan jembatan serta pemulihan kawasan permukiman terus ditingkatkan agar semakin kondusif untuk dihuni kembali.

Dia menambahkan, upaya pemasangan jembatan juga masih dilakukan. Jembatan Aramco dan Bailey masih dalam proses pemasangan. Pemasangan ini dilakukan oleh Satgas Yonzipur 5/ABW di Kabupaten Aceh Utara.

Baca juga: BNPB Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Utara



Masih di wilayah yang sama, upaya pembersihan fasilitas publik juga dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari TNI dan Polri. “Terkait pemenuhan air bersih, progres perbaikan jaringan PDAM terus dilakukan. Salah satunya di Kabupaten Bener Meriah. Upaya ini dilaporkan per Kamis (15/1) sudah mencapai 80 %,” ujarnya.

Adapun laporan distribusi logistik yang berhasil dihimpun sejak 29 November hingga 15 Januari yakni sebanyak 1.747,11 ton telah berhasil didistribusikan kepada warga terdampak. Lebih lanjut distribusi harian di Provinsi Aceh melalui udara sebanyak 12 sorti dengan berat 11,9 ton dan 4 truk via darat 10,4 ton sehingga total terdistibusi yakni 22,3 ton.

“Untuk wilayah Sumatera Utara melalui udara sebanyak 2,75 ton dan via darat 93,19 ton sehingga total terdistibusi yakni 98,14 ton,” jelasnya.

BNPB bersama pemerintah daerah terus mengakselerasi pembangunan hunian sementara dengan target utama penyelesaian sebelum bulan Ramadan. Dari total 50.668 unit rumah rusak berat, telah diajukan pembangunan hunian sementara sebanyak 27.860 unit.

Saat ini, 5.738 unit masih dalam proses pembangunan dan 781 unit telah selesai dibangun dan siap dihuni. Selain itu, pengajuan hunian tetap tercatat sebanyak 10.273 unit, dengan 648 unit di antaranya sedang dalam tahap konstruksi.

Skema bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) juga terus dioptimalkan untuk mendukung masyarakat terdampak selama masa transisi menuju hunian tetap. Hingga pertengahan Januari 2026, pengajuan DTH telah mencapai 15.346 kepala keluarga.

Dari jumlah tersebut, 10.717 rekening penerima telah siap, dengan penyaluran yang terus meningkat. Tercatat penambahan 153 penerima dalam periode terakhir, sehingga total penerima DTH yang telah menerima bantuan mencapai 2.695 kepala keluarga.

“Sebagai bagian dari upaya percepatan tanggap darurat, pemulihan, serta mitigasi risiko bencana hidrometeorologi basah dalam jangka pendek, BNPB juga melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC),” ujarnya.

Hingga 14 Januari 2026, OMC di wilayah Aceh telah dilaksanakan sebanyak 449 sorti dengan total bahan semai natrium klorida (NaCl) dan kalsium oksida (CaO) sebesar 431.600 kilogram. Wilayah Sumatera Utara sebanyak 368 sorti dengan total bahan semai 322.000 kilogram.

Di Provinsi Sumatra Utara, OMC telah dilakukan sebanyak 368 sorti dengan total bahan semai sekitar 322.000 kilogram, sementara di Sumatera Barat tercatat 384 sorti dengan total bahan semai 381.325 kilogram. Operasi ini ditujukan untuk mengendalikan intensitas curah hujan dan mengurangi potensi bencana susulan di wilayah rawan.

BNPB menegaskan komitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, TNI, Polri, relawan, serta seluruh unsur masyarakat dalam memastikan penanganan bencana berjalan efektif, terukur, dan berkelanjutan.

“Dengan sinergi yang solid, percepatan pemulihan infrastruktur dasar, pemenuhan kebutuhan hunian layak, serta penguatan langkah mitigasi diharapkan mampu mengembalikan kehidupan masyarakat terdampak secara bertahap menuju kondisi yang lebih aman, tangguh dan berdaya menghadapi risiko bencana ke depan,” pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Korban Tewas Gempa Magnitudo...
Korban Tewas Gempa Magnitudo 6,7 di Sulteng Bertambah Jadi 3 Orang
6 Fakta Gempa Kerak...
6 Fakta Gempa Kerak Dangkal M6,7 di Jalur Sesar Aktif Sulawesi Tengah
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
BMKG Pantau Potensi...
BMKG Pantau Potensi Likuefaksi usai Gempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
BMKG: 9 Gempa Susulan...
BMKG: 9 Gempa Susulan Terjadi Pascagempa M6,7 di Palu
BNPB: Bencana Banjir...
BNPB: Bencana Banjir hingga Karhutla Melanda 4 Daerah
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
25 Wilayah Indonesia...
25 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Mindanao Filipina
Tangki Bahan Kimia Bocor...
Tangki Bahan Kimia Bocor di California, 40.000 Warga Terpaksa Mengungsi
Rekomendasi
Terungkap 2 Alasan di...
Terungkap 2 Alasan di Balik Pemadaman Bergilir Pulau Jawa, Dirut PLN Minta Maaf
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Berita Terkini
Pramono Dampingi Megawati...
Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi
Kukuhkan Kepengurusan...
Kukuhkan Kepengurusan Nasional, GPIM Komitmen Sukseskan Program Prabowo
DPRD Kota Bandung Resmi...
DPRD Kota Bandung Resmi Sahkan Perda Pengendalian Perilaku Seksual Berisiko
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pramono Bakal Resmikan Ruang Publik di Rasuna Said dan Stasiun KRL JIS
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi...
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi saat Sidak Lapas Kelas IIA Cibinong
Pesan AHY ke Praja IPDN:...
Pesan AHY ke Praja IPDN: Kesetiaan ASN Adalah kepada Bangsa dan Konstitusi
Infografis
Mengenal Stroke, Penyebab...
Mengenal Stroke, Penyebab Suami Najwa Shihab Meninggal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved