Garuda Indonesia Angkut 1,5 Juta Penumpang Selama Nataru 2026
Jum'at, 16 Januari 2026 - 20:15 WIB
loading...
A
A
A
Di musim libur akhir tahun ini, Garuda mencatatkan capaian rata-rata tingkat ketepatan waktu penerbangan (On-Time Performance) yakni sebesar 89% sepanjang periode peak season berlangsung. Catatan OTP menunjukkan tren pertumbuhan jika dibandingkan dengan peak season Nataru tahun lalu yang mencatatkan rata-rata OTP sebesar 86%.
Selain itu, Garuda Indonesia dan Citilink turut mencatatkan rata-rata tingkat ketepatan waktu untuk keberangkatan penerbangan pertama (OTP First Departure) harian hingga 99% meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 97%.
Kinerja keberangkatan pertama ini menjadi fondasi utama dalam menjaga ritme operasional secara harian dan konsistensi ketepatan waktu pada jadwal penerbangan berikutnya.
Capaian tersebut merupakan hasil dari penguatan kesiapan operasional secara menyeluruh. “Momentum Natal dan Tahun Baru menuntut kesiapan strategi operasional yang komprehensif dan kolaborasi lintas sektor yang solid. Karenanya, kesiapan armada, awak pesawat, dan koordinasi; layanan kebandarudaraan berjalan optimal untuk memberikan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman bagi masyarakat,” ungkap Dani.
Dengan sejumlah langkah optimalisasi yang dilakukan Garuda Indonesia Group antara lain penguatan kesiapan armada dan awak pesawat, peningkatan disiplin waktu pada first departure, posko operasional GA Group, penguatan koordinasi ground handling, serta monitoring operasional secara real-time dilakukan untuk menjaga konsistensi ketepatan waktu penerbangan pada peak season kali ini.
Selain itu, Garuda Indonesia dan Citilink turut mencatatkan rata-rata tingkat ketepatan waktu untuk keberangkatan penerbangan pertama (OTP First Departure) harian hingga 99% meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 97%.
Kinerja keberangkatan pertama ini menjadi fondasi utama dalam menjaga ritme operasional secara harian dan konsistensi ketepatan waktu pada jadwal penerbangan berikutnya.
Capaian tersebut merupakan hasil dari penguatan kesiapan operasional secara menyeluruh. “Momentum Natal dan Tahun Baru menuntut kesiapan strategi operasional yang komprehensif dan kolaborasi lintas sektor yang solid. Karenanya, kesiapan armada, awak pesawat, dan koordinasi; layanan kebandarudaraan berjalan optimal untuk memberikan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman bagi masyarakat,” ungkap Dani.
Dengan sejumlah langkah optimalisasi yang dilakukan Garuda Indonesia Group antara lain penguatan kesiapan armada dan awak pesawat, peningkatan disiplin waktu pada first departure, posko operasional GA Group, penguatan koordinasi ground handling, serta monitoring operasional secara real-time dilakukan untuk menjaga konsistensi ketepatan waktu penerbangan pada peak season kali ini.
(jon)
Lihat Juga :