Garuda Indonesia Angkut 1,5 Juta Penumpang Selama Nataru 2026
Jum'at, 16 Januari 2026 - 20:15 WIB
loading...
Garuda Indonesia Group menyelesaikan fase peak season Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dengan mencatatkan 1,5 juta penumpang. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Garuda Indonesia Group menyelesaikan fase peak season Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dengan mencatatkan 1,5 juta penumpang. Jumlah penerbangan yang dioperasikan selama periode peak season yakni 18 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026 sebanyak 10.400 penerbangan.
Direktur Operasi Garuda Indonesia Dani Haikal Iriawan mengatakan, ketersediaan kursi di musim liburan akhir tahun tersebut menjadi representasi komitmen pihaknya dalam mendukung kelancaran mobilisasi masyarakat khususnya menuju destinasi pilihan baik domestik maupun internasional yang meningkat signifikan selama peak season.
Baca juga: Arus Balik Nataru 2026, 50.171 Kendaraan Meluncur dari Timur Transjawa
“Catatan keterisian kursi tersebut selaras dengan tren perjalanan masyarakat yang tumbuh sekaligus dengan penerapan kebijakan implementasi penyesuaian harga tiket dari pemerintah selama periode peak season Natal dan Tahun Baru 2026,” ujar Dani, Jumat (16/1/2026).
Dalam catatan arus keberangkatan libur akhir tahun ini, tingkat keterisian penumpang tertinggi di atas 90% pada rute domestik dengan keberangkatan di antaranya dari Jakarta menuju Denpasar, Surabaya, Kualanamu, Semarang, dan Yogyakarta. Untuk rute internasional yakni Jeddah, Singapura, Doha, Haneda, Shanghai, Madinah, dan Incheon yang keberangkatannya juga dari Jakarta.
Di musim libur akhir tahun ini, Garuda mencatatkan capaian rata-rata tingkat ketepatan waktu penerbangan (On-Time Performance) yakni sebesar 89% sepanjang periode peak season berlangsung. Catatan OTP menunjukkan tren pertumbuhan jika dibandingkan dengan peak season Nataru tahun lalu yang mencatatkan rata-rata OTP sebesar 86%.
Selain itu, Garuda Indonesia dan Citilink turut mencatatkan rata-rata tingkat ketepatan waktu untuk keberangkatan penerbangan pertama (OTP First Departure) harian hingga 99% meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 97%.
Kinerja keberangkatan pertama ini menjadi fondasi utama dalam menjaga ritme operasional secara harian dan konsistensi ketepatan waktu pada jadwal penerbangan berikutnya.
Capaian tersebut merupakan hasil dari penguatan kesiapan operasional secara menyeluruh. “Momentum Natal dan Tahun Baru menuntut kesiapan strategi operasional yang komprehensif dan kolaborasi lintas sektor yang solid. Karenanya, kesiapan armada, awak pesawat, dan koordinasi; layanan kebandarudaraan berjalan optimal untuk memberikan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman bagi masyarakat,” ungkap Dani.
Dengan sejumlah langkah optimalisasi yang dilakukan Garuda Indonesia Group antara lain penguatan kesiapan armada dan awak pesawat, peningkatan disiplin waktu pada first departure, posko operasional GA Group, penguatan koordinasi ground handling, serta monitoring operasional secara real-time dilakukan untuk menjaga konsistensi ketepatan waktu penerbangan pada peak season kali ini.
Direktur Operasi Garuda Indonesia Dani Haikal Iriawan mengatakan, ketersediaan kursi di musim liburan akhir tahun tersebut menjadi representasi komitmen pihaknya dalam mendukung kelancaran mobilisasi masyarakat khususnya menuju destinasi pilihan baik domestik maupun internasional yang meningkat signifikan selama peak season.
Baca juga: Arus Balik Nataru 2026, 50.171 Kendaraan Meluncur dari Timur Transjawa
“Catatan keterisian kursi tersebut selaras dengan tren perjalanan masyarakat yang tumbuh sekaligus dengan penerapan kebijakan implementasi penyesuaian harga tiket dari pemerintah selama periode peak season Natal dan Tahun Baru 2026,” ujar Dani, Jumat (16/1/2026).
Dalam catatan arus keberangkatan libur akhir tahun ini, tingkat keterisian penumpang tertinggi di atas 90% pada rute domestik dengan keberangkatan di antaranya dari Jakarta menuju Denpasar, Surabaya, Kualanamu, Semarang, dan Yogyakarta. Untuk rute internasional yakni Jeddah, Singapura, Doha, Haneda, Shanghai, Madinah, dan Incheon yang keberangkatannya juga dari Jakarta.
Di musim libur akhir tahun ini, Garuda mencatatkan capaian rata-rata tingkat ketepatan waktu penerbangan (On-Time Performance) yakni sebesar 89% sepanjang periode peak season berlangsung. Catatan OTP menunjukkan tren pertumbuhan jika dibandingkan dengan peak season Nataru tahun lalu yang mencatatkan rata-rata OTP sebesar 86%.
Selain itu, Garuda Indonesia dan Citilink turut mencatatkan rata-rata tingkat ketepatan waktu untuk keberangkatan penerbangan pertama (OTP First Departure) harian hingga 99% meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 97%.
Kinerja keberangkatan pertama ini menjadi fondasi utama dalam menjaga ritme operasional secara harian dan konsistensi ketepatan waktu pada jadwal penerbangan berikutnya.
Capaian tersebut merupakan hasil dari penguatan kesiapan operasional secara menyeluruh. “Momentum Natal dan Tahun Baru menuntut kesiapan strategi operasional yang komprehensif dan kolaborasi lintas sektor yang solid. Karenanya, kesiapan armada, awak pesawat, dan koordinasi; layanan kebandarudaraan berjalan optimal untuk memberikan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman bagi masyarakat,” ungkap Dani.
Dengan sejumlah langkah optimalisasi yang dilakukan Garuda Indonesia Group antara lain penguatan kesiapan armada dan awak pesawat, peningkatan disiplin waktu pada first departure, posko operasional GA Group, penguatan koordinasi ground handling, serta monitoring operasional secara real-time dilakukan untuk menjaga konsistensi ketepatan waktu penerbangan pada peak season kali ini.
(jon)
Lihat Juga :