Update Penanganan Bencana, Tito: Sumbar Hampir Pulih, Sumut Mulai Normal, Aceh Butuh Perhatian Serius
Kamis, 15 Januari 2026 - 22:14 WIB
loading...
Mendagri Tito Karnavian menyampaikan perkembangan penanganan pascabencana banjir dan longsor yang melanda Sumatera. Foto/SindoNews
A
A
A
ACEH - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan perkembangan penanganan pascabencana banjir dan longsor yang melanda Sumatera Barat (Sumbar), Sumatera Utara (Sumut) dan Aceh. Adapun bencana hidrometeorologi ini menewaskan ribuan orang dari tiga provinsi itu.
Hal ini disampaikan Tito dalam Rapat Koordinasi Satgas percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera, Kamis (15/1/2026). Tito menyebut, selain memakan korban jiwa, bencana juga menyebabkan infrastruktur di daerah rusak parah.
"Ada fasilitas umum yang terdampak, rumah ibadah, fasilitas kesehatan, gedung kantor, pendidikan, jembatan saja 405. Sekarang kita rekap menjadi 2.056. Ada perbedaan antara awal," kata Tito.
Baca juga: Hampir 100.000 Hektare Sawah Rusak Imbas Banjir Sumatera, Dana Rehabilitasi Disiapkan Rp148,53 M
Bedasarkan data yang diterima pada 14 Januari 2026, total rumah rusak berjumlah 175.050 unit. Meliputi rusak ringan itu 75.653 unit, kemudian rusak sedang 45.085 unit dan rumah yang rusak berat 53.412 unit.
1. Sumatera Barat
Dari tiga daerah, Provinsi Sumbar menjadi wilayah yang progres penanganan bencana hampir pulih. Dari 19 kabupaten/kota, sebanyak 16 daerah terdampak bencana.
Lihat video: Prabowo Pimpin Rapat Koordinasi Setelah Tinjau Lokasi Banjir Sumatera
“Sehingga akhirnya 16 daerah yang tadinya terdampak, sekarang bisa dikatakan 4 yang sebagian besar sudah pulih, atau mendekati pulih,” ujar Tito.
Tito menegaskan, roda pemerintahan kabupaten/kota juga berangsur normal. Serta layanan kesehatan seperti RSUD juga telah beroperasi kembali. Meski sejumlah puskesmas membutuhkan perhatian khusus seperti di Padang Pariaman, Agam, dan Kota Padang.
"Semua Rumah Sakit Umum Daerah, alhamdulillah, ini Pak Menkes saya tahu kerja kerasnya luar biasa dengan timnya, sudah normal Pak. Semua RSUD se-Sumatera Barat hijau semua Pak," ucap dia.
2. Sumatera Utara
Tito menuturkan, bencana yang melanda Sumatera Utara menyebabkan 18 kabupaten/kota terdampak. Rinciannya 163 kecamatan dan 897 desa.
“Untuk wilayah Sumatera Utara, dari 33 ya Pak Bobby ya jumlah Kabupaten/Kota, yang terdampak 18 Kabupaten/Kota. 163 Kecamatan, Desa 897,” kata Tito.
Dari penanganan pascabencana yang dilakukan bersama pemerintah daerah juga, jumlah pengungsi kini mengalami penurunan. Pengungsi awal tercatat 53.000 jiwa, kini tersisa 13,6 ribu.
Tito menambahkan layanan pemerintahan dan kesehatan sebagian besar telah kembali berjalan normal. “Untuk pemerintahan kabupaten, semuanya lancar,” ujarnya.
Tantangan paling berat di Sumut ada di sektor pendidikan. Sebab hampir semua sekolah terdampak terutama di Kabupaten Langkat, Medan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan. "Jadi memang tugas Bapak (Mendikdasmen) lumayan ini beratnya," sambungnya.
Sedangkan akses jalur darat juga membutuhkan perhatian seperti di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, dan juga Kabupaten Deli Serdang. Pemulihan ekonomi juga menjadi sorotan lantaran belum maksimalnya pasar di beberapa daerah.
3. Aceh
Provinsi Aceh menjadi wilayah daerah yang terdampak bencana. Hingga kini, korban meninggal sebanyak 551 orang, sementara 28 orang masih dinyatakan hilang. “Untuk Aceh, per 14 Januari, 551 yang wafat. Sementara yang hilang 28 orang,” Kata Tito.
Aceh juga menjadi provinsi yang tercatat 21 desa hilang imbas bencana. Beberapa pasar juga belum bisa beroperasi lantaran persolan lumpur belum ditangani dengan maksimal.
“Pasar-pasar, rusak berat 11, sedang 11, 9 rusak ringan. Yang rusak berat itu di mana saja, ini. Artinya sama sekali enggak, enggak bisa dipakai, rusak berat ini. Inilah, terutama karena lumpur. Lumpur memang jadi masalah nomor satu di sana,” katanya.
Perihal listrik, ada beberapa daerah di Aceh yang perlu mendapat perhatian serius, seperti di Kabupaten Nagan Raya, kemudian Aceh Timur, Aceh Tengah, Aceh Utara, Tamiang, Bener Meriah. Tito mengatakan pemulihan aceh membutuhkan bantuan tambahan personel serta alat berat.
Hal ini disampaikan Tito dalam Rapat Koordinasi Satgas percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera, Kamis (15/1/2026). Tito menyebut, selain memakan korban jiwa, bencana juga menyebabkan infrastruktur di daerah rusak parah.
"Ada fasilitas umum yang terdampak, rumah ibadah, fasilitas kesehatan, gedung kantor, pendidikan, jembatan saja 405. Sekarang kita rekap menjadi 2.056. Ada perbedaan antara awal," kata Tito.
Baca juga: Hampir 100.000 Hektare Sawah Rusak Imbas Banjir Sumatera, Dana Rehabilitasi Disiapkan Rp148,53 M
Bedasarkan data yang diterima pada 14 Januari 2026, total rumah rusak berjumlah 175.050 unit. Meliputi rusak ringan itu 75.653 unit, kemudian rusak sedang 45.085 unit dan rumah yang rusak berat 53.412 unit.
1. Sumatera Barat
Dari tiga daerah, Provinsi Sumbar menjadi wilayah yang progres penanganan bencana hampir pulih. Dari 19 kabupaten/kota, sebanyak 16 daerah terdampak bencana.
Lihat video: Prabowo Pimpin Rapat Koordinasi Setelah Tinjau Lokasi Banjir Sumatera
“Sehingga akhirnya 16 daerah yang tadinya terdampak, sekarang bisa dikatakan 4 yang sebagian besar sudah pulih, atau mendekati pulih,” ujar Tito.
Tito menegaskan, roda pemerintahan kabupaten/kota juga berangsur normal. Serta layanan kesehatan seperti RSUD juga telah beroperasi kembali. Meski sejumlah puskesmas membutuhkan perhatian khusus seperti di Padang Pariaman, Agam, dan Kota Padang.
"Semua Rumah Sakit Umum Daerah, alhamdulillah, ini Pak Menkes saya tahu kerja kerasnya luar biasa dengan timnya, sudah normal Pak. Semua RSUD se-Sumatera Barat hijau semua Pak," ucap dia.
2. Sumatera Utara
Tito menuturkan, bencana yang melanda Sumatera Utara menyebabkan 18 kabupaten/kota terdampak. Rinciannya 163 kecamatan dan 897 desa.
“Untuk wilayah Sumatera Utara, dari 33 ya Pak Bobby ya jumlah Kabupaten/Kota, yang terdampak 18 Kabupaten/Kota. 163 Kecamatan, Desa 897,” kata Tito.
Dari penanganan pascabencana yang dilakukan bersama pemerintah daerah juga, jumlah pengungsi kini mengalami penurunan. Pengungsi awal tercatat 53.000 jiwa, kini tersisa 13,6 ribu.
Tito menambahkan layanan pemerintahan dan kesehatan sebagian besar telah kembali berjalan normal. “Untuk pemerintahan kabupaten, semuanya lancar,” ujarnya.
Tantangan paling berat di Sumut ada di sektor pendidikan. Sebab hampir semua sekolah terdampak terutama di Kabupaten Langkat, Medan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan. "Jadi memang tugas Bapak (Mendikdasmen) lumayan ini beratnya," sambungnya.
Sedangkan akses jalur darat juga membutuhkan perhatian seperti di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, dan juga Kabupaten Deli Serdang. Pemulihan ekonomi juga menjadi sorotan lantaran belum maksimalnya pasar di beberapa daerah.
3. Aceh
Provinsi Aceh menjadi wilayah daerah yang terdampak bencana. Hingga kini, korban meninggal sebanyak 551 orang, sementara 28 orang masih dinyatakan hilang. “Untuk Aceh, per 14 Januari, 551 yang wafat. Sementara yang hilang 28 orang,” Kata Tito.
Aceh juga menjadi provinsi yang tercatat 21 desa hilang imbas bencana. Beberapa pasar juga belum bisa beroperasi lantaran persolan lumpur belum ditangani dengan maksimal.
“Pasar-pasar, rusak berat 11, sedang 11, 9 rusak ringan. Yang rusak berat itu di mana saja, ini. Artinya sama sekali enggak, enggak bisa dipakai, rusak berat ini. Inilah, terutama karena lumpur. Lumpur memang jadi masalah nomor satu di sana,” katanya.
Perihal listrik, ada beberapa daerah di Aceh yang perlu mendapat perhatian serius, seperti di Kabupaten Nagan Raya, kemudian Aceh Timur, Aceh Tengah, Aceh Utara, Tamiang, Bener Meriah. Tito mengatakan pemulihan aceh membutuhkan bantuan tambahan personel serta alat berat.
(cip)
Lihat Juga :