Kapolda Riau: Masa Depan Lingkungan dan Kehidupan Sosial Bergantung Generasi Muda
Kamis, 15 Januari 2026 - 14:45 WIB
loading...
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan memberikan orasi pada kegiatan Youth Green Policing Eco Academy (YGPEA) 2026 di GOR Tri Buana, Pekanbaru, Kamis (15/1/2026). Foto: Ist
A
A
A
PEKANBARU - Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan masa depan lingkungan, kualitas kehidupan sosial, dan keberlanjutan Provinsi Riau sangat bergantung pada keberanian generasi muda untuk peduli dan bertanggung jawab. Hal itu disampaikan saat memberikan orasi pada kegiatan Youth Green Policing Eco Academy (YGPEA) 2026 di GOR Tri Buana, Pekanbaru, Kamis (15/1/2026).
Dalam YGPEA 2026, hadir juga sebagai orator Founder Tumbuh Institute Rocky Gerung, Guru Besar Filsafat Sosial UNJ Robet, dan Aktivis Lingkungan Sherly Annavita.
Baca juga: Apel Akbar Satkamling, Kapolda Riau: Garda Terdepan Green Policing
Dalam orasinya, Herry menyampaikan bahwa perubahan besar dalam sejarah selalu dimulai dari anak-anak muda yang memilih untuk tidak diam. Kepemimpinan tidak identik dengan jabatan atau kekuasaan melainkan lahir dari keberanian bertindak ketika banyak orang memilih bersikap pasif.
“Kalian tidak harus menjadi pejabat untuk berdampak dan tidak harus menjadi tokoh terkenal untuk berarti. Kalian hanya perlu menjadi generasi yang peduli, berani, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Dia mencontohkan tindakan-tindakan sederhana yang memiliki dampak besar seperti membuang sampah pada tempatnya sebagai bentuk menjaga sungai, tidak menyebarkan hoaks sebagai cara merawat kedamaian sosial, serta berani melaporkan perusakan lingkungan sebagai wujud menjaga masa depan.
Dalam YGPEA 2026, hadir juga sebagai orator Founder Tumbuh Institute Rocky Gerung, Guru Besar Filsafat Sosial UNJ Robet, dan Aktivis Lingkungan Sherly Annavita.
Baca juga: Apel Akbar Satkamling, Kapolda Riau: Garda Terdepan Green Policing
Dalam orasinya, Herry menyampaikan bahwa perubahan besar dalam sejarah selalu dimulai dari anak-anak muda yang memilih untuk tidak diam. Kepemimpinan tidak identik dengan jabatan atau kekuasaan melainkan lahir dari keberanian bertindak ketika banyak orang memilih bersikap pasif.
“Kalian tidak harus menjadi pejabat untuk berdampak dan tidak harus menjadi tokoh terkenal untuk berarti. Kalian hanya perlu menjadi generasi yang peduli, berani, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Dia mencontohkan tindakan-tindakan sederhana yang memiliki dampak besar seperti membuang sampah pada tempatnya sebagai bentuk menjaga sungai, tidak menyebarkan hoaks sebagai cara merawat kedamaian sosial, serta berani melaporkan perusakan lingkungan sebagai wujud menjaga masa depan.
Lihat Juga :