Sosok Mayor Madmuin Hasibuan, Pimpin TKR Laoet Bertempur Melawan Tentara Sekutu

Rabu, 14 Januari 2026 - 07:41 WIB
loading...
Sosok Mayor Madmuin...
Mayor Madmuin Hasibuan merupakan sosok pejuang kemerdekaan dari Bekasi, dan salah satu tokoh penting berdirinya Tentara Keamanan Rakyat (TKR) Laoet. Foto/Ist
A A A
MAYOR Madmuin Hasibuan merupakan sosok pejuang kemerdekaan dari Bekasi, dan salah satu tokoh penting berdirinya Tentara Keamanan Rakyat (TKR) Laoet. Nama salah satu pendiri TNI AL ini tentunya sudah tak asing lagi bagi kebanyakan warga Bekasi.

Saat ini Mayor Madmuin Hasibuan telah diabadikan menjadi sebuah nama jalan dan menjadi nama Alun-alun di Kota Bekasi.

Baca juga: Kisah Tragis Ronggolawe, Kesetiaan Bela Raja Majapahit Berujung Kematian dengan Cap Pemberontak

Dikutip dari biografi KH. Noer Ali, Kemandirian Ulama Pejuang, Mayor Madmuin Hasibuan di zaman pendudukan Jepang merupakan salah satu mandor pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Dia juga memimpin TKR Laoet bertempur di perbatasan Jakarta Timur hingga Bekasi.



Mayor Madmuin Hasibuan memimpin pasukan bertempur melawan sekutu dalam pertempuran Sasak Kapup 29 November 1945.

Bersama adik iparnya, Yakub Gani, ia hadir menyaksikan pembacaan proklamasi Presiden Sukarno di Jalan Pegangsaan Timur pada 17 Agustus 1945. Yakub Gani salah satu murid KH Noer Ali, kemudian pulang ke Bekasi untuk ikut menyebarkan berita proklamasi.

Sementara, Hasibuan kembali ke pelabuhan. Setelah Badan Keamanan Rakyat (BKR) Jakarta lahir pada 27 Agustus 1945 dan dipimpin Moeffreni Moe’min, terjadi mobilisasi kalangan pemuda. Hasilnya adalah susunan seksi-seksi administratif dan tiga sektor lapangan.

Baca juga: Kisah Gajah Mada Pimpin Pasukan Bhayangkara Tumpas Pemberontakan Ra Kuti

Bersama Raden Eddy Martadinata, Hasibuan yang sudah hafal wilayah pelabuhan dipercaya Moeffreni memegang sektor Jakarta Utara. Pembagian wilayah dipimpin komandan sektor dari masing-masing wilayah dipegang.

Untuk Jakarta Pusat oleh Sadikin dan Soedarsono, Jakarta Timur oleh Sambas Atmadinata dan Sanusi Wirasuminta, Jakarta Utara oleh Martadinata dan Hasibuan. Kehidupan Hasibuan berpindah-pindah karena ditargetkan untuk dihabisi oleh PKI.

Barang-barangnya juga banyak hilang atau mungkin dia hilangkan. Lagi pula, dia seorang dengan pribadi yang tidak suka menonjolkan diri.

Mayor Madmuin Hasibuan pernah menjadi Ketua Dewan Pimpinan Rakyat Daerah Sementara (DPRDS) pertama melalui Partai Masyumi Cabang Bekasi, tahun 1950-1956.

Mayor TNI AL Matmuin Hasibuan lahir di Hutapadang, Sipirok Tapanuli Selatan, sekitar tahun 1922. Kini, kampung Hutapadang bagian dari Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara. Wafat pada tahun 1961 karena sakit paru-paru.

Makam tokoh penting Hasibuan ini ternyata tidak dimakamkan di taman makam pahlawan tapi berada di pemakaman wakaf yang letaknya di belakang Masjid Agung Al-Barkah Bekasi, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Madmuin Hasibuan lahir dari pasangan H. Muhammad Yunus (Tuan Syeikh) dengan istri, Dorima Siregar memiliki enam orang anak secara berurutan, yaitu, Matrahim Hasibuan, Matnuin Hasibuan, Masai Hasibuan, Ruhut Hasibuan (prempuan).

Kemudian Sarianun Hasibuan dan Hamidah Hasibuan. Ayahnya seorang tokoh agama yang memiliki tempat suluk di desanya. Ayahnya digambarkan memiliki sikap yang keras. Suatu ketika, di bulan ramadhan, Matnuin dipergoki oleh ayahnya tidak berpuasa.

Akibatnya, Hasibuan yang masih remaja itu dihukum ayahnya tidak diberi makan selama tiga hari berturut-turut. Ibunya kasihan. Lalu diam-diam diberi makan. Rupanya selama di Medan, Matmuin remaja bekerja di Pelabuhan Belawan pada waktu zaman Jepang.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Simpatisan Lempari Polisi dan TNI dengan Batu
Alasan TNI Kerahkan...
Alasan TNI Kerahkan Prajurit saat Aksi Mahasiswa di Jakpus: Permintaan Membantu
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
Kabar Duka, Mantan KSAL...
Kabar Duka, Mantan KSAL Laksamana TNI Purn Achmad Sutjipto Meninggal Dunia
Rekomendasi
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
Refly Harun Sudah Siapkan...
Refly Harun Sudah Siapkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
Piala Dunia 2026: Spanyol...
Piala Dunia 2026: Spanyol Hancurkan Arab Saudi 4-0
Berita Terkini
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Diserahkan ke Kejaksaan Hari Ini
BMKG Peringatkan Siklon...
BMKG Peringatkan Siklon Tropis Mekkhala Menguat, Wilayah Ini Berpotensi Diterjang Gelombang Tinggi
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Saleh Husin, Retno Marsudi,...
Saleh Husin, Retno Marsudi, Triawan Munaf, Tantowi Yahya, hingga Mari Pangestu Latihan Menuju UI Green Marathon
Creavibe Fest 2026:...
Creavibe Fest 2026: Mahasiswa Desain Produk UMB Tampilkan Karya Fesyen Berkelanjutan
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved