Macet Parah Akibat Banjir di Jalan Jembatan Tiga Jakut, Akses Warga Terhambat
Senin, 12 Januari 2026 - 12:49 WIB
loading...
Macet parah akibat banjir melanda Jalan Jembatan Tiga, Penjaringan, Jakarta Utara (Jakut) pada Senin (12/1/2026). Foto/Cikal Bintang Raissatria
A
A
A
JAKARTA - Macet parah akibat banjir melanda Jalan Jembatan Tiga, Penjaringan, Jakarta Utara (Jakut) pada Senin (12/1/2026) pagi. Akibat banjir ini, akses warga yang ingin beraktivitas terhambat.
Menurut pantauan iNews Media Group, ketinggian air mencapai 60 sentimeter. Kondisi ini memaksa ruas jalan dari arah Jalan Latumenten, Jakarta Barat, menuju Penjaringan, Jakarta Utara, maupun sebaliknya lumpuh.
Beberapa warga yang melintas di ruas jalan tersebut terpaksa putar balik melihat tingginya genangan air. Salah satu warga yang hendak melintas, Kurniati, memutuskan untuk putar balik karena kondisi itu.
Baca juga: Gubernur Pramono Imbau Warga Beralih ke Transportasi Umum saat Hujan Demi Kurangi Kemacetan
Kurniati mengaku batal bekerja karena sudah menunggu dua jam tetapi air tak kunjung surut. "Rugi (karena tidak bekerja). Saya mau kerja ya kan, aturan dapat duit jadi tidak dapat duit," ujar Kurniati.
Tingginya genangan air diduga karena intensitas hujan yang tinggi serta buruknya sistem drainase di area tersebut. Kurniati berharap, masalah ini menjadi perhatian otoritas terkait.
"Lebih baik lagi, mungkin harus diperbaiki saluran-salurannya," kata Kurniati.
Sementara itu, beberapa petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) yang terlihat di lokasi tak bisa berbuat banyak. Mereka hanya bisa menunggu air surut agar warga bisa kembali beraktivitas seperti biasa.
Menurut pantauan iNews Media Group, ketinggian air mencapai 60 sentimeter. Kondisi ini memaksa ruas jalan dari arah Jalan Latumenten, Jakarta Barat, menuju Penjaringan, Jakarta Utara, maupun sebaliknya lumpuh.
Beberapa warga yang melintas di ruas jalan tersebut terpaksa putar balik melihat tingginya genangan air. Salah satu warga yang hendak melintas, Kurniati, memutuskan untuk putar balik karena kondisi itu.
Baca juga: Gubernur Pramono Imbau Warga Beralih ke Transportasi Umum saat Hujan Demi Kurangi Kemacetan
Kurniati mengaku batal bekerja karena sudah menunggu dua jam tetapi air tak kunjung surut. "Rugi (karena tidak bekerja). Saya mau kerja ya kan, aturan dapat duit jadi tidak dapat duit," ujar Kurniati.
Tingginya genangan air diduga karena intensitas hujan yang tinggi serta buruknya sistem drainase di area tersebut. Kurniati berharap, masalah ini menjadi perhatian otoritas terkait.
"Lebih baik lagi, mungkin harus diperbaiki saluran-salurannya," kata Kurniati.
Sementara itu, beberapa petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) yang terlihat di lokasi tak bisa berbuat banyak. Mereka hanya bisa menunggu air surut agar warga bisa kembali beraktivitas seperti biasa.
(rca)
Lihat Juga :