12 Rumah dan 2 Fasilitas Kesehatan Rusak Akibat Gempa M7,1 Guncang Talaud
Senin, 12 Januari 2026 - 07:46 WIB
loading...
BNPB melaporkan sebanyak 12 rumah dan 2 fasilitas kesehatan rusak akibat gempa Magnitudo (M)7,1 yang mengguncang Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara. Foto/SindoNews
A
A
A
SULUT - Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) melaporkan sebanyak 12 rumah dan 2 fasilitas kesehatan rusak akibat gempa Magnitudo (M)7,1 yang mengguncang Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara, Minggu, 11 Januari 2026 pukul 13.00 WIB.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mastikan aktivitas masyarakat mulai berjalan kembali, dan meskipun sebagian warga masih mengalami trauma, tidak terdapat korban jiwa maupun luka serius.
"Sekitar 12 kepala keluarga terdampak, dengan kerusakan materiil sementara pada 12 unit rumah dan 2 fasilitas kesehatan, yang masih dalam proses verifikasi," ujar Aam sapaan Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya, Senin (12/1/2026).
Baca juga: Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Talaud, BNPB Belum Terima Laporan Ada Korban-Kerusakan
Gempa terjadi pada Sabtu malam, (10/1), pukul 21.58 WIB, dengan pusat di laut pada koordinat 3,64 Lintang Utara dan 126,98 Bujur Timur, kedalaman 17 km. Berdasarkan analisis BMKG, gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Guncangan dirasakan kuat selama 20–30 detik di Kecamatan Kabaruan, Damau, Melonguane, dan Salibabu, sehingga sempat menimbulkan kepanikan masyarakat yang berhamburan keluar rumah. Listrik yang sempat padam kini telah kembali normal.
Baca juga: Pembangunan 270 Jembatan Bailey Dikebut, Hubungkan Jalan Nasional hingga Desa
BMKG juga melaporkan adanya satu kali gempa susulan berkekuatan magnitudo 4,6 setelah gempa utama. BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud terus melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk memantau kondisi masyarakat, mengevaluasi dampak lanjutan, dan memastikan area terdampak tetap aman.
BNPB mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan waspada, menghindari bangunan yang retak atau berpotensi roboh, tidak mudah terpengaruh isu atau informasi yang tidak diverifikasi, serta selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG, BNPB, dan BPBD setempat terkait kemungkinan gempa susulan.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mastikan aktivitas masyarakat mulai berjalan kembali, dan meskipun sebagian warga masih mengalami trauma, tidak terdapat korban jiwa maupun luka serius.
"Sekitar 12 kepala keluarga terdampak, dengan kerusakan materiil sementara pada 12 unit rumah dan 2 fasilitas kesehatan, yang masih dalam proses verifikasi," ujar Aam sapaan Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya, Senin (12/1/2026).
Baca juga: Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Talaud, BNPB Belum Terima Laporan Ada Korban-Kerusakan
Gempa terjadi pada Sabtu malam, (10/1), pukul 21.58 WIB, dengan pusat di laut pada koordinat 3,64 Lintang Utara dan 126,98 Bujur Timur, kedalaman 17 km. Berdasarkan analisis BMKG, gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Guncangan dirasakan kuat selama 20–30 detik di Kecamatan Kabaruan, Damau, Melonguane, dan Salibabu, sehingga sempat menimbulkan kepanikan masyarakat yang berhamburan keluar rumah. Listrik yang sempat padam kini telah kembali normal.
Baca juga: Pembangunan 270 Jembatan Bailey Dikebut, Hubungkan Jalan Nasional hingga Desa
BMKG juga melaporkan adanya satu kali gempa susulan berkekuatan magnitudo 4,6 setelah gempa utama. BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud terus melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk memantau kondisi masyarakat, mengevaluasi dampak lanjutan, dan memastikan area terdampak tetap aman.
BNPB mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan waspada, menghindari bangunan yang retak atau berpotensi roboh, tidak mudah terpengaruh isu atau informasi yang tidak diverifikasi, serta selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG, BNPB, dan BPBD setempat terkait kemungkinan gempa susulan.
(cip)
Lihat Juga :