Banjir Melanda Kudus: 4.668 Rumah Terendam, 65 Akses Jalan Tergenang
Senin, 12 Januari 2026 - 06:13 WIB
loading...
A
A
A
Dia melanjutkan, upaya yang dilakukan meliputi pendataan dan evakuasi warga terdampak, pendistribusian bantuan logistik, serta penyaluran logistik untuk kegiatan kerja bakti pembersihan material banjir dan longsor. Selain itu, BPBD Kabupaten Kudus juga melakukan monitoring secara intensif di berbagai lokasi terdampak dan pintu-pintu air untuk mengendalikan risiko lanjutan.
“Penanganan banjir dan longsor ini dilakukan dalam status Siaga Darurat sebagaimana ditetapkan melalui Keputusan Bupati Kudus Nomor 300.2/296/2025 dan Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 100.3.3.1/409 Tahun 2025/2026,” imbuhnya.
Dia menambahkan, sejumlah unsur terlibat dalam penanganan di lapangan, antara lain BPBD, pemerintah desa dan kecamatan, TNI/Polri, perangkat daerah terkait, relawan, organisasi kemasyarakatan, pihak swasta, serta masyarakat setempat. “Sebagian besar genangan banjir dilaporkan telah berangsur surut. Namun demikian, beberapa desa di Kecamatan Mejobo masih terdapat genangan dengan ketinggian sekitar 5–50 cm,” ungkapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, penanganan longsor dan pembersihan material masih terus berlangsung, khususnya di wilayah Kecamatan Dawe, Gebog, dan Bae. “Debit air di Bendung Klambu terpantau stabil pada kisaran ± 478,6 meter kubik per detik, dan petugas tetap siaga untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan debit air susulan,” pungkasnya.
“Penanganan banjir dan longsor ini dilakukan dalam status Siaga Darurat sebagaimana ditetapkan melalui Keputusan Bupati Kudus Nomor 300.2/296/2025 dan Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 100.3.3.1/409 Tahun 2025/2026,” imbuhnya.
Dia menambahkan, sejumlah unsur terlibat dalam penanganan di lapangan, antara lain BPBD, pemerintah desa dan kecamatan, TNI/Polri, perangkat daerah terkait, relawan, organisasi kemasyarakatan, pihak swasta, serta masyarakat setempat. “Sebagian besar genangan banjir dilaporkan telah berangsur surut. Namun demikian, beberapa desa di Kecamatan Mejobo masih terdapat genangan dengan ketinggian sekitar 5–50 cm,” ungkapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, penanganan longsor dan pembersihan material masih terus berlangsung, khususnya di wilayah Kecamatan Dawe, Gebog, dan Bae. “Debit air di Bendung Klambu terpantau stabil pada kisaran ± 478,6 meter kubik per detik, dan petugas tetap siaga untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan debit air susulan,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :