Kisah Jenderal Hoegeng Nyamar Jadi Hippies, Pakai Wig Gondrong, Kemeja Bunga-bunga dan Syal di leher

Minggu, 11 Januari 2026 - 18:59 WIB
loading...
Kisah Jenderal Hoegeng...
Kapolri ke-5, Jenderal Hoegeng Iman Santoso menyamar jadi hippies dan turun langsung ke lapangan untuk menyelidiki peredaran narkoba yang sedang marak kala itu di Jakarta. Foto/Ist
A A A
KAPOLRIKe-5, Jenderal Hoegeng Iman Santoso menyamar jadi hippies dan turun langsung ke lapangan untuk menyelidiki peredaran narkoba yang sedang marak. Kala itu di era tahun 1960-1970-an, kasus penyalahgunaan narkoba di Jakarta merajalela, seiring masuknya budaya asing ke tanah air.

Kisah Jenderal Hoegeng Nyamar Jadi Hippies, Pakai Wig Gondrong, Kemeja Bunga-bunga dan Syal di leher


Hoegeng pun menyamar sebagai seorang hippies dengan penampilan berambut gondrong, berkumis tipis, pakaian urakan, sapu tangan diikat di leher, menggenakan kalung, dan menyelipkan bunga mawar di telinganya.

Baca juga: Wasiat Romantis Jenderal Hoegeng Minta Dimakamkan di Tajur Halang Bogor, Ada Pesan Unik di Nisannya

Untuk melengkapi penyamarannya, Hoegeng pun menambah aksesoris patung tengkorak dan mengisap rokok. Alhasil penampilan Hoegeng pun berubah total dan tak ada yang menggenalinya karena dirinya berubah bak seorang hippies yang sedang teler atau mabuk berat.



“Saya memang gemar menyamar. Anak buah saya menyuruh berdandan seperti anak muda 1970-an. Saya pakai wig gondrong, kemeja bunga-bunga, syal di leher. Pokoknya seperti orang gila,” katanya dalam buku: Hoegeng, Oase Menyejukkan Di Tengah Perilaku Koruptif Para Pemimpin Bangsa, dikutip Minggu (11/1/2026).

Hoegeng bercerita melakukan penyamaran karena penasaran melihat generasi muda waktu itu sangat menggemari mariyuana atau ganja. Dalam penyamaran ke daerah-daerah di Jakarta, Hoegeng mendatangi tempat berkumpul kaum hippies.

Baca juga: Ini Sosok Hoegeng, Polisi yang Disebut Gus Dur Tidak Mempan Disogok

Para pemuda zaman itu menggandrungi grup musik rock asal Barat dan meniru gaya hidup para rocker. Termasuk beberapa kebiasaan buruk, seperti penyalahgunaan narkoba (ketika itu yang terkenal mariyuana) dan seks bebas.

Bahkan di Barat muncul istilah Generasi Bunga yang menentang kemapanan dan segala bentuk kekerasan. Penampilan merak memiliki ciri khas, berpakaian tak karuan, rambut gondrong, gemar musik rock, penyalahgunaan narkoba, dan seks bebas.

Berhari-hari Hoegeng bergaul dengan kaum hippies tanpa seorangpun yang menggenalinya. Dia pun meninggalkan keluarganya dan berkelana ke penjuru Jakarta seperti orang asing.

“Yang menggelikan. Saya tidak berani mencoba mariyuana. Hanya merokok dan bertanya macam-macam kepada anak-anak muda itu,” kenang Hoegeng.

Hasil penyamaran itu membuat Hoegeng mengetahui beberapa fakta mencengangkan yang ditemukan saat penyamaran menyelidiki kasus narkoba. Di antaranya bocah pencandu yang biasa membeli mariyuana di pedagang rokok secara diam-diam.

Selanjutnya sejak 1971 bencana penyalahgunaan narkoba di Indonesia mulai mendapat perhatian secara serius dari masyarakat umum dan khususnya pemerintah.

Untuk itu, pemerintah mengeluarkan Undang-Undang RI No9/1976 tentang Narkotika dan membentuk badan khusus untuk menangani masalah narkotika yaitu Badan Koordinasi Pelaksana (BAKOLAK) INPRES No. 6/1971 sub team narkotika.

Hoegeng juga mendatangi Sidang Interpol di Brussel, Belgia, pada September 1970. Sebab, narkoba telah menjadi isu dunia dan posisi Indonesia tak jauh dari kawasan narkoba yakni Segi Tiga Emas di Indochina. Dalam sidang itu, Hoegeng mendapat informasi lengkap soal narkoba dan jalur peredarannya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Profil Kombes Pol M...
Profil Kombes Pol M Arsal, Perwira Bareskrim yang Masuk Tiga Besar Hoegeng Awards
Diiringi Tembakan Salvo,...
Diiringi Tembakan Salvo, Meriyati Hoegeng Dikebumikan di Samping Makam Jenderal Hoegeng
Meriyati Hoegeng Dapat...
Meriyati Hoegeng Dapat Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara Pratama dari Presiden Prabowo
Rekomendasi
Buku Sang Arsitek Presisi...
Buku Sang Arsitek Presisi Polri Ulas Kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo
Bareskrim Limpahkan...
Bareskrim Limpahkan Laporan Terhadap Grace Natalie, Ade Armando dan Abu Janda ke Polda Metro Jaya
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Berita Terkini
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved